25.1 C
Jakarta
Tuesday, February 10, 2026

Dinkes Palangka Raya Catat 215 Kasus DBD, Kelampangan dan Mendawai Jadi Fokus

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2025 tersebar di sejumlah kelurahan dengan tingkat kasus yang relatif tidak signifikan.

“Kalau tersebarnya itu di beberapa kelurahan, ada di Kelampangan, Menteng, dan Langkai, cuma tidak signifikan, meskipun memang ada yang agak banyak di Kelampangan dan kawasan Jalan Mendawai yang jadi fokus,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Palangka Raya, Hendy Fahlevi Diputra, Selasa (27/1/2026).

Dia menjelaskan, sebagian besar wilayah lainnya hanya mencatat satu hingga dua kasus DBD sehingga masih dalam batas yang dapat dikendalikan.

“Yang lain itu ada satu, ada dua saja, untuk yang paling banyak memang di beberapa titik tertentu,” ujarnya.

Baca Juga :  Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Murung Raya

Berdasarkan data Dinkes Kota Palangka Raya, total keseluruhan kasus DBD di Kota Palangka Raya sebanyak 215 kasus dan pada bulan Oktober 2025 yang paling banyak kasusnya sebanyak 34.

“Itu kemarin dari daerah Menteng, Bukit Tunggal, dan Bukit Hindu yang cukup banyak, biasanya memang daerah-daerah perkotaan pusat yang lebih banyak,” lanjutnya.

Dia menambahkan, pola peningkatan kasus DBD umumnya dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama pada masa peralihan musim.

Electronic money exchangers listing

“Biasanya DBD itu terjadi saat pancaroba, antara musim kemarau ke musim hujan, dengan kondisi panas, hujan, panas, hujan, yang mendukung perkembangan nyamuk,” tutupnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2025 tersebar di sejumlah kelurahan dengan tingkat kasus yang relatif tidak signifikan.

“Kalau tersebarnya itu di beberapa kelurahan, ada di Kelampangan, Menteng, dan Langkai, cuma tidak signifikan, meskipun memang ada yang agak banyak di Kelampangan dan kawasan Jalan Mendawai yang jadi fokus,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Palangka Raya, Hendy Fahlevi Diputra, Selasa (27/1/2026).

Dia menjelaskan, sebagian besar wilayah lainnya hanya mencatat satu hingga dua kasus DBD sehingga masih dalam batas yang dapat dikendalikan.

Electronic money exchangers listing

“Yang lain itu ada satu, ada dua saja, untuk yang paling banyak memang di beberapa titik tertentu,” ujarnya.

Baca Juga :  Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Murung Raya

Berdasarkan data Dinkes Kota Palangka Raya, total keseluruhan kasus DBD di Kota Palangka Raya sebanyak 215 kasus dan pada bulan Oktober 2025 yang paling banyak kasusnya sebanyak 34.

“Itu kemarin dari daerah Menteng, Bukit Tunggal, dan Bukit Hindu yang cukup banyak, biasanya memang daerah-daerah perkotaan pusat yang lebih banyak,” lanjutnya.

Dia menambahkan, pola peningkatan kasus DBD umumnya dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama pada masa peralihan musim.

“Biasanya DBD itu terjadi saat pancaroba, antara musim kemarau ke musim hujan, dengan kondisi panas, hujan, panas, hujan, yang mendukung perkembangan nyamuk,” tutupnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru