25.8 C
Jakarta
Thursday, January 15, 2026

Dime Dimov Hengkang, Sinyal Kuat Perombakan Besar di Era Bernardo Tavares Semakin Nyata

Dime Dimov dikabarkan ikut hengkang dari Persebaya Surabaya. Hal ini menjadi sinyal kuat perombakan besar di era Bernardo Tavares yang semakin nyata.

Kepergian bek asal Makedonia Utara itu menandai mulai rontoknya serdadu Balkan dari skuad Green Force pada putaran kedua Super League 2025/2026.

Kabar kepergian Dime Dimov mencuat hari ini, Kamis (15/1/2026), dan langsung menyita perhatian publik sepak bola Surabaya.

Informasi tersebut pertama kali diunggah oleh media fanbase Persebaya Surabaya, @emosijiwakucom, yang menyebut Dime telah menyelesaikan sesi latihan terakhirnya bersama tim.

“Terima kasih @dime_dimov ???? Info yang kami dapat, kemarin menjadi hari terakhir Dime mengikuti latihan Persebaya,” tulis @emosijiwakucom.

Unggahan itu sekaligus menguatkan indikasi Dime tak lagi masuk dalam rencana Bernardo Tavares untuk paruh kedua musim.

Dengan kabar ini, Dime Dimov praktis mengakhiri kiprahnya bersama Persebaya Surabaya lebih cepat dari kontrak yang seharusnya berakhir 31 Mei 2026.

Electronic money exchangers listing

Bek bertinggi 1,84 meter tersebut bergabung dengan Persebaya Surabaya sejak 5 Januari 2025 dan sempat diperpanjang kontraknya pada 6 Juni 2025.

Dime Dimov tercatat lahir di Skopje, Makedonia, pada 25 Juli 1994 dan kini berusia 31 tahun. Ia memiliki dua kewarganegaraan, yakni Makedonia Utara dan Bulgaria, serta dikenal sebagai bek tengah dengan kaki dominan kanan.

Selain berposisi utama sebagai bek tengah, Dime juga mampu bermain sebagai gelandang bertahan.

Nilai pasarnya saat ini berada di angka Rp6,08 miliar, menjadikannya salah satu pemain asing dengan valuasi cukup tinggi di skuad Persebaya Surabaya.

Baca Juga :  Antisipasi Banjir, Warga Kecipir Kerja Bakti Bersihkan Drainase

Pada putaran pertama Super League 2025/2026, Dime Dimov tampil dalam 12 pertandingan bersama Persebaya Surabaya. Total menit bermainnya mencapai 982 menit, menunjukkan kepercayaan pelatih di fase awal musim.

Dari sisi kontribusi menyerang, Dime mencatatkan expected goals (xG) sebesar 1,08 namun belum mampu mencetak gol. Ia hanya melepaskan dua tembakan dengan satu di antaranya mengarah ke gawang.

Akurasi tembakannya berada di angka 50 persen, angka yang wajar untuk pemain bertahan. Namun, Dime belum mencatatkan assist maupun key pass sepanjang putaran pertama.

Dalam aspek distribusi bola, Dime tampil solid dengan akurasi umpan mencapai 93 persen. Dari total 397 umpan yang dilepas, 368 di antaranya sukses menemui sasaran.

Kontribusi bertahannya juga cukup menonjol dengan 26 intersep dan 51 sapuan. Ia mencatatkan sembilan blok tembakan, 25 pemulihan bola, serta satu gol bunuh diri yang sempat menjadi sorotan.

Dalam catatan disiplin, Dime hanya mengoleksi satu kartu kuning dan tanpa kartu merah. Ia tercatat melakukan empat pelanggaran dan dua kali dilanggar lawan sepanjang musim.

Meski statistiknya terbilang stabil, keputusan Persebaya Surabaya melepas Dime menunjukkan adanya perubahan arah strategi tim.

Bernardo Tavares tampaknya ingin membentuk komposisi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktiknya.

Kepergian Dime Dimov juga langsung memantik reaksi emosional dari Bonek di media sosial. Kolom komentar @emosijiwakucom dipenuhi ucapan terima kasih, kritik, hingga sindiran yang khas.

“Sing duwe ide balkan connection kudu tanggung jawab iki, pemain ga entos kabeh next Perovic out,” tulis salah satu Bonek. Komentar itu menyiratkan kekecewaan terhadap proyek Balkan Connection yang mulai runtuh.

Baca Juga :  Wawali Terus Memonitor Kinerja Jajarannya

Ada pula komentar bernada apresiatif yang mengingat jasa Dime di laga-laga krusial. “jasa mu ngeblok tendangane pemain arema pas ndek bali selalu dikenang arek” mbah,matur suwon????????????,” tulis seorang Bonek.

Ucapan perpisahan sederhana juga membanjiri kolom komentar. “Selamat jalan ????????,” tulis seorang Bonek, diikuti komentar singkat namun hangat dari pendukung lainnya.

“Makasih Mbah..????,” tulis salah satu Bonek yang lain. Ada pula komentar bernada satir namun tetap dibalut humor khas Surabaya.

“terima kasih dime dimov, kalo saya lihat anda lebih baik meliat dari pada bermain????????????,” tulis seorang Bonek. Komentar itu mencerminkan dinamika penilaian suporter terhadap performa sang pemain.

Dengan hengkangnya Dime Dimov, jumlah serdadu Balkan di skuad Persebaya Surabaya kini berkurang. Tersisa empat nama yang masih bertahan di era Bernardo Tavares.

Mereka adalah Risto Mitrevski, Milos Raickovic, Dejan Tumbas, dan Mihailo Perovic. Nasib keempat pemain ini pun mulai menjadi tanda tanya besar di benak Bonek.

Pergerakan ini mengindikasikan Persebaya Surabaya bersiap melakukan penyegaran signifikan pada putaran kedua.

Bursa transfer pun dipastikan bakal panas, seiring kebutuhan Green Force untuk menjaga daya saing di Super League.

Dime Dimov hengkang dari Persebaya Surabaya bukan sekadar kabar transfer biasa. Ini menjadi penanda awal berakhirnya era Balkan Connection dan dimulainya babak baru di tubuh Green Force.(jpc)

Dime Dimov dikabarkan ikut hengkang dari Persebaya Surabaya. Hal ini menjadi sinyal kuat perombakan besar di era Bernardo Tavares yang semakin nyata.

Kepergian bek asal Makedonia Utara itu menandai mulai rontoknya serdadu Balkan dari skuad Green Force pada putaran kedua Super League 2025/2026.

Kabar kepergian Dime Dimov mencuat hari ini, Kamis (15/1/2026), dan langsung menyita perhatian publik sepak bola Surabaya.

Electronic money exchangers listing

Informasi tersebut pertama kali diunggah oleh media fanbase Persebaya Surabaya, @emosijiwakucom, yang menyebut Dime telah menyelesaikan sesi latihan terakhirnya bersama tim.

“Terima kasih @dime_dimov ???? Info yang kami dapat, kemarin menjadi hari terakhir Dime mengikuti latihan Persebaya,” tulis @emosijiwakucom.

Unggahan itu sekaligus menguatkan indikasi Dime tak lagi masuk dalam rencana Bernardo Tavares untuk paruh kedua musim.

Dengan kabar ini, Dime Dimov praktis mengakhiri kiprahnya bersama Persebaya Surabaya lebih cepat dari kontrak yang seharusnya berakhir 31 Mei 2026.

Bek bertinggi 1,84 meter tersebut bergabung dengan Persebaya Surabaya sejak 5 Januari 2025 dan sempat diperpanjang kontraknya pada 6 Juni 2025.

Dime Dimov tercatat lahir di Skopje, Makedonia, pada 25 Juli 1994 dan kini berusia 31 tahun. Ia memiliki dua kewarganegaraan, yakni Makedonia Utara dan Bulgaria, serta dikenal sebagai bek tengah dengan kaki dominan kanan.

Selain berposisi utama sebagai bek tengah, Dime juga mampu bermain sebagai gelandang bertahan.

Nilai pasarnya saat ini berada di angka Rp6,08 miliar, menjadikannya salah satu pemain asing dengan valuasi cukup tinggi di skuad Persebaya Surabaya.

Baca Juga :  Antisipasi Banjir, Warga Kecipir Kerja Bakti Bersihkan Drainase

Pada putaran pertama Super League 2025/2026, Dime Dimov tampil dalam 12 pertandingan bersama Persebaya Surabaya. Total menit bermainnya mencapai 982 menit, menunjukkan kepercayaan pelatih di fase awal musim.

Dari sisi kontribusi menyerang, Dime mencatatkan expected goals (xG) sebesar 1,08 namun belum mampu mencetak gol. Ia hanya melepaskan dua tembakan dengan satu di antaranya mengarah ke gawang.

Akurasi tembakannya berada di angka 50 persen, angka yang wajar untuk pemain bertahan. Namun, Dime belum mencatatkan assist maupun key pass sepanjang putaran pertama.

Dalam aspek distribusi bola, Dime tampil solid dengan akurasi umpan mencapai 93 persen. Dari total 397 umpan yang dilepas, 368 di antaranya sukses menemui sasaran.

Kontribusi bertahannya juga cukup menonjol dengan 26 intersep dan 51 sapuan. Ia mencatatkan sembilan blok tembakan, 25 pemulihan bola, serta satu gol bunuh diri yang sempat menjadi sorotan.

Dalam catatan disiplin, Dime hanya mengoleksi satu kartu kuning dan tanpa kartu merah. Ia tercatat melakukan empat pelanggaran dan dua kali dilanggar lawan sepanjang musim.

Meski statistiknya terbilang stabil, keputusan Persebaya Surabaya melepas Dime menunjukkan adanya perubahan arah strategi tim.

Bernardo Tavares tampaknya ingin membentuk komposisi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktiknya.

Kepergian Dime Dimov juga langsung memantik reaksi emosional dari Bonek di media sosial. Kolom komentar @emosijiwakucom dipenuhi ucapan terima kasih, kritik, hingga sindiran yang khas.

“Sing duwe ide balkan connection kudu tanggung jawab iki, pemain ga entos kabeh next Perovic out,” tulis salah satu Bonek. Komentar itu menyiratkan kekecewaan terhadap proyek Balkan Connection yang mulai runtuh.

Baca Juga :  Wawali Terus Memonitor Kinerja Jajarannya

Ada pula komentar bernada apresiatif yang mengingat jasa Dime di laga-laga krusial. “jasa mu ngeblok tendangane pemain arema pas ndek bali selalu dikenang arek” mbah,matur suwon????????????,” tulis seorang Bonek.

Ucapan perpisahan sederhana juga membanjiri kolom komentar. “Selamat jalan ????????,” tulis seorang Bonek, diikuti komentar singkat namun hangat dari pendukung lainnya.

“Makasih Mbah..????,” tulis salah satu Bonek yang lain. Ada pula komentar bernada satir namun tetap dibalut humor khas Surabaya.

“terima kasih dime dimov, kalo saya lihat anda lebih baik meliat dari pada bermain????????????,” tulis seorang Bonek. Komentar itu mencerminkan dinamika penilaian suporter terhadap performa sang pemain.

Dengan hengkangnya Dime Dimov, jumlah serdadu Balkan di skuad Persebaya Surabaya kini berkurang. Tersisa empat nama yang masih bertahan di era Bernardo Tavares.

Mereka adalah Risto Mitrevski, Milos Raickovic, Dejan Tumbas, dan Mihailo Perovic. Nasib keempat pemain ini pun mulai menjadi tanda tanya besar di benak Bonek.

Pergerakan ini mengindikasikan Persebaya Surabaya bersiap melakukan penyegaran signifikan pada putaran kedua.

Bursa transfer pun dipastikan bakal panas, seiring kebutuhan Green Force untuk menjaga daya saing di Super League.

Dime Dimov hengkang dari Persebaya Surabaya bukan sekadar kabar transfer biasa. Ini menjadi penanda awal berakhirnya era Balkan Connection dan dimulainya babak baru di tubuh Green Force.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/