26.5 C
Jakarta
Saturday, February 28, 2026

Oposisi Iran Klaim Intervensi Kemanusiaan Targetkan Aparat Penindas

PROKALTENG.CO – Tokoh oposisi utama Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, mengirimkan pesan kuat di tengah situasi panas yang menyelimuti Teheran. Pahlavi menegaskan bahwa momen krusial untuk mengakhiri rezim Republik Islam telah tiba, didukung oleh bantuan internasional yang mulai mengalir.

Melalui sosial media X miliknya, putra mendiang Shah Iran ini menyoroti bahwa intervensi yang terjadi saat ini bukanlah serangan terhadap kedaulatan negara, melainkan upaya kemanusiaan untuk melumpuhkan “mesin pembunuh” penguasa saat ini.

Pahlavi mengungkapkan bahwa dukungan yang dijanjikan oleh Amerika Serikat kini telah menjadi kenyataan. Namun, ia menekankan bahwa nasib akhir bangsa tetap berada di tangan rakyat Iran sendiri.

“Bantuan yang dijanjikan Presiden Amerika Serikat kepada rakyat Iran yang gagah berani kini telah tiba. Ini adalah intervensi kemanusiaan; dan sasarannya adalah Republik Islam aparatus penindasannya, dan mesin pembunuhnya; bukan negara dan bangsa Iran yang agung,” ujar Pahlavi dikutip Sabtu (28/2).

Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa kemenangan sudah di depan mata. “Namun, terlepas dari bantuan ini kemenangan akhir tetap akan menjadi milik kita. Kitalah, rakyat Iran, yang akan menyelesaikan tugas dalam pertempuran terakhir ini. Waktu untuk kembali turun ke jalan sudah dekat,” tegasnya.

Baca Juga :  Diduduki Ribuan Demonstran, Bandara Hong Kong Lumpuh

 

Seiring dengan goyahnya stabilitas rezim, Pahlavi memberikan pilihan sulit bagi aparat keamanan Iran. Ia meminta militer untuk mengingat sumpah setia mereka kepada tanah air, bukan kepada penguasa.

Electronic money exchangers listing

Seiring dengan goyahnya stabilitas rezim, Pahlavi memberikan pilihan sulit bagi aparat keamanan Iran. Ia meminta militer untuk mengingat sumpah setia mereka kepada tanah air, bukan kepada penguasa.

“Anda telah bersumpah untuk menjadi pelindung lran dan bangsa Iran, bukan pelindung Republik Islam dan para pemimpinnya. Tugas Anda adalah membela rakyat, bukan membela rezim yang telah menyandera tanah air kita melalui penindasan dan kejahatan. Bergabunglah dengan bangsa ini dan bantu memastikan transisi yang stabil dan aman. Jika tidak, Anda akan tenggelam bersama kapal Khamenei dan rezimnya yang rusak,” katanya.

Baca Juga :  Pesawat Penumpang Jatuh di Area Permukiman, Seluruh Awak dan Puluhan Penumpang Meninggal

Di sisi lain, Pahlavi juga menyampaikan pesan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan namun memberikan catatan penting terkait keselamatan warga sipil di tengah konflik yang memanas.

“Bangsa Iran yang mulia, meskipun menghadapi penindasan dan pembunuhan brutal dari rezim ini, telah berdiri teguh selama hampir dua bulan. Sekarang saya meminta Anda untuk berhati-hati sepenuhnya untuk melindungi nyawa warga sipil dan sesama warga negara saya,” tuturnya.

Pahlavi meminta warga Iran untuk tetap tenang namun bersiap untuk aksi puncak. Ia mengimbau masyarakat untuk memantau instruksi selanjutnya melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk gelombang radio jika akses internet diputus oleh pemerintah.

“Saya meminta Anda untuk tetap berada di rumah untuk saat ini dan menjaga kedamaian serta keamanan Anda. Tetap waspada dan siap untuk kembali ke jalanan untuk tindakan akhir pada waktu yang tepat, yang akan saya informasikan kepada Anda secara rinci,” imbuh Pahlavi. (jpc)

PROKALTENG.CO – Tokoh oposisi utama Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, mengirimkan pesan kuat di tengah situasi panas yang menyelimuti Teheran. Pahlavi menegaskan bahwa momen krusial untuk mengakhiri rezim Republik Islam telah tiba, didukung oleh bantuan internasional yang mulai mengalir.

Melalui sosial media X miliknya, putra mendiang Shah Iran ini menyoroti bahwa intervensi yang terjadi saat ini bukanlah serangan terhadap kedaulatan negara, melainkan upaya kemanusiaan untuk melumpuhkan “mesin pembunuh” penguasa saat ini.

Pahlavi mengungkapkan bahwa dukungan yang dijanjikan oleh Amerika Serikat kini telah menjadi kenyataan. Namun, ia menekankan bahwa nasib akhir bangsa tetap berada di tangan rakyat Iran sendiri.

Electronic money exchangers listing

“Bantuan yang dijanjikan Presiden Amerika Serikat kepada rakyat Iran yang gagah berani kini telah tiba. Ini adalah intervensi kemanusiaan; dan sasarannya adalah Republik Islam aparatus penindasannya, dan mesin pembunuhnya; bukan negara dan bangsa Iran yang agung,” ujar Pahlavi dikutip Sabtu (28/2).

Ia juga menambahkan keyakinannya bahwa kemenangan sudah di depan mata. “Namun, terlepas dari bantuan ini kemenangan akhir tetap akan menjadi milik kita. Kitalah, rakyat Iran, yang akan menyelesaikan tugas dalam pertempuran terakhir ini. Waktu untuk kembali turun ke jalan sudah dekat,” tegasnya.

Baca Juga :  Diduduki Ribuan Demonstran, Bandara Hong Kong Lumpuh

 

Seiring dengan goyahnya stabilitas rezim, Pahlavi memberikan pilihan sulit bagi aparat keamanan Iran. Ia meminta militer untuk mengingat sumpah setia mereka kepada tanah air, bukan kepada penguasa.

Seiring dengan goyahnya stabilitas rezim, Pahlavi memberikan pilihan sulit bagi aparat keamanan Iran. Ia meminta militer untuk mengingat sumpah setia mereka kepada tanah air, bukan kepada penguasa.

“Anda telah bersumpah untuk menjadi pelindung lran dan bangsa Iran, bukan pelindung Republik Islam dan para pemimpinnya. Tugas Anda adalah membela rakyat, bukan membela rezim yang telah menyandera tanah air kita melalui penindasan dan kejahatan. Bergabunglah dengan bangsa ini dan bantu memastikan transisi yang stabil dan aman. Jika tidak, Anda akan tenggelam bersama kapal Khamenei dan rezimnya yang rusak,” katanya.

Baca Juga :  Pesawat Penumpang Jatuh di Area Permukiman, Seluruh Awak dan Puluhan Penumpang Meninggal

Di sisi lain, Pahlavi juga menyampaikan pesan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan namun memberikan catatan penting terkait keselamatan warga sipil di tengah konflik yang memanas.

“Bangsa Iran yang mulia, meskipun menghadapi penindasan dan pembunuhan brutal dari rezim ini, telah berdiri teguh selama hampir dua bulan. Sekarang saya meminta Anda untuk berhati-hati sepenuhnya untuk melindungi nyawa warga sipil dan sesama warga negara saya,” tuturnya.

Pahlavi meminta warga Iran untuk tetap tenang namun bersiap untuk aksi puncak. Ia mengimbau masyarakat untuk memantau instruksi selanjutnya melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk gelombang radio jika akses internet diputus oleh pemerintah.

“Saya meminta Anda untuk tetap berada di rumah untuk saat ini dan menjaga kedamaian serta keamanan Anda. Tetap waspada dan siap untuk kembali ke jalanan untuk tindakan akhir pada waktu yang tepat, yang akan saya informasikan kepada Anda secara rinci,” imbuh Pahlavi. (jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/