25.4 C
Jakarta
Tuesday, March 3, 2026

BBPOM Palangka Raya dan Pemkab Pulang Pisau Perkuat Sinergi Keamanan Pangan

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau menggelar Advokasi Lintas Sektor Program Prioritas Nasional guna memperkuat keamanan pangan, Selasa (24/2/2026).

Kepala BBPOM di Palangka Raya, Ali Yudhi Hartanto, menegaskan bahwa keamanan pangan tidak bisa dijalankan secara parsial, melainkan membutuhkan koordinasi lintas sektor agar pengawasan berjalan efektif dari hulu hingga hilir.

“Keamanan pangan harus dikawal bersama. Sinergi antara pemerintah daerah, desa, sekolah, dan pelaku usaha menjadi kunci agar perlindungan masyarakat dapat optimal,” ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Pulang Pisau itu memfokuskan pada tiga pilar utama, yakni Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, serta Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan.

Baca Juga :  Di Barsel, Dempolt Seluas 2 Hektare Dibuka

Dia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk membangun sistem pengawasan pangan yang berkelanjutan di daerah.

“Kami mendorong adanya komitmen nyata, bukan hanya seremoni. Implementasi di lapangan harus terukur dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.

Advokasi ini diikuti ratusan peserta secara luring dan daring, mulai dari kepala desa, calon kader desa, pengelola pasar, kepala sekolah, hingga perwakilan organisasi perangkat daerah dan sektor swasta.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya pangan aman semakin meningkat.

“Kami melihat antusiasme yang tinggi dari peserta. Ini menjadi modal besar untuk membangun kemandirian pangan yang sehat dan bebas dari bahan berbahaya di Kabupaten Pulang Pisau,” tuturnya.

Baca Juga :  Capaian Pembangunan Pulpis Sudah Dirasakan Masyarakat

Dia menambahkan, melalui advokasi lintas sektor ini diharapkan pemerintah daerah mampu mereplikasi program secara mandiri pada tahun-tahun berikutnya.

“Tujuan akhirnya adalah terciptanya ekosistem pangan yang aman, bersih, dan sehat secara berkelanjutan. Jika seluruh pihak konsisten menjalankan perannya, Pulang Pisau berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain dalam penguatan sistem keamanan pangan,” tutupnya. (adr)

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau menggelar Advokasi Lintas Sektor Program Prioritas Nasional guna memperkuat keamanan pangan, Selasa (24/2/2026).

Kepala BBPOM di Palangka Raya, Ali Yudhi Hartanto, menegaskan bahwa keamanan pangan tidak bisa dijalankan secara parsial, melainkan membutuhkan koordinasi lintas sektor agar pengawasan berjalan efektif dari hulu hingga hilir.

“Keamanan pangan harus dikawal bersama. Sinergi antara pemerintah daerah, desa, sekolah, dan pelaku usaha menjadi kunci agar perlindungan masyarakat dapat optimal,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Pulang Pisau itu memfokuskan pada tiga pilar utama, yakni Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, serta Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan.

Baca Juga :  Di Barsel, Dempolt Seluas 2 Hektare Dibuka

Dia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk membangun sistem pengawasan pangan yang berkelanjutan di daerah.

“Kami mendorong adanya komitmen nyata, bukan hanya seremoni. Implementasi di lapangan harus terukur dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.

Advokasi ini diikuti ratusan peserta secara luring dan daring, mulai dari kepala desa, calon kader desa, pengelola pasar, kepala sekolah, hingga perwakilan organisasi perangkat daerah dan sektor swasta.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya pangan aman semakin meningkat.

“Kami melihat antusiasme yang tinggi dari peserta. Ini menjadi modal besar untuk membangun kemandirian pangan yang sehat dan bebas dari bahan berbahaya di Kabupaten Pulang Pisau,” tuturnya.

Baca Juga :  Capaian Pembangunan Pulpis Sudah Dirasakan Masyarakat

Dia menambahkan, melalui advokasi lintas sektor ini diharapkan pemerintah daerah mampu mereplikasi program secara mandiri pada tahun-tahun berikutnya.

“Tujuan akhirnya adalah terciptanya ekosistem pangan yang aman, bersih, dan sehat secara berkelanjutan. Jika seluruh pihak konsisten menjalankan perannya, Pulang Pisau berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain dalam penguatan sistem keamanan pangan,” tutupnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/