32.4 C
Jakarta
Saturday, November 29, 2025

Semarak Delang Hili Lanting Ecofest 2025: 70 Peserta Susuri Riam Sungai di Desa Penyombaan Lamandau

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Delang Hili Lanting Ecofest 2025 sukses digelar dengan 70 peserta yang berasal dari Otoritas Daerah (OPD), wisatawan asing dan masyarakat umum.

Kegiatan yang, Sabtu (29/11) hari ini membawakan pengalaman wisata petualangan berbasis alam yang unik. Peserta dibawa menyusuri riam dan aliran sungai dengan menggunakan lanting (rakit bambu) yang menjadi ciri khas festival tahunan ini.

Festival yang juga dikenal dengan nama “Balayah Lanting” ini memang telah menjadi agenda tahunan yang sangat dinanti oleh masyarakat Kecamatan Delang dan sekitarnya.

Kegiatannya yang berfokus pada interaksi dengan alam melalui perjalanan menggunakan rakit bambu, tidak hanya menjadi sarana hiburan saja, tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan ekosistem sungai dan lingkungan sekitar.

Seluruh 70 peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing mengendarai lanting yang dipersiapkan dengan hati-hati oleh panitia. Setiap lanting dihiasi dengan anyaman daun segar, tradisional dayak, dan lambang-lambang yang melambangkan keberlanjutan alam selaras dengan tema “Ecofest” yang diusung tahun ini.

Baca Juga :  Wujud Ketahanan Pangan, Warga di Lamandau Mendapat Bantuan Tanaman Cabai

Perjalanan dimulai dari titik awal di tepi Sungai Delang, tepat di pinggir Desa Penyombaan, dan berlanjut menyusuri aliran sungai yang membelok-belok serta melintasi beberapa riam yang menyenangkan.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra, mengungkapkan bahwa peserta kegiatan kali ini cukup meningkat. Banyak yang menunjukkan minat masyarakat dan lembaga pemerintah terhadap acara ini terus berkembang.

Electronic money exchangers listing

“Kita senang banget bisa menerima 70 peserta, termasuk dari berbagai OPD dan Wisatawan Asing yang aktif berpartisipasi. Ini membuktikan bahwa festival Hili Lanting tidak hanya dihargai oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh lembaga pemerintah sebagai sarana untuk mempererat hubungan dan mendukung pariwisata ekologis,” ujarnya.

Selama perjalanan menyusuri sungai, peserta disuguhi pemandangan alam yang indah – hutan hujan yang rimbun, burung-burung yang berkicau, dan air sungai yang jernih.

Beberapa peserta bahkan sempat berhenti di tepi sungai untuk melihat keindahan riam dan berinteraksi dengan warga lokal yang datang menyaksikan acara. Antusiasme peserta terlihat jelas, dengan banyak yang senang, berteriak meriah, dan berbagi momen melalui foto dan video. Salah satu peserta dari OPD Kabupaten Lamandau, Maita  (35) misalnya. Ia menyampaikan pengalaman barunya yang luar biasa.

Baca Juga :  Nataru di Lamandau Dipastikan Aman dan Lancar

“Ini adalah pengalaman pertama saya menyusuri sungai dengan lanting. Sangat menyenangkan dan menenangkan. Kita bisa merasakan kedekatan dengan alam dan melihat keindahan Kabupaten Lamandau yang belum banyak dikenal orang,” katanya.

Semua acara ini dihadiri oleh ribuan warga dan wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah bahkan dari luar negeri.

Acara yang berlangsung selama dua hari penuh ini, diakhiri dengan penutupan dan pemberian piagam kepada peserta yang berpartisipasi. Semua peserta dan hadirin pulang dengan hati yang senang dan ingatan indah tentang perjalanan menyusuri riam sungai menggunakan lanting, sekaligus kesadaran yang lebih dalam tentang pentingnya melestarikan alam untuk masa depan. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Delang Hili Lanting Ecofest 2025 sukses digelar dengan 70 peserta yang berasal dari Otoritas Daerah (OPD), wisatawan asing dan masyarakat umum.

Kegiatan yang, Sabtu (29/11) hari ini membawakan pengalaman wisata petualangan berbasis alam yang unik. Peserta dibawa menyusuri riam dan aliran sungai dengan menggunakan lanting (rakit bambu) yang menjadi ciri khas festival tahunan ini.

Festival yang juga dikenal dengan nama “Balayah Lanting” ini memang telah menjadi agenda tahunan yang sangat dinanti oleh masyarakat Kecamatan Delang dan sekitarnya.

Electronic money exchangers listing

Kegiatannya yang berfokus pada interaksi dengan alam melalui perjalanan menggunakan rakit bambu, tidak hanya menjadi sarana hiburan saja, tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan ekosistem sungai dan lingkungan sekitar.

Seluruh 70 peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing mengendarai lanting yang dipersiapkan dengan hati-hati oleh panitia. Setiap lanting dihiasi dengan anyaman daun segar, tradisional dayak, dan lambang-lambang yang melambangkan keberlanjutan alam selaras dengan tema “Ecofest” yang diusung tahun ini.

Baca Juga :  Wujud Ketahanan Pangan, Warga di Lamandau Mendapat Bantuan Tanaman Cabai

Perjalanan dimulai dari titik awal di tepi Sungai Delang, tepat di pinggir Desa Penyombaan, dan berlanjut menyusuri aliran sungai yang membelok-belok serta melintasi beberapa riam yang menyenangkan.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra, mengungkapkan bahwa peserta kegiatan kali ini cukup meningkat. Banyak yang menunjukkan minat masyarakat dan lembaga pemerintah terhadap acara ini terus berkembang.

“Kita senang banget bisa menerima 70 peserta, termasuk dari berbagai OPD dan Wisatawan Asing yang aktif berpartisipasi. Ini membuktikan bahwa festival Hili Lanting tidak hanya dihargai oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh lembaga pemerintah sebagai sarana untuk mempererat hubungan dan mendukung pariwisata ekologis,” ujarnya.

Selama perjalanan menyusuri sungai, peserta disuguhi pemandangan alam yang indah – hutan hujan yang rimbun, burung-burung yang berkicau, dan air sungai yang jernih.

Beberapa peserta bahkan sempat berhenti di tepi sungai untuk melihat keindahan riam dan berinteraksi dengan warga lokal yang datang menyaksikan acara. Antusiasme peserta terlihat jelas, dengan banyak yang senang, berteriak meriah, dan berbagi momen melalui foto dan video. Salah satu peserta dari OPD Kabupaten Lamandau, Maita  (35) misalnya. Ia menyampaikan pengalaman barunya yang luar biasa.

Baca Juga :  Nataru di Lamandau Dipastikan Aman dan Lancar

“Ini adalah pengalaman pertama saya menyusuri sungai dengan lanting. Sangat menyenangkan dan menenangkan. Kita bisa merasakan kedekatan dengan alam dan melihat keindahan Kabupaten Lamandau yang belum banyak dikenal orang,” katanya.

Semua acara ini dihadiri oleh ribuan warga dan wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah bahkan dari luar negeri.

Acara yang berlangsung selama dua hari penuh ini, diakhiri dengan penutupan dan pemberian piagam kepada peserta yang berpartisipasi. Semua peserta dan hadirin pulang dengan hati yang senang dan ingatan indah tentang perjalanan menyusuri riam sungai menggunakan lanting, sekaligus kesadaran yang lebih dalam tentang pentingnya melestarikan alam untuk masa depan. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru