28 C
Jakarta
Monday, February 2, 2026

KDM Ngamuk Gegara Pedagang Es Viral Tak Jujur, Soal Rumah Bikin Gubernur Jabar Menggebrak Meja

PROKALTENG.CO – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) meluapkan kemarahan saat menemui Suderajat, pedagang es kue yang sebelumnya viral karena mengaku diintimidasi oknum aparat. Emosi KDM memuncak setelah menemukan sejumlah keterangan Suderajat dinilai tidak sesuai fakta, terutama soal kondisi tempat tinggal yang disebut-sebut masih mengontrak.

KDM yang awalnya bersimpati karena mengira Suderajat hidup serba kekurangan, justru dibuat kecewa setelah mengetahui pedagang es gabus asal Bojong Gede, Kabupaten Bogor itu ternyata memiliki rumah pribadi dan pernah menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Fakta ini terungkap saat KDM memverifikasi langsung ke lingkungan tempat tinggal Suderajat.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua RW setempat menegaskan bahwa rumah yang ditempati Suderajat bukan rumah kontrakan, melainkan milik sendiri.

“Rumah sendiri, Pak. Tanahnya juga tanah sendiri,” ujar Ketua RW di hadapan KDM, dikutip dari kanal YouTube Dedi Mulyadi, Jumat (30/1).

Baca Juga :  Seluruh Proses Perizinan Bakal Diambilalih BKPM

Mendengar penjelasan itu, KDM langsung bereaksi keras. Ia menggebrak meja dan mempertanyakan alasan Suderajat terus menyampaikan keterangan yang berbeda dengan fakta di lapangan.

“Babeh bilangnya ngontrak. Bohong sih! Kenapa bohong terus?” kata KDM dengan nada tinggi.

Ketua RW kemudian menjelaskan bahwa rumah tersebut dibeli oleh almarhum orang tua Suderajat sekitar tahun 2007 dengan kisaran harga Rp 35–40 juta. Penjelasan ini makin menguatkan kekecewaan KDM.

Electronic money exchangers listing

Suderajat pun berulang kali meminta maaf. Ia berdalih rumahnya sempat rusak parah dan pernah mendapat bantuan Rutilahu. Namun, alasan itu tak cukup meredakan emosi KDM.

Menurut KDM, persoalan utamanya bukan soal kondisi ekonomi, melainkan soal kejujuran. Ia menyinggung pengakuan Suderajat yang sebelumnya mengklaim hanya menerima warisan uang Rp 200 ribu dari orang tuanya.

“Orang tua sudah ngasih rumah, tapi Babeh bilangnya enggak dikasih, cuma Rp 200 ribu. Habis itu orang tuanya beli rumah di Bogor, dijual sama saudaranya,” tegas KDM.

Baca Juga :  Makin Stabil, Bu Risma Sudah Bisa Berkomunikasi

Ia menekankan, kebohongan tidak boleh dibiasakan, apalagi saat seseorang sedang meminta simpati dan pertolongan.

“Kalau sama saya mah enggak ada masalah. Tapi Babeh berdosa sama orang tuanya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Suderajat, 49, menjadi sorotan publik setelah mengaku mendapat intimidasi dari oknum aparat saat berjualan es kue atau es gabus di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Ia menyebut dipaksa oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang Heri untuk mengakui bahwa es kue dagangannya terbuat dari bahan spons.

“Saya dagang es kue. Kejadiannya jam 10. Saya disuruh ngaku es kue dari spons bedak,” kata Suderajat, dikutip dari Radar Bogor (JawaPos Group), Selasa (27/1). (jpg)

PROKALTENG.CO – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) meluapkan kemarahan saat menemui Suderajat, pedagang es kue yang sebelumnya viral karena mengaku diintimidasi oknum aparat. Emosi KDM memuncak setelah menemukan sejumlah keterangan Suderajat dinilai tidak sesuai fakta, terutama soal kondisi tempat tinggal yang disebut-sebut masih mengontrak.

KDM yang awalnya bersimpati karena mengira Suderajat hidup serba kekurangan, justru dibuat kecewa setelah mengetahui pedagang es gabus asal Bojong Gede, Kabupaten Bogor itu ternyata memiliki rumah pribadi dan pernah menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Fakta ini terungkap saat KDM memverifikasi langsung ke lingkungan tempat tinggal Suderajat.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua RW setempat menegaskan bahwa rumah yang ditempati Suderajat bukan rumah kontrakan, melainkan milik sendiri.

Electronic money exchangers listing

“Rumah sendiri, Pak. Tanahnya juga tanah sendiri,” ujar Ketua RW di hadapan KDM, dikutip dari kanal YouTube Dedi Mulyadi, Jumat (30/1).

Baca Juga :  Seluruh Proses Perizinan Bakal Diambilalih BKPM

Mendengar penjelasan itu, KDM langsung bereaksi keras. Ia menggebrak meja dan mempertanyakan alasan Suderajat terus menyampaikan keterangan yang berbeda dengan fakta di lapangan.

“Babeh bilangnya ngontrak. Bohong sih! Kenapa bohong terus?” kata KDM dengan nada tinggi.

Ketua RW kemudian menjelaskan bahwa rumah tersebut dibeli oleh almarhum orang tua Suderajat sekitar tahun 2007 dengan kisaran harga Rp 35–40 juta. Penjelasan ini makin menguatkan kekecewaan KDM.

Suderajat pun berulang kali meminta maaf. Ia berdalih rumahnya sempat rusak parah dan pernah mendapat bantuan Rutilahu. Namun, alasan itu tak cukup meredakan emosi KDM.

Menurut KDM, persoalan utamanya bukan soal kondisi ekonomi, melainkan soal kejujuran. Ia menyinggung pengakuan Suderajat yang sebelumnya mengklaim hanya menerima warisan uang Rp 200 ribu dari orang tuanya.

“Orang tua sudah ngasih rumah, tapi Babeh bilangnya enggak dikasih, cuma Rp 200 ribu. Habis itu orang tuanya beli rumah di Bogor, dijual sama saudaranya,” tegas KDM.

Baca Juga :  Makin Stabil, Bu Risma Sudah Bisa Berkomunikasi

Ia menekankan, kebohongan tidak boleh dibiasakan, apalagi saat seseorang sedang meminta simpati dan pertolongan.

“Kalau sama saya mah enggak ada masalah. Tapi Babeh berdosa sama orang tuanya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Suderajat, 49, menjadi sorotan publik setelah mengaku mendapat intimidasi dari oknum aparat saat berjualan es kue atau es gabus di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Ia menyebut dipaksa oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang Heri untuk mengakui bahwa es kue dagangannya terbuat dari bahan spons.

“Saya dagang es kue. Kejadiannya jam 10. Saya disuruh ngaku es kue dari spons bedak,” kata Suderajat, dikutip dari Radar Bogor (JawaPos Group), Selasa (27/1). (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru