26.1 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025

Pemko Tetap Berupaya Memberikan Edukasi dan Imbauan ke Masyarakat untuk Menjauhi Narkoba

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak. Mengajak masyarakat untuk menjauhi narkoba dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kota memiliki keterbatasan dalam hal pemberantasan narkoba, karena hal itu menjadi kewenangan instansi vertikal. Namun, pemerintah daerah tetap berupaya memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat.

“Saya harap masyarakat semakin sadar akan bahaya narkoba dan berperan aktif dalam mencegah penyebarannya, terutama bagi generasi muda,” ujar Arbert, Kamis (27/2/2025).

Terkait pembinaan di daerah Ponton, Arbert menyebut telah terjadi perubahan, meskipun masih dalam skala kecil. Menurutnya, sebagian kecil masyarakat mulai membaur dan tidak lagi mengucilkan diri.

Baca Juga :  Pemko Palangka Raya Percepat Pemulihan Ekonomi

“Kalau dari sepuluh orang, mungkin sekitar 30 persen sudah mulai terbuka. Tapi ini masih bagian kecil, dan tentu kita tidak menyerah,” katanya.

Pemerintah Kota Palangka Raya terus berupaya melakukan pendekatan agar lebih banyak masyarakat yang sadar akan dampak buruk narkoba. Salah satu cara yang dianggap efektif adalah melalui sosialisasi oleh media.

“Justru peran media sangat kita harapkan untuk terus mengedukasi masyarakat. Bahwa narkoba membahayakan masa depan generasi yang akan datang,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah kota juga telah menyiapkan berbagai program pembinaan termasuk bimbingan mental di kawasan yang rawan narkoba, termasuk di Ponton. Kegiatan ini bertujuan memberikan alternatif bagi masyarakat agar memiliki aktivitas yang lebih positif dan produktif, sehingga dapat menghindari lingkungan yang rentan terhadap peredaran narkoba.

Baca Juga :  PPDB 2025 di Palangka Raya Alami Perubahan Signifikan, Ini yang Baru

Namun, Arbert mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan bimbingan mental yang telah diselenggarakan.

“Saya kadang sedih melihat kalau ada bimbingan mental di sana yang hadir hanya ASN. Memang ada dari unsur masyarakat, tapi jumlahnya masih sangat kecil,” ungkapnya.

Ke depan, Pemko Palangka Raya berencana menyelaraskan program pembinaan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. Harapannya, semakin banyak warga yang tertarik mengikuti bimbingan mental, baik dari agama Kristent, Islam maupun Hindu, guna membangun kesadaran kolektif dalam menekan peredaran narkoba dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang. (ndo)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak. Mengajak masyarakat untuk menjauhi narkoba dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kota memiliki keterbatasan dalam hal pemberantasan narkoba, karena hal itu menjadi kewenangan instansi vertikal. Namun, pemerintah daerah tetap berupaya memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat.

“Saya harap masyarakat semakin sadar akan bahaya narkoba dan berperan aktif dalam mencegah penyebarannya, terutama bagi generasi muda,” ujar Arbert, Kamis (27/2/2025).

Terkait pembinaan di daerah Ponton, Arbert menyebut telah terjadi perubahan, meskipun masih dalam skala kecil. Menurutnya, sebagian kecil masyarakat mulai membaur dan tidak lagi mengucilkan diri.

Baca Juga :  Pemko Palangka Raya Percepat Pemulihan Ekonomi

“Kalau dari sepuluh orang, mungkin sekitar 30 persen sudah mulai terbuka. Tapi ini masih bagian kecil, dan tentu kita tidak menyerah,” katanya.

Pemerintah Kota Palangka Raya terus berupaya melakukan pendekatan agar lebih banyak masyarakat yang sadar akan dampak buruk narkoba. Salah satu cara yang dianggap efektif adalah melalui sosialisasi oleh media.

“Justru peran media sangat kita harapkan untuk terus mengedukasi masyarakat. Bahwa narkoba membahayakan masa depan generasi yang akan datang,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah kota juga telah menyiapkan berbagai program pembinaan termasuk bimbingan mental di kawasan yang rawan narkoba, termasuk di Ponton. Kegiatan ini bertujuan memberikan alternatif bagi masyarakat agar memiliki aktivitas yang lebih positif dan produktif, sehingga dapat menghindari lingkungan yang rentan terhadap peredaran narkoba.

Baca Juga :  PPDB 2025 di Palangka Raya Alami Perubahan Signifikan, Ini yang Baru

Namun, Arbert mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan bimbingan mental yang telah diselenggarakan.

“Saya kadang sedih melihat kalau ada bimbingan mental di sana yang hadir hanya ASN. Memang ada dari unsur masyarakat, tapi jumlahnya masih sangat kecil,” ungkapnya.

Ke depan, Pemko Palangka Raya berencana menyelaraskan program pembinaan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. Harapannya, semakin banyak warga yang tertarik mengikuti bimbingan mental, baik dari agama Kristent, Islam maupun Hindu, guna membangun kesadaran kolektif dalam menekan peredaran narkoba dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang. (ndo)

Terpopuler

Artikel Terbaru