31.9 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Golkar Mulai Penjajakan Lintas Partai Bentuk Kaolisi

PALANGKA RAYA – Partai Golkar
mulai melakukan penjajakan dengan beberapa partai politik hadapi Pemilihan
Gubernur (Pilgub) Kalteng 2020. Itu dilakukan Golkar untuk membentuk koalisi
yang solid
  mengusung pasangan calon
gubernur/wakil gubernur pada Pilgub 2020 mendatang.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu
(Bapilu) Partai Golkar Kalteng Mukhtarudin mengatakan, Golkar saat ini terus
mengikuti perkembangan politik yang terjadi di Kalteng. Untuk mengusung dan
mendukung calon, Golkar masih menunggu perkembangan politik.

“Golkar menyikapi sangat
hati-hati terkait situasi politik saat ini. Begitu juga dalam menentukan sikap
dukungan calon kepala daerah, khususnya Pilgub 2020 mendatang,” kata
Mukhtarudin, Jumat (13/9).

Pilgub 2020 merupakan target
utama Partai Golkar untuk dapat membangun Kalteng. Golkar optimis untuk
menempatkan kader sebagai kepala daerah, karena saat ini Golkar telah
menempatkan 7 kader sebagai bupati/wali kota.

Baca Juga :  Forum PPM Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Masyarakat

“Menempatkan kader
sebagai gubernur merupakan target Partai Golkar. Itu dapat dilakukan dengan
mengusung calon yang  tepat dan dapat
memenangkan Pilgub 2020,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, Golkar akan
menggelar rapat internal baik tingkat DPD Kabupaten/Kota hingga DPD Golkar
Kalteng. Itu untuk mendengarkan aspirasi kader dan pengurus terkait calon yang
akan diusung.

“Kita secepatnya akan
melakukan rapat di semua tingkatan, dalam rangka menyatukan suara dukungan
kepada calon yang diusung nantinya. Sebab, Kami punya target untuk membesarkan
partai di Kalteng, salah satunya dengan memenangkan Pilkada semua
tingkatan,” ujarnya.

Pada Pilgub 2020, Bapilu
Partai Golkar Kalteng secara tegas ingin mengambil posisi tertinggi di Kalteng.
“Kami ingin mengambil posisi sebagai gubernur selaku pimpinan tertinggi di
Kalteng. Dan momentum yang tepat adalah saat ini, karena kami memiliki banyak
kader yang siap dan 7 kepala daerah merupakan kader Golkar,” tegasnya.

Baca Juga :  Fokus Menata Ruang dan Kota Agar Lebih Cantik

Dia mengaku, nama-nama yang
muncul diinternal Golkar tidak menutup kemungkinan untuk didukung dan diusung
Golkar. “Kami melihat aspirasi kader dan dukungan masyarakat. Kalau memang
saya mendapat dukungan, maka saya siap untuk maju. Begitu juga nama lainnya
seperti pak Abdul Razak dan nama lainnya,” tukasnya.

Menyadari persyaratan
mengusung pasangan calon tidak terpenuhi, Golkar juga telah melakukan
penjajakan dengan parpol lain membentuk koalisi. “Saat ini kami juga telah
melakukan penjajakan politik lintas partai untuk membentuk koalisi. Ini harus
kami lakukan, karena Golkar belum bisa mengusung sendiri dengan 7 kursi yang
dimiliki. Kami yakin koalisi nantinya solid mengusung pasangan calon untuk
memenangkan Pilgub 2020,” pungkasnya. (arj)

PALANGKA RAYA – Partai Golkar
mulai melakukan penjajakan dengan beberapa partai politik hadapi Pemilihan
Gubernur (Pilgub) Kalteng 2020. Itu dilakukan Golkar untuk membentuk koalisi
yang solid
  mengusung pasangan calon
gubernur/wakil gubernur pada Pilgub 2020 mendatang.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu
(Bapilu) Partai Golkar Kalteng Mukhtarudin mengatakan, Golkar saat ini terus
mengikuti perkembangan politik yang terjadi di Kalteng. Untuk mengusung dan
mendukung calon, Golkar masih menunggu perkembangan politik.

“Golkar menyikapi sangat
hati-hati terkait situasi politik saat ini. Begitu juga dalam menentukan sikap
dukungan calon kepala daerah, khususnya Pilgub 2020 mendatang,” kata
Mukhtarudin, Jumat (13/9).

Pilgub 2020 merupakan target
utama Partai Golkar untuk dapat membangun Kalteng. Golkar optimis untuk
menempatkan kader sebagai kepala daerah, karena saat ini Golkar telah
menempatkan 7 kader sebagai bupati/wali kota.

Baca Juga :  Forum PPM Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Masyarakat

“Menempatkan kader
sebagai gubernur merupakan target Partai Golkar. Itu dapat dilakukan dengan
mengusung calon yang  tepat dan dapat
memenangkan Pilgub 2020,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, Golkar akan
menggelar rapat internal baik tingkat DPD Kabupaten/Kota hingga DPD Golkar
Kalteng. Itu untuk mendengarkan aspirasi kader dan pengurus terkait calon yang
akan diusung.

“Kita secepatnya akan
melakukan rapat di semua tingkatan, dalam rangka menyatukan suara dukungan
kepada calon yang diusung nantinya. Sebab, Kami punya target untuk membesarkan
partai di Kalteng, salah satunya dengan memenangkan Pilkada semua
tingkatan,” ujarnya.

Pada Pilgub 2020, Bapilu
Partai Golkar Kalteng secara tegas ingin mengambil posisi tertinggi di Kalteng.
“Kami ingin mengambil posisi sebagai gubernur selaku pimpinan tertinggi di
Kalteng. Dan momentum yang tepat adalah saat ini, karena kami memiliki banyak
kader yang siap dan 7 kepala daerah merupakan kader Golkar,” tegasnya.

Baca Juga :  Fokus Menata Ruang dan Kota Agar Lebih Cantik

Dia mengaku, nama-nama yang
muncul diinternal Golkar tidak menutup kemungkinan untuk didukung dan diusung
Golkar. “Kami melihat aspirasi kader dan dukungan masyarakat. Kalau memang
saya mendapat dukungan, maka saya siap untuk maju. Begitu juga nama lainnya
seperti pak Abdul Razak dan nama lainnya,” tukasnya.

Menyadari persyaratan
mengusung pasangan calon tidak terpenuhi, Golkar juga telah melakukan
penjajakan dengan parpol lain membentuk koalisi. “Saat ini kami juga telah
melakukan penjajakan politik lintas partai untuk membentuk koalisi. Ini harus
kami lakukan, karena Golkar belum bisa mengusung sendiri dengan 7 kursi yang
dimiliki. Kami yakin koalisi nantinya solid mengusung pasangan calon untuk
memenangkan Pilgub 2020,” pungkasnya. (arj)

Terpopuler

Artikel Terbaru