PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mematangkan persiapan peluncuran Kartu Huma Betang yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026. Salah satu fokus utama saat ini adalah memastikan data penerima benar-benar valid agar bantuan tepat sasaran.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, menegaskan Kartu Huma Betang hanya diberikan kepada masyarakat yang telah lolos seleksi dan verifikasi ketat melalui pendataan langsung di lapangan.
“Pembagian kartu ini hanya untuk warga yang datanya sudah diverifikasi secara menyeluruh. Kami tidak ingin ada penerima yang tidak memenuhi kriteria,” ujar Leonard, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan, proses pendataan calon penerima dilakukan langsung oleh tim dengan metode pengambilan foto dan pencatatan identitas lengkap. Setiap penerima nantinya akan mendapatkan kartu yang dilengkapi PIN sebagai bentuk pengamanan data.
“Pendataannya kami lakukan langsung di lapangan, ada pengambilan foto. Jadi datanya benar-benar riil dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Dalam proses pencocokan data, pemerintah provinsi masih menemukan sejumlah persoalan administratif. Beberapa data penerima tercatat tidak lagi sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Ada yang datanya sudah meninggal dunia, ada juga yang pindah domisili. Itu semua kami verifikasi ulang sebelum kartu dibagikan,” katanya.
Leonard menambahkan, penetapan penerima Kartu Huma Betang tidak didasarkan pada satu indikator saja. Pemerintah menggunakan sejumlah parameter sosial ekonomi sebagai bahan penilaian.
“Indikatornya banyak, mulai dari penghasilan, kondisi rumah, sampai aspek sosial ekonomi lainnya,” tambahnya.
Ia juga meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat terkait kartu yang sebelumnya digunakan saat sosialisasi.
“Kartu yang dulu hanya contoh dan tidak berlaku. Yang dipakai nanti adalah kartu baru yang akan diluncurkan resmi pada Februari,” tutup Leonard. (adr)


