26.3 C
Jakarta
Monday, May 20, 2024
spot_img

WASPADA! Akun Palsu untuk Minta Sumbangan, Mengatasnamakan Bupati dan Wabup Kotim

SAMPIT, PROKALTENG.CO-Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dimbau untuk waspada terhadap akun dimedia sosial baik itu whatsapp (WA), Fecebook, dan Instagram maupun lainnya yang mengatasnamakan nama Bupati Kotim H.Halikinnor yang muncul belum lama ini. Akun tersebut menggunakan foto profil Bupati Kotim mengenakan pakaian dinas upacara (PDU).

“Saya mengimbau sekaligus meminta kepada masyarakat di Kabupaten Kotim agar waspada terhadap akun palsu yang mengatasnamakan pejabat daerah di media sosial karena berpotensi melakukan penipuan, seperti ada  akun palsu mengunakan nama saya dan wakil bupati, yang dibuat sama orang yang tidak bertanggung jawab, untuk meminta sumbangan, tolong masyarakat jangan percaya itu,” kata Bupati Kabupaten Kotim H.Halikinnor, Selasa (6/3).

Dirinya mengatakan, Sudah beberapa kali namanya  dan wakil bupati dicatut oleh akun palsu untuk meminta sumbangan ke masyarakat dengan dalih dana sumbangan tersebut akan disalurkan untuk membantu pihak tertentu. Bahkan, oknum yang menggunakan akun palsu tersebut menyertakan foto bukti transfer yang sudah diedit untuk meyakinkan sasarannya.

Baca Juga :  Buat Kebun Penyangga Ketahanan Pangan Menanggulangi Inflasi

“Saya tenegaskan bahwa saya tidak pernah meminta sumbangan ke masyarakat melalui akun media sosial maupun pesan pribadi. kalau saya yang berikan bantuan secara pribadi akan saya sampaikan baik-baik, bukan melalui media  sosial, jadi saya minta  masyarakat harus hati-hati jangan sampai  tertipu terhadap akun mengatasnamakan saya,” ucap Halikin.

Di era teknologi yang serba canggih seperti sekarang ini potensi terjadinya kejahatan siber meningkat, maka masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, dan menambah wawasan pengetahuan terkait teknologi agar tidak mudah tertipu terhadap kejahatan siber yang semakin banyak dimedia sosial.

“Saya juga mengimbau masyarakat Kabupaten Kotim agar bijak dalam menggunakan media sosial, sehingga tidak melanggar undang-undang ITE atau aturan hukum yang berlaku,” imbau Halikin.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotim Marjuki melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Agus Pria Dany menyampaikan bahwa akun palsu yang mengatasnamakan pejabat daerah, terutama bupati sering ditemui di media sosial, di tahun  2024 ini, sudah dua akun palsu yang mengatasnamakan bupati.

Baca Juga :  Pertama di Indonesia, Kotim akan Punya Terowongan Cahaya

“Berdasarkan sejumlah kasus akun palsu yang telah ditangani kami mendapati modus oknum pembuat akun palsu yang kerap menggunakan nama dan foto yang sama, dengan akun yang sama itu oknum tersebut ingin memberikan kesan kepada pengguna media sosial lainnya bahwa akun tersebut selalu ada dan asli, sehingga bisa meyakinkan sasaran penipuan,” kata Agus

Menurutnya setiap ada akun palsu yang mengatasnamakan bupati akan langsung dilaporkan dan diblokir, Pihaknya meperkirakan sistem di kementerian tidak dapat mendeteksi akun yang sama agar otomatis terblokir, jadi setiap ada akun palsu harus pihaknya laporkan dulu baru dapat diblokir.

“Ketika kami menemukan akun palsu yang mengatasnamakan pejabat daerah ada beberapa tindakan yang kami lakukan, seperti  menyampaikan informasi melalui akun media sosial maupun laman resmi Diskominfo dan mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap akun palsu. dan juga melaporkan akun palsu ke kanal pengaduan yang telah disediakan Kemenkominfo agar akun tersebut diblokir,” tutupnya.(bah/kpg)

 

SAMPIT, PROKALTENG.CO-Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dimbau untuk waspada terhadap akun dimedia sosial baik itu whatsapp (WA), Fecebook, dan Instagram maupun lainnya yang mengatasnamakan nama Bupati Kotim H.Halikinnor yang muncul belum lama ini. Akun tersebut menggunakan foto profil Bupati Kotim mengenakan pakaian dinas upacara (PDU).

“Saya mengimbau sekaligus meminta kepada masyarakat di Kabupaten Kotim agar waspada terhadap akun palsu yang mengatasnamakan pejabat daerah di media sosial karena berpotensi melakukan penipuan, seperti ada  akun palsu mengunakan nama saya dan wakil bupati, yang dibuat sama orang yang tidak bertanggung jawab, untuk meminta sumbangan, tolong masyarakat jangan percaya itu,” kata Bupati Kabupaten Kotim H.Halikinnor, Selasa (6/3).

Dirinya mengatakan, Sudah beberapa kali namanya  dan wakil bupati dicatut oleh akun palsu untuk meminta sumbangan ke masyarakat dengan dalih dana sumbangan tersebut akan disalurkan untuk membantu pihak tertentu. Bahkan, oknum yang menggunakan akun palsu tersebut menyertakan foto bukti transfer yang sudah diedit untuk meyakinkan sasarannya.

Baca Juga :  Buat Kebun Penyangga Ketahanan Pangan Menanggulangi Inflasi

“Saya tenegaskan bahwa saya tidak pernah meminta sumbangan ke masyarakat melalui akun media sosial maupun pesan pribadi. kalau saya yang berikan bantuan secara pribadi akan saya sampaikan baik-baik, bukan melalui media  sosial, jadi saya minta  masyarakat harus hati-hati jangan sampai  tertipu terhadap akun mengatasnamakan saya,” ucap Halikin.

Di era teknologi yang serba canggih seperti sekarang ini potensi terjadinya kejahatan siber meningkat, maka masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, dan menambah wawasan pengetahuan terkait teknologi agar tidak mudah tertipu terhadap kejahatan siber yang semakin banyak dimedia sosial.

“Saya juga mengimbau masyarakat Kabupaten Kotim agar bijak dalam menggunakan media sosial, sehingga tidak melanggar undang-undang ITE atau aturan hukum yang berlaku,” imbau Halikin.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotim Marjuki melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Agus Pria Dany menyampaikan bahwa akun palsu yang mengatasnamakan pejabat daerah, terutama bupati sering ditemui di media sosial, di tahun  2024 ini, sudah dua akun palsu yang mengatasnamakan bupati.

Baca Juga :  Pertama di Indonesia, Kotim akan Punya Terowongan Cahaya

“Berdasarkan sejumlah kasus akun palsu yang telah ditangani kami mendapati modus oknum pembuat akun palsu yang kerap menggunakan nama dan foto yang sama, dengan akun yang sama itu oknum tersebut ingin memberikan kesan kepada pengguna media sosial lainnya bahwa akun tersebut selalu ada dan asli, sehingga bisa meyakinkan sasaran penipuan,” kata Agus

Menurutnya setiap ada akun palsu yang mengatasnamakan bupati akan langsung dilaporkan dan diblokir, Pihaknya meperkirakan sistem di kementerian tidak dapat mendeteksi akun yang sama agar otomatis terblokir, jadi setiap ada akun palsu harus pihaknya laporkan dulu baru dapat diblokir.

“Ketika kami menemukan akun palsu yang mengatasnamakan pejabat daerah ada beberapa tindakan yang kami lakukan, seperti  menyampaikan informasi melalui akun media sosial maupun laman resmi Diskominfo dan mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap akun palsu. dan juga melaporkan akun palsu ke kanal pengaduan yang telah disediakan Kemenkominfo agar akun tersebut diblokir,” tutupnya.(bah/kpg)

 

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru