PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Terkait penolakan fullday school dalam rembuk orang tua murid dengan pihak sekolah, salah satunya di SDN 2 Menteng beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangkaraya, Jayani mengutarakan bahwa pihak sekolah sudah mengajukan permohonan kepada Disdik. Namun demikian, Jayani meminta agar persyaratan permohonan dilengkapi dengan baik sebelum dipertimbangkan lebih lanjut.
“Iya, kemarin mereka mengajukan, tapi saya minta tolong lengkapi persyaratannya dengan baik. Artinya, akomodir dulu apabila kalau ada masyarakat yang masih keberatan, saya minta diselesaikan itu. Sehingga dia menunda dulu untuk mengajukan,” ujar Jayani saat diwawancarai media di sela-sela acara Semarak Sekolah Sehat, di SMPN 3 Palangkaraya, Selasa (28/5).
Lebih lanjut, Jayani menekankan pentingnya selektif dalam menangani pengajuan fullday school. Di mana ia meminta kepada Kepala Bidang yang menangani jenjang SMP dan SD.
Menurutnya, perlu ketelitian dalam mengkaji setiap permohonan agar tidak terjadi situasi di mana ada pihak yang setuju, sementara ada unsur masyarakat yang tidak setuju.
“Ditingkatkan lagi seleksinya itu. Persyaratannya itu akan kami betul-betul kaji ulang,” terangnya.
Jayani menegaskan bahwa untuk menerapkan fullday school harus dilihat dari berbagai factor, tidak hanya satu faktor saja. Secara khusus, untuk menyikapi SDN 2 Menteng, dia mengatakan bahwa permohonan tersebut juga diminta untuk ditinjau ulang. Mengingat ada banyak sekolah lain yang juga mengajukan permohonan. Sekitar 100 lebih, baik tingkat TK maupun SD, sehingga perlu dilakukan peninjauan lebih lanjut.
“Tolong diseleksi lebih ketat. Kalau misalnya sekolah yang di pinggiran itu cocoknya untuk 6 hari sekolah atau pada umumnya, maka kondisi yang sudah ada jangan diubah lagi. Kalau di kota boleh jadi bisa 5 hari (fullday) karena orang tua yang bekerja ingin mengajak anaknya libur di hari Sabtu. Jadi sekolah-sekolah di kota masih memungkinkan untuk mengajukan peluang 5 hari sekolah, masih kita buka. Tapi dengan catatan kajiannya harus jelas,” tutupnya.(ana/hnd)