30.7 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

5 Gejala Retaknya Hubungan Asmara yang Membuat Pasangan Pisah

Pasang surut dalam
hubungan adalah hal biasa. Terkadang, ada beberapa masalah yang terlalu sulit
untuk diselesaikan dan di luar kendali.

Ketika hal itu terjadi,
cara terbaik untuk meredakannya adalah dengan mengambil jeda atau break untuk
saling berpikir sebelum memutuskan mau terus menjalin hubungan atau akhiri
saja. Memang, beristirahat sejenak dari hubungan tidak berarti jalinan asmara
akan berakhir. Namun tidak menjamin juga hubungan bisa kembali baik.

Dilansir dari Pink
Villa
, Minggu (17/11), ada beberapa gejala hubungan yang sudah retak dan
membutuhkan fase jeda, di antaranya,

1. Hubungan Tidak
Stabil

Hubungan monoton dan
tak stabil. Jika terlalu berlarut-larut memendam kekesalan atau rasa jenuh,
lebih baik berhenti sejenak daripada memengaruhi kesehatan mental dan pikiran.

Baca Juga :  MTsN 1 Laksanakan PTS dengan Dua Sistem

2. Tak Menemukan Titik
Tengah

Jika terus menerus
menghadapi masalah besar dan tidak dapat mencapai titik tengah untuk
menyelesaikan konflik lebih baik hubungan berhenti sejenak. Atau lebih baik
memutuskan hubungan jika perbedan menyiksa satu sama lain.

3. Tak Harmonis

Saat pasangan tidak
mesra, harmonis, atau romantis, artinya chemistry tidak dapat
terhubung secara emosional. Lalu hubungan berubah menjadi perkelahian,
terus-menerus bertengkar satu sama lain tanpa solusi. Mungkin ini saatnya untuk
pisah.

4. Benci dan Kesal
Karena Kesalahan

Jika Anda tidak dapat
memaafkan pasangan dan terus menyimpan amarah, bisa membuat rasa benci tak
hilang. Maka menjauhlah sementara dari pasangan agar timbul rasa kangen lagi.

Baca Juga :  Murid MIN 3 Belajar di Museum Balanga

5. Kurang Perhatian

Saat tak ada lagi
perhatian satu sama lain dan hubungan terasa hambar, maka sebaiknya berhenti
sejenak dalam hubungan.(jpc)

 

Pasang surut dalam
hubungan adalah hal biasa. Terkadang, ada beberapa masalah yang terlalu sulit
untuk diselesaikan dan di luar kendali.

Ketika hal itu terjadi,
cara terbaik untuk meredakannya adalah dengan mengambil jeda atau break untuk
saling berpikir sebelum memutuskan mau terus menjalin hubungan atau akhiri
saja. Memang, beristirahat sejenak dari hubungan tidak berarti jalinan asmara
akan berakhir. Namun tidak menjamin juga hubungan bisa kembali baik.

Dilansir dari Pink
Villa
, Minggu (17/11), ada beberapa gejala hubungan yang sudah retak dan
membutuhkan fase jeda, di antaranya,

1. Hubungan Tidak
Stabil

Hubungan monoton dan
tak stabil. Jika terlalu berlarut-larut memendam kekesalan atau rasa jenuh,
lebih baik berhenti sejenak daripada memengaruhi kesehatan mental dan pikiran.

Baca Juga :  MTsN 1 Laksanakan PTS dengan Dua Sistem

2. Tak Menemukan Titik
Tengah

Jika terus menerus
menghadapi masalah besar dan tidak dapat mencapai titik tengah untuk
menyelesaikan konflik lebih baik hubungan berhenti sejenak. Atau lebih baik
memutuskan hubungan jika perbedan menyiksa satu sama lain.

3. Tak Harmonis

Saat pasangan tidak
mesra, harmonis, atau romantis, artinya chemistry tidak dapat
terhubung secara emosional. Lalu hubungan berubah menjadi perkelahian,
terus-menerus bertengkar satu sama lain tanpa solusi. Mungkin ini saatnya untuk
pisah.

4. Benci dan Kesal
Karena Kesalahan

Jika Anda tidak dapat
memaafkan pasangan dan terus menyimpan amarah, bisa membuat rasa benci tak
hilang. Maka menjauhlah sementara dari pasangan agar timbul rasa kangen lagi.

Baca Juga :  Murid MIN 3 Belajar di Museum Balanga

5. Kurang Perhatian

Saat tak ada lagi
perhatian satu sama lain dan hubungan terasa hambar, maka sebaiknya berhenti
sejenak dalam hubungan.(jpc)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru