26.4 C
Jakarta
Friday, March 13, 2026

Kapal Thailand Mayuree Naree Diserang di Selat Hormuz, 3 ABK Belum Ditemukan

PROKALTENG.CO-Sebuah kapal kargo berbendera Thailand, Mayuree Naree, dilaporkan menjadi sasaran serangan saat melintasi Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) pagi waktu setempat.

Insiden tersebut menambah ketegangan di kawasan yang dikenal sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia.

Berdasarkan laporan dari Angkatan Laut Thailand dan perusahaan pemilik kapal, Precious Shipping Plc, serangan terjadi sekitar 11 mil laut di utara wilayah Oman.

Saat itu kapal baru saja bertolak dari Pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab (UEA) dan tengah melanjutkan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Serangan tersebut menyebabkan ledakan yang menghantam bagian buritan kapal.

Dampaknya memicu kebakaran hebat di area ruang mesin dan menimbulkan kerusakan serius pada kapal kargo dengan bobot sekitar 30.000 ton tersebut.

Dalam kejadian itu, tiga anak buah kapal (ABK) diduga terjebak di ruang mesin dan hingga kini masih dinyatakan hilang.

Electronic money exchangers listing

Sementara itu, 20 awak lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat oleh Angkatan Laut Kerajaan Oman dan telah dibawa ke daratan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  Libur Tahun Baru, Omzet Kapal Wisata Susur Sungai di Palangka Raya Naik

Sejumlah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi kapal setelah serangan.

Asap hitam tebal tampak mengepul dari bagian belakang kapal, menandakan kerusakan parah akibat ledakan yang terjadi.

Salah satu awak kapal yang selamat bahkan membagikan pengalamannya melalui media sosial.

Dalam unggahannya, ia menuliskan pesan penuh emosi mengenai insiden tersebut, sembari berharap seluruh awak kapal dapat kembali dengan selamat.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Mereka menyatakan kapal tersebut dianggap mengabaikan peringatan dan diduga memasuki wilayah yang mereka nyatakan terlarang di tengah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Peristiwa ini terjadi di tengah memanasnya situasi di kawasan Teluk Persia.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur penting yang dilalui sekitar 20 hingga 21 persen perdagangan minyak dunia, sehingga setiap insiden di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas perdagangan global.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Ratusan Orang Tewas Disambar Petir

Pada hari yang sama, dilaporkan pula dua kapal lain mengalami serangan di area yang sama, meskipun kerusakan yang dialami tidak separah kapal Mayuree Naree.

Pemerintah Thailand melalui Kementerian Luar Negeri dan Angkatan Laut saat ini tengah berkoordinasi dengan otoritas Oman serta berbagai pihak internasional untuk melakukan pencarian terhadap tiga awak kapal yang masih hilang.

Perusahaan pemilik kapal juga telah melaporkan kejadian ini kepada Bursa Efek Thailand.

Para pakar maritim menilai insiden tersebut dapat berdampak luas, mulai dari meningkatnya premi asuransi kapal hingga potensi kenaikan harga minyak dunia.

Negara-negara yang memiliki kapal dagang di kawasan Teluk Persia pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut. (jpg)

 

PROKALTENG.CO-Sebuah kapal kargo berbendera Thailand, Mayuree Naree, dilaporkan menjadi sasaran serangan saat melintasi Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) pagi waktu setempat.

Insiden tersebut menambah ketegangan di kawasan yang dikenal sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia.

Berdasarkan laporan dari Angkatan Laut Thailand dan perusahaan pemilik kapal, Precious Shipping Plc, serangan terjadi sekitar 11 mil laut di utara wilayah Oman.

Electronic money exchangers listing

Saat itu kapal baru saja bertolak dari Pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab (UEA) dan tengah melanjutkan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Serangan tersebut menyebabkan ledakan yang menghantam bagian buritan kapal.

Dampaknya memicu kebakaran hebat di area ruang mesin dan menimbulkan kerusakan serius pada kapal kargo dengan bobot sekitar 30.000 ton tersebut.

Dalam kejadian itu, tiga anak buah kapal (ABK) diduga terjebak di ruang mesin dan hingga kini masih dinyatakan hilang.

Sementara itu, 20 awak lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat oleh Angkatan Laut Kerajaan Oman dan telah dibawa ke daratan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  Libur Tahun Baru, Omzet Kapal Wisata Susur Sungai di Palangka Raya Naik

Sejumlah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi kapal setelah serangan.

Asap hitam tebal tampak mengepul dari bagian belakang kapal, menandakan kerusakan parah akibat ledakan yang terjadi.

Salah satu awak kapal yang selamat bahkan membagikan pengalamannya melalui media sosial.

Dalam unggahannya, ia menuliskan pesan penuh emosi mengenai insiden tersebut, sembari berharap seluruh awak kapal dapat kembali dengan selamat.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Mereka menyatakan kapal tersebut dianggap mengabaikan peringatan dan diduga memasuki wilayah yang mereka nyatakan terlarang di tengah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Peristiwa ini terjadi di tengah memanasnya situasi di kawasan Teluk Persia.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur penting yang dilalui sekitar 20 hingga 21 persen perdagangan minyak dunia, sehingga setiap insiden di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas perdagangan global.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Ratusan Orang Tewas Disambar Petir

Pada hari yang sama, dilaporkan pula dua kapal lain mengalami serangan di area yang sama, meskipun kerusakan yang dialami tidak separah kapal Mayuree Naree.

Pemerintah Thailand melalui Kementerian Luar Negeri dan Angkatan Laut saat ini tengah berkoordinasi dengan otoritas Oman serta berbagai pihak internasional untuk melakukan pencarian terhadap tiga awak kapal yang masih hilang.

Perusahaan pemilik kapal juga telah melaporkan kejadian ini kepada Bursa Efek Thailand.

Para pakar maritim menilai insiden tersebut dapat berdampak luas, mulai dari meningkatnya premi asuransi kapal hingga potensi kenaikan harga minyak dunia.

Negara-negara yang memiliki kapal dagang di kawasan Teluk Persia pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut. (jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/