31.9 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Alasan Kaum Urban Lebih Suka Berbelanja Lewat Genggaman

Masyarakat urban
memiliki kesibukan yang dinamis, namun tetap punya hasrat untuk berbelanja. Di
tengah kesibukan yang padat, berbelanja menggunakan aplikasi belanja online
dinilai lebih efisien. Selain itu meningkatkan kenyamanan dan pengalaman
berbelanja.

Dilansir dari Net Imperative,
Jumat (23/8), konsumen di Amerika Serikat paling banyak berbelanja online
dengan aplikasi berupa makanan dan minuman (61 persen), pakaian (35 persen),
dan toko serba ada (33 persen). Data survei baru yang dirilis oleh Visual
Objects, sebuah situs web portofolio, kebanyakan orang (79 persen) lebih suka
menggunakan aplikasi belanja saat di rumah.

Data Visual Objects
mendukung temuan dari survei lain yang menemukan pertumbuhan jumlah aplikasi
ritel pada smartphone rata-rata dua kali lipat dalam setahun terakhir.
Orang-orang menggunakan aplikasi ritel untuk menambah keuntungan dan kenyamanan
bagi pengalaman berbelanja.

Baca Juga :  Rohingya Entitas yang Tak Pernah Ada

Hampir 80 persen
menggunakan aplikasi belanja saat mereka di rumah. Visual Objects mensurvei 501
pengguna smartphone yang menggunakan aplikasi ritel setidaknya sekali dalam
sebulan.

Terkait belanja lewat
genggaman atau online, Digital Business Strategy Lippo Mall Indonesia, Gebreine
Jessyca, memberikan pandangannya. “Belanja lewat online selain mudah juga ada
keuntungan bagi konsumen. Itu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi
pengunjung,” kata Gebreine Jessyca kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Jessyca sekali lagi
menegaskan bahwa berbelanja dengan aplikasi lebih disukai konsumen saat ini
karena tak hanya menjadi lebih mudah, tetapi juga lebih untung. Banyak
fitur-fitur yang memanjakan konsumen. Selain itu, konsumen juga bisa mengikuti
inovasi teknologi terbaru sesuai perkembangan era digital.(jpg)

Baca Juga :  Hotel Tempat Karantina Ambruk, 70 Pasien Suspect Virus Corona Tertimbu

 

Masyarakat urban
memiliki kesibukan yang dinamis, namun tetap punya hasrat untuk berbelanja. Di
tengah kesibukan yang padat, berbelanja menggunakan aplikasi belanja online
dinilai lebih efisien. Selain itu meningkatkan kenyamanan dan pengalaman
berbelanja.

Dilansir dari Net Imperative,
Jumat (23/8), konsumen di Amerika Serikat paling banyak berbelanja online
dengan aplikasi berupa makanan dan minuman (61 persen), pakaian (35 persen),
dan toko serba ada (33 persen). Data survei baru yang dirilis oleh Visual
Objects, sebuah situs web portofolio, kebanyakan orang (79 persen) lebih suka
menggunakan aplikasi belanja saat di rumah.

Data Visual Objects
mendukung temuan dari survei lain yang menemukan pertumbuhan jumlah aplikasi
ritel pada smartphone rata-rata dua kali lipat dalam setahun terakhir.
Orang-orang menggunakan aplikasi ritel untuk menambah keuntungan dan kenyamanan
bagi pengalaman berbelanja.

Baca Juga :  Rohingya Entitas yang Tak Pernah Ada

Hampir 80 persen
menggunakan aplikasi belanja saat mereka di rumah. Visual Objects mensurvei 501
pengguna smartphone yang menggunakan aplikasi ritel setidaknya sekali dalam
sebulan.

Terkait belanja lewat
genggaman atau online, Digital Business Strategy Lippo Mall Indonesia, Gebreine
Jessyca, memberikan pandangannya. “Belanja lewat online selain mudah juga ada
keuntungan bagi konsumen. Itu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi
pengunjung,” kata Gebreine Jessyca kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Jessyca sekali lagi
menegaskan bahwa berbelanja dengan aplikasi lebih disukai konsumen saat ini
karena tak hanya menjadi lebih mudah, tetapi juga lebih untung. Banyak
fitur-fitur yang memanjakan konsumen. Selain itu, konsumen juga bisa mengikuti
inovasi teknologi terbaru sesuai perkembangan era digital.(jpg)

Baca Juga :  Hotel Tempat Karantina Ambruk, 70 Pasien Suspect Virus Corona Tertimbu

 

Terpopuler

Artikel Terbaru