30.3 C
Jakarta
Monday, April 22, 2024

Jembatan Baltimore Runtuh, Kendaraan dan 8 Pekerja Terjun ke Sungai

Polisi negara bagian Maryland mengatakan, enam orang yang hilang setelah Jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Maryland runtuh pada Selasa (26/3). Dilansir dari The Guardian, pihak berwenang mengatakan, kecelakaan itu menyebabkan kendaraan dan delapan pekerja konstruksi terjun ke Sungai Patapsco. Dua orang berhasil diselamatkan.

Jeffrey Pritzker, seorang eksekutif senior di Brawner Builders (tempat kerja para pekerja konstruksi) mengatakan, enam orang lainnya diperkirakan tewas, mengingat kedalaman air dan lamanya waktu sejak kecelakaan itu.

Pejabat Maryland setuju dan mengatakan bahwa upaya pemulihan dan pencarian akan dilanjutkan besok pagi (27/3) dengan tim penyelam.

Saat kejadian tersebut, Pritzker mengatakan, para kru sedang bekerja di tengah jembatan dan tidak ada jenazah yang ditemukan.

Baca Juga :  Di Negara Ini, Tidak Menggunakan Masker Akan Dipenjara Dua Tahun

”Ini benar-benar tidak terduga, kami tidak tahu harus berkata apa lagi dan tidak pernah meramalkan bahwa jembatan itu akan runtuh,” kata Pritzker.

Gedung Putih menyatakan, Joe Biden telah berbicara dengan pejabat federal, negara bagian, dan lokal sebagai bagian dari respons berkelanjutan terhadap runtuhnya jembatan tersebut.

Para pejabat tersebut termasuk Pete Buttigieg, Menteri Transportasi AS Wes Moore, gubernur Demokrat di Maryland, dua senator Partai Demokrat AS dari Maryland, Chris Van Hollen dan Ben Cardin, dan Wali Kota Baltimore Brandon Scott.

Moore mengatakan, jembatan yang dibangun pada 1977, sepenuhnya sesuai kode sebelum ditabrak oleh kapal. Namun, kapal yang sama yang menabrak jembatan tersebut terlibat dalam insiden di Pelabuhan Antwerp, Belgia, pada 2016, ketika kapal tersebut menabrak dermaga saat mencoba keluar dari terminal peti kemas Laut Utara.

Baca Juga :  Lagi Boeing 737 Jatuh, 170 Penumpang Tewas

Inspeksi selanjutnya terhadap Dali pada 27 Juni yang dilakukan di San Antonio, Chili, menemukan bahwa kapal tersebut memiliki kekurangan mesin penggerak dan tambahan, menurut data di situs publik Equasis, yang menyediakan informasi tentang kapal.(jpc)

Polisi negara bagian Maryland mengatakan, enam orang yang hilang setelah Jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Maryland runtuh pada Selasa (26/3). Dilansir dari The Guardian, pihak berwenang mengatakan, kecelakaan itu menyebabkan kendaraan dan delapan pekerja konstruksi terjun ke Sungai Patapsco. Dua orang berhasil diselamatkan.

Jeffrey Pritzker, seorang eksekutif senior di Brawner Builders (tempat kerja para pekerja konstruksi) mengatakan, enam orang lainnya diperkirakan tewas, mengingat kedalaman air dan lamanya waktu sejak kecelakaan itu.

Pejabat Maryland setuju dan mengatakan bahwa upaya pemulihan dan pencarian akan dilanjutkan besok pagi (27/3) dengan tim penyelam.

Saat kejadian tersebut, Pritzker mengatakan, para kru sedang bekerja di tengah jembatan dan tidak ada jenazah yang ditemukan.

Baca Juga :  Di Negara Ini, Tidak Menggunakan Masker Akan Dipenjara Dua Tahun

”Ini benar-benar tidak terduga, kami tidak tahu harus berkata apa lagi dan tidak pernah meramalkan bahwa jembatan itu akan runtuh,” kata Pritzker.

Gedung Putih menyatakan, Joe Biden telah berbicara dengan pejabat federal, negara bagian, dan lokal sebagai bagian dari respons berkelanjutan terhadap runtuhnya jembatan tersebut.

Para pejabat tersebut termasuk Pete Buttigieg, Menteri Transportasi AS Wes Moore, gubernur Demokrat di Maryland, dua senator Partai Demokrat AS dari Maryland, Chris Van Hollen dan Ben Cardin, dan Wali Kota Baltimore Brandon Scott.

Moore mengatakan, jembatan yang dibangun pada 1977, sepenuhnya sesuai kode sebelum ditabrak oleh kapal. Namun, kapal yang sama yang menabrak jembatan tersebut terlibat dalam insiden di Pelabuhan Antwerp, Belgia, pada 2016, ketika kapal tersebut menabrak dermaga saat mencoba keluar dari terminal peti kemas Laut Utara.

Baca Juga :  Lagi Boeing 737 Jatuh, 170 Penumpang Tewas

Inspeksi selanjutnya terhadap Dali pada 27 Juni yang dilakukan di San Antonio, Chili, menemukan bahwa kapal tersebut memiliki kekurangan mesin penggerak dan tambahan, menurut data di situs publik Equasis, yang menyediakan informasi tentang kapal.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru