JURU bicara Kedutaan Besar Inggris, John Nickell menyatakan, bahwa
pemerintahannya tidak ingin ikut campur lebih dalam, terkait adanya konflik di
wilayah Papua.
Pihaknya juga menegaskan, bahwa
Inggris sepenuhnya menghormati integritas dan kedaulatan Indonesia.
“Kami menganggap provinsi Papua
dan Papua Barat sebagai bagian integral dari Indonesia. Kami terus memantau
dengan dekat situasi di Papua. Kami mendesak seluruh pihak menahan diri dari
kekerasan,†kata John, dalam pernyataan resminya di Jakarta, Kamis (5/9).
Terlebih lagi, pemerintah Inggris
menolak menanggapi, status kewarganegaraan Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan
Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda yang saat ini menjadi warga negara di barat
laut Eropa tersebut.
“Kami tidak pernah berkomentar
secara rutin terkait status imigrasi seseorang di Inggris,†ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa Inggris
terus mendukung upaya Indonesia memenuhi kebutuhan dan aspirasi warga Papua,
sehingga masyarakat di wilayah itu dapat menikmati perdamaian, stabilitas, dan
kesejahteraan yang sama dengan masyarakat di bagian Indonesia lainnya.
“Inggris mendorong otoritas
Indonesia untuk menangani masalah HAM, termasuk menjunjung tinggi hak semua
warga negara untuk berdemo secara damai, hidup bebas dari segala bentuk
diskriminasi rasial sebagaimana yang termaktub dalam undang-undang yang
berlaku,†tuturnya.
Pernyataan itu dilansir Kedubes
Inggris menyusul penjelasan Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi)
Kementerian Hukum dan HAM yang memastikan bahwa Benny sudah menjadi warga
Inggris, bukan lagi Indonesia.
Kepala Sub Bagian Humas Ditjen
Imigrasi, Sam Fernand, mencatat Benny sudah tinggal di Inggris sejak lari dari
Indonesia pada 2003 lalu.
Mengutip Peraturan Pemerintah RI
Nomor 2 tahun 2007, ada sembilan alasan seorang WNI bisa kehilangan status
kewarganegaraannya, salah satunya tinggal di luar wilayah Indonesia selama lima
tahun secara terus menerus bukan dalam rangka dinas kenegaraan.
Benny Wenda selama ini dikenal
sebagai tokoh pro-kemerdekaan Papua. Ia sempat ditahan karena terlibat
demonstrasi pro-kemerdekaan Papua dan pengibaran bendera bintang kejora pada
2002 lalu. Namun, Benny kabur dari penjara lalu tinggal di Inggris sejak 2003.
Pemerintah Indonesia menuding
Benny menjadi dalang di balik demonstrasi yang berlangsung rusuh di Papua selama
beberapa pekan terakhir ini. (der/cnn/fin/kpc)