26.6 C
Jakarta
Sunday, April 28, 2024

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas, Begini Peringatan BPPTKG

PROKALTENG.CO-Aktivitas gunung merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, kini mengalami peningkatan. Hal itu ditandai dengan adanya luncuran awan panas hingga beberapa kali.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), mencatat Gunung Merapi tercatat tujuh kali meluncurkan awan panas guguran, pada Jumat (8/12).

Awan panas tersebut memiliki jarak luncur maksimum 3,5 kilometer ke arah Kali Krasak. Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran selama 360 detik pada pukul 14.49 WIB, lalu kembali meluncurkan awan panas masing-masing selama 120 detik pada pukul 14.56 WIB dan pukul 14.59 WIB.

Gunung berapi itu selanjutnya meluncurkan awan panas guguran masing-masing selama 137 detik pada pukul 15.06 WIB dan pukul 15.09 WIB, lalu kembali meluncurkan awan panas pada pukul 15.32 WIB selama 106 detik dan pada pukul 15.32 WIB selama 123 detik.

Baca Juga :  Kemenag Tak Libatkan KPHI di Praoperasional Haji 2019

“Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,” kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dalam laporannya.

Menurut laporan BPPTKG, Gunung Merapi selama periode pengamatan Jumat pukul 12.00 hingga 18.00 WIB juga mengalami delapan kali gempa awan panas guguran, 27 kali gempa guguran, tujuh kali gempa fase banyak, dan empat kali gempa vulkanik dangkal.

Agus menyampaikan adanya potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (sejauh maksimal tujuh kilometer).

Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas Gunung Merapi juga meliputi sektor tenggara yang mencakup Sungai Woro (sejauh maksimal tiga kilometer) dan Sungai Gendol (sejauh maksimal lima kilometer).

Baca Juga :  Tiga Hari Berturut-turut, Bareskrim Geledah Kantor BPJS Kesehatan

Menurut BPPTKG, apabila terjadi letusan eksplosif maka lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

PPTKG mengimbau warga untuk mewaspadai gangguan akibat abu vulkanik Gunung Merapi serta bahaya lahar di daerah sekitar gunung api tersebut saat hujan turun. (ant/jpnn/fajar/jpg)

PROKALTENG.CO-Aktivitas gunung merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, kini mengalami peningkatan. Hal itu ditandai dengan adanya luncuran awan panas hingga beberapa kali.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), mencatat Gunung Merapi tercatat tujuh kali meluncurkan awan panas guguran, pada Jumat (8/12).

Awan panas tersebut memiliki jarak luncur maksimum 3,5 kilometer ke arah Kali Krasak. Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran selama 360 detik pada pukul 14.49 WIB, lalu kembali meluncurkan awan panas masing-masing selama 120 detik pada pukul 14.56 WIB dan pukul 14.59 WIB.

Gunung berapi itu selanjutnya meluncurkan awan panas guguran masing-masing selama 137 detik pada pukul 15.06 WIB dan pukul 15.09 WIB, lalu kembali meluncurkan awan panas pada pukul 15.32 WIB selama 106 detik dan pada pukul 15.32 WIB selama 123 detik.

Baca Juga :  Kemenag Tak Libatkan KPHI di Praoperasional Haji 2019

“Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,” kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dalam laporannya.

Menurut laporan BPPTKG, Gunung Merapi selama periode pengamatan Jumat pukul 12.00 hingga 18.00 WIB juga mengalami delapan kali gempa awan panas guguran, 27 kali gempa guguran, tujuh kali gempa fase banyak, dan empat kali gempa vulkanik dangkal.

Agus menyampaikan adanya potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (sejauh maksimal tujuh kilometer).

Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas Gunung Merapi juga meliputi sektor tenggara yang mencakup Sungai Woro (sejauh maksimal tiga kilometer) dan Sungai Gendol (sejauh maksimal lima kilometer).

Baca Juga :  Tiga Hari Berturut-turut, Bareskrim Geledah Kantor BPJS Kesehatan

Menurut BPPTKG, apabila terjadi letusan eksplosif maka lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

PPTKG mengimbau warga untuk mewaspadai gangguan akibat abu vulkanik Gunung Merapi serta bahaya lahar di daerah sekitar gunung api tersebut saat hujan turun. (ant/jpnn/fajar/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru