22.4 C
Jakarta
Friday, January 30, 2026

Tragedi Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, Puluhan Jenazah Ditemukan, Lainnya Masih Hilang

PROKALTENG.CO– Longsor besar yang menerjang kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1) dini hari pukul 03.00 WIB, memakan puluhan korban jiwa dan puluhan lainnya masih hilang.

Peristiwa yang menimpa Kampung Pasir Kuda dan Pasir Kuning, Desa Pasirlangu ini juga menimbun 23 anggota Marinir yang saat itu sedang melaksanakan latihan pratugas.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menjelaskan bahwa para prajurit tengah menjalani latihan persiapan pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini.

“Karena mereka sedang melaksanakan latihan pratugas untuk dikirim ke pengamanan perbatasan RI-PNG, memang dilaksanakan latihan di sana,” kata Ali seusai rapat bersama Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Senin (26/1).

Ali menambahkan, kondisi cuaca di lokasi latihan saat itu diguyur hujan lebat selama hampir dua malam berturut-turut.

Baca Juga :  27 Warga Diduga Tertimbun Longsor Banjarnegara, Ratusan Mengungsi, Tim SAR Lakukan Pencarian

“Saat itu kondisi hujan lebat, mungkin itu mengakibatkan longsor dan menimpa satu desa, kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana,” ujarnya.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Electronic money exchangers listing

Hingga hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan masih berupaya menemukan korban. Ali menyebutkan bahwa empat prajurit telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Saat ini sudah diketemukan baru empat personel dalam kondisi meninggal dunia, lainnya belum ditemukan. Pencarian terus dilakukan dengan bantuan drone, thermal, dan anjing pelacak,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa Posko Disaster Victim Identification (DVI) menerima 9 kantong jenazah pada hari ketiga. “Rinciannya yakni 8 jenazah dan 1 bagian tubuh,” kata Hendra.

Baca Juga :  4 Penambang di Kapuas Tertimbun Longsor, Nyawanya Tak Tertolong

Sejak hari pertama operasi pencarian, total kantong jenazah yang diterima Posko DVI mencapai 34 kantong. “Dari total 34 kantong jenazah itu, 20 sudah teridentifikasi. Masih ada 14 jenazah lagi yang sedang diidentifikasi,” tambahnya.

Hendra menjelaskan bahwa proses identifikasi cukup sulit karena beberapa jasad ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

“Apabila diperlukan DNA, maka ada proses perbandingan dengan keluarganya. Ada juga kemungkinan bagian tubuh masih bisa dikenali melalui sidik jari. Namun untuk bagian tertentu memang kami mengalami kesulitan,” ujarnya.

Sebagian kantong jenazah dikirim ke RSUD Cibabat dan RS Sartika Asih untuk pemeriksaan DNA, sementara sisanya tetap berada di Posko DVI untuk proses postmortem dan antemortem. (dtk/nur/jpg)

 

 

PROKALTENG.CO– Longsor besar yang menerjang kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1) dini hari pukul 03.00 WIB, memakan puluhan korban jiwa dan puluhan lainnya masih hilang.

Peristiwa yang menimpa Kampung Pasir Kuda dan Pasir Kuning, Desa Pasirlangu ini juga menimbun 23 anggota Marinir yang saat itu sedang melaksanakan latihan pratugas.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menjelaskan bahwa para prajurit tengah menjalani latihan persiapan pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini.

Electronic money exchangers listing

“Karena mereka sedang melaksanakan latihan pratugas untuk dikirim ke pengamanan perbatasan RI-PNG, memang dilaksanakan latihan di sana,” kata Ali seusai rapat bersama Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Senin (26/1).

Ali menambahkan, kondisi cuaca di lokasi latihan saat itu diguyur hujan lebat selama hampir dua malam berturut-turut.

Baca Juga :  27 Warga Diduga Tertimbun Longsor Banjarnegara, Ratusan Mengungsi, Tim SAR Lakukan Pencarian

“Saat itu kondisi hujan lebat, mungkin itu mengakibatkan longsor dan menimpa satu desa, kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana,” ujarnya.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Hingga hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan masih berupaya menemukan korban. Ali menyebutkan bahwa empat prajurit telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Saat ini sudah diketemukan baru empat personel dalam kondisi meninggal dunia, lainnya belum ditemukan. Pencarian terus dilakukan dengan bantuan drone, thermal, dan anjing pelacak,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa Posko Disaster Victim Identification (DVI) menerima 9 kantong jenazah pada hari ketiga. “Rinciannya yakni 8 jenazah dan 1 bagian tubuh,” kata Hendra.

Baca Juga :  4 Penambang di Kapuas Tertimbun Longsor, Nyawanya Tak Tertolong

Sejak hari pertama operasi pencarian, total kantong jenazah yang diterima Posko DVI mencapai 34 kantong. “Dari total 34 kantong jenazah itu, 20 sudah teridentifikasi. Masih ada 14 jenazah lagi yang sedang diidentifikasi,” tambahnya.

Hendra menjelaskan bahwa proses identifikasi cukup sulit karena beberapa jasad ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

“Apabila diperlukan DNA, maka ada proses perbandingan dengan keluarganya. Ada juga kemungkinan bagian tubuh masih bisa dikenali melalui sidik jari. Namun untuk bagian tertentu memang kami mengalami kesulitan,” ujarnya.

Sebagian kantong jenazah dikirim ke RSUD Cibabat dan RS Sartika Asih untuk pemeriksaan DNA, sementara sisanya tetap berada di Posko DVI untuk proses postmortem dan antemortem. (dtk/nur/jpg)

 

 

Terpopuler

Artikel Terbaru