31 C
Jakarta
Friday, February 27, 2026

Disbun Kalteng Fokus Perkuat Plasma untuk Dongkrak Kesejahteraan Pekebun 2026

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  – Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan bahwa agenda besar sektor perkebunan pada 2026 tidak hanya berfokus pada perluasan komoditas, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan skema plasma.

Kepala Disbun Kalteng, Rizky Ramadhana Badjuri, menyebutkan bahwa kesejahteraan pekebun menjadi pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan secara bertahap.

“PR besar dunia perkebunan ini adalah kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui plasma,” ujarnya, belum lama ini dilansir dari Kalteng Pos.

Menurutnya, regulasi-regulasi baru di sektor perkebunan menuntut adanya penyelarasan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Karena itu, diperlukan duduk bersama untuk menyamakan persepsi serta memastikan hak-hak pekebun dapat terpenuhi.

Baca Juga :  Bangun Bersama Budaya Sehat Demi lndonesia Emas 2045

Skema plasma sendiri merupakan pola kemitraan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat, di mana sebagian lahan perusahaan dialokasikan untuk dikelola masyarakat dengan sistem bagi hasil atau pola tertentu.

Rizky menilai, penguatan plasma penting agar manfaat ekonomi perkebunan tidak hanya terpusat pada perusahaan besar, tetapi juga dirasakan langsung oleh pekebun lokal.

Selain itu, pemerintah juga tetap mendorong pengembangan komoditas alternatif seperti kelapa, karet, kakao, hingga aren sebagai upaya memperluas sumber pendapatan masyarakat.

Electronic money exchangers listing

“Harapannya, komoditas selain sawit juga bisa mengangkat ekonomi warga,” katanya.

Dengan luas perkebunan yang mencapai sekitar 2 juta hektare, sektor ini masih menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Kalteng. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan distribusi manfaatnya lebih merata dan berkelanjutan. (*rif/kpg)

Baca Juga :  Dislutkan Kalteng Ajak Warga Peduli Lingkungan Lewat Aksi Bersih Pantai di Sukamara

 

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  – Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan bahwa agenda besar sektor perkebunan pada 2026 tidak hanya berfokus pada perluasan komoditas, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan skema plasma.

Kepala Disbun Kalteng, Rizky Ramadhana Badjuri, menyebutkan bahwa kesejahteraan pekebun menjadi pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan secara bertahap.

“PR besar dunia perkebunan ini adalah kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui plasma,” ujarnya, belum lama ini dilansir dari Kalteng Pos.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, regulasi-regulasi baru di sektor perkebunan menuntut adanya penyelarasan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Karena itu, diperlukan duduk bersama untuk menyamakan persepsi serta memastikan hak-hak pekebun dapat terpenuhi.

Baca Juga :  Bangun Bersama Budaya Sehat Demi lndonesia Emas 2045

Skema plasma sendiri merupakan pola kemitraan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat, di mana sebagian lahan perusahaan dialokasikan untuk dikelola masyarakat dengan sistem bagi hasil atau pola tertentu.

Rizky menilai, penguatan plasma penting agar manfaat ekonomi perkebunan tidak hanya terpusat pada perusahaan besar, tetapi juga dirasakan langsung oleh pekebun lokal.

Selain itu, pemerintah juga tetap mendorong pengembangan komoditas alternatif seperti kelapa, karet, kakao, hingga aren sebagai upaya memperluas sumber pendapatan masyarakat.

“Harapannya, komoditas selain sawit juga bisa mengangkat ekonomi warga,” katanya.

Dengan luas perkebunan yang mencapai sekitar 2 juta hektare, sektor ini masih menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Kalteng. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan distribusi manfaatnya lebih merata dan berkelanjutan. (*rif/kpg)

Baca Juga :  Dislutkan Kalteng Ajak Warga Peduli Lingkungan Lewat Aksi Bersih Pantai di Sukamara

 

Terpopuler

Artikel Terbaru