Oleh: Heri Pauzi, S.Sos., M.A.P
KOTA Palangka Raya dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan alam yang luas, namun di balik itu tersimpan potensi bencana yang tidak bisa diabaikan. Karakteristik lahan gambut, keberadaan sungai, serta perubahan iklim menjadikan Palangka Raya rawan terhadap bencana seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, cuaca, angin puting beliung , pohon tumbang serta kabut asap. Menghadapi kondisi ini, peran masyarakat menjadi elemen penting dalam upaya mitigasi bencana.
Selama beberapa tahun terakhir ini cuaca ekstrim, banjir, kebakaran hutan dan lahan menjadi ancaman serius bagi Palangka Raya, terutama saat musim kemarau panjang. Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, hingga roda perekonomian.
Dalam konteks ini, masyarakat memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pencegahan bencana, seperti tidak membuka lahan dengan cara dibakar, menjaga kelembapan gambut, serta aktif melaporkan potensi titik api di lingkungan sekitar.
Selain karhutla, banjir musiman juga masih menjadi persoalan di sejumlah kawasan. Curah hujan tinggi dan kondisi drainase yang kurang optimal sering kali memperparah keadaan. Â Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke sungai, serta bergotong royong membersihkan saluran air merupakan langkah sederhana namun berdampak besar dalam mengurangi risiko banjir.
Peran masyarakat juga sangat penting dalam aspek kesiapsiagaan. Keikutsertaan warga dalam kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan simulasi kebencanaan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) serta kelompok masyarakat siaga bencana di tingkat kelurahan menjadi bentuk nyata partisipasi warga dalam membangun ketangguhan lokal.
Tidak kalah penting, edukasi kebencanaan perlu ditanamkan sejak dini melalui lingkungan keluarga dan sekolah. Orang tua dan pendidik di Palangka Raya memiliki peran besar dalam menumbuhkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan serta memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat bencana terjadi. Dengan demikian, budaya sadar bencana dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Meski demikian, tantangan masih ada. Rendahnya kesadaran sebagian masyarakat serta anggapan bahwa bencana adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari menjadi pekerjaan rumah bersama. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan seluruh warga sangat diperlukan untuk memperkuat upaya mitigasi bencana.
Mitigasi bencana bukan hanya soal kebijakan dan teknologi, tetapi juga tentang kepedulian dan partisipasi masyarakat. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, Kota Palangka Raya dapat menjadi kota yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang. Dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya Mitigasi bencana, tentu dampak serta korban jiwa saat terjadi bencana bisa diminimalisir. *) Penulis adalah Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya


