25.1 C
Jakarta
Wednesday, June 26, 2024
spot_img

Salut! Mantan Cleaning Service Ini Lima Kali Terpilih Jadi Wakil Rakyat

Banyak yang tertarik jadi caleg. Apalagi bisa mengubah nasib menjadi lebih terhormat sebagai wakil rakyat.

****
NASIB orang tidak ada yang tahu. Perubahan nasib ini terjadi pada Junaidi. Kini sukses menjadi anggota DPRD Hulu Sungai Utara. Bahkan, di Pemilu Serentak 2024 pada 14 Februari tadi, pria berusia 53 tahun itu kembali terpilih untuk kelima kali.

Sebuah prestasi yang bisa menginspirasi kalangan ekonomi lemah. Jangan takut bermimpi untuk mengubah nasib. Seperti dialami Bang Junai, sapaan akrabnya.

Siapa sangka politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dulunya hanya seorang cleaning service. Bahkan, menjadi tenaga kebersihan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pambalah Batung selama enam tahun.

Setiap habis menyapu dan mengepel lantai, bau karbol untuk cairan pembersih lantai akan menempel di badan dan pakaiannya. “Badan bau karbol. Jadi harus sering-sering dibawa mandi,” kenangnya.

Setelah itu, diangkat sebagai honorer yang bertugas di bagian administrasi umum pada rumah sakit terbesar di Kota Amuntai tersebut pada tahun 1989-2004. Ia juga pernah menjaga layanan poli, dan tugasnya memanggil para pasien bergiliran untuk masuk ke ruangan diperiksa dokter umum.

“Cleaning service pernah, jaga loket di rumah sakit juga pernah. Jadi intinya senang mengerjakan pekerjaan yang dipercayakan kepada saya, dan jangan jadikan beban,” ujar ayah dua anak tersebut, Senin (1/4) lalu.

Suami dari Mahrita Dewi ini masuk ke PKB karena diajak tiga teman. KH Hamdan Khalid Lc sebagai Mustasyar DPC PKB HSU. KH Hamdan juga merupakan salah satu tokoh ulama panutannya, dan kharismatik di Kabupaten HSU. “KH Hamdan Khalid banyak memberikan wejangan dan petuah yang baik bagi saya. Beliau salah satu ulama kharismatik di kabupaten ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bagi Ari Krisnanda Bermain Kecapi Memiliki Sensasi tersendiri

Selain itu, ada juga nama Muhsin Haita (Ketua DPC PKB HSU 2004), dan H Hormansyah saat itu sebagai pengurus DPC PKB HSU. “Tiga nama itu membuat saya bisa sampai di partai PKB, dan berbuat untuk rakyat,” ungkapnya.

Walau aktif dalam aktivitas perlindungan anak dan perempuan di Kabupaten HSU, Bang Junai sempat kurang yakin apakah bisa bersaing memperebutkan kursi di DPRD HSU. Mengingat saat itu didominasi para tokoh masyarakat. “Saya berlatar belakang bukan dari keluarga berada. Jadi sempat minder,” ungkapnya.

Namun, Bang Junai mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan teman. Akhirnya memberanikan diri untuk maju. “Pada tahun 2009 lalu, dapat tembus ke kursi parlemen HSU,” ujar Junaidi.

Selama menjadi anggota DPRD HSU dari tahun 2004, sudah banyak aspirasi warga yang diperjuangkannya. Di bidang infrastruktur seperti jalan, jembatan, titian kayu bagi warga di daerah pemilihannya. Selain itu bidang baik pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, olahraga, keagamaan dan sebagainya.

Sebagai Ketua Badan Legislasi (Bapemperda) dari tahun 2014, sudah ada 29 perda inisiatif DPRD yang dihasilkannya bersama wakil rakyat lainnya.

Mulai dari Perda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, Perda tentang Bantuan Hukum bagi Warga Miskin, Perda tentang Pemenuhan dan Perlindungan Hak Penyandang Disabilitas. Ada juga Perda tentang Perlindungan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Perda tentang Pelarangan Minuman Beralkohol, Penyalahgunaan Alkohol, Minuman dan Obat Oplosan, dan Zat Adiktif lainnya. Selanjutnya, Perda tentang Fasilitasi Pondok Pesantren, Perda tentang Penyelenggaraan Pertanian, Perda tentang Budi Daya Ikan Air Tawar Berkelanjutan.

Adakah kiat khusus bisa bertahan sebagai petahana, di tengah banyaknya caleg pendatang baru dengan latar belakang yang juga mumpuni? Bang Junai hanya membagikan kiat singkat. Ketika terpilih, jangan pernah meninggalkan konstituen. Hanya datang ketika perlu. Bahkan baru bertemu lima tahun sekali ketika ada hajat pileg. “Datang hanya pas mau pemilihan saja, itu tidak boleh. Yakin akan sulit untuk mendapat tempat di hati pemilih,” ingat Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten HSU itu.

Baca Juga :  Upaya Pelaku Usaha Bertahan Saat Objek Wisata di Palangka Raya Tutup

Meski lima kali terpilih, Bang Junai tetap hidup sederhana di Desa Pekacangan, Kecamatan Amuntai Utara. Rumahnya berlantai dua dengan ukuran 5×11 meter persegi. “Ini lah saya, mengabdi melayani masyarakat lewat jalur politik,” katanya.

Torehan suara Bang Junai sangat meningkatkan dibanding pada pemilu 2019-2024. “Alhamdulillah suara pribadi di pileg 2024 ini meraih 3.488 suara, sementara pada pileg 2019 sebanyak 1.256 suara. Total suara partai PKB di Dapil 4 Amuntai Selatan, Amuntai Utara dan Haur Gading berjumlah 5.976 suara,” lengkapnya.

Ini memberi motivasi untuk para pemuda di HSU yang ingin menjadi calon legislatif. Kalau ingin meraih sukses perlu proses dan semangat. “Pacu dirimu dan lakukan yang terbaik untuk dirimu dan orang lain. Supaya hidup lebih bermanfaat,” tuntasnya.

JUNAIDI

Pendidikan:
– SDN Ciptasari Amuntai tamat tahun 1982.
– SMP Negeri 3 Amuntai tamat tahun 1985.
– SMEA Negeri Amuntai tamat tahun 1988.
– STIA Amuntai.

Ayah: Juhranie.
Ibu: Siti Rohana.
Nama istri: Mahrita Dewi

Nama anak:
– Ahmad Hudaturrahman (Bekerja di RSUD Pambalah Batung Amuntai)
– Nazila ‘Aina (Siswa MAN 2 Amuntai)
Partai: Partai Kebangkitan Bangsa.
Karir Politik : Terpilih di DPRD HSU 5 Kali

(jpg)

Banyak yang tertarik jadi caleg. Apalagi bisa mengubah nasib menjadi lebih terhormat sebagai wakil rakyat.

****
NASIB orang tidak ada yang tahu. Perubahan nasib ini terjadi pada Junaidi. Kini sukses menjadi anggota DPRD Hulu Sungai Utara. Bahkan, di Pemilu Serentak 2024 pada 14 Februari tadi, pria berusia 53 tahun itu kembali terpilih untuk kelima kali.

Sebuah prestasi yang bisa menginspirasi kalangan ekonomi lemah. Jangan takut bermimpi untuk mengubah nasib. Seperti dialami Bang Junai, sapaan akrabnya.

Siapa sangka politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dulunya hanya seorang cleaning service. Bahkan, menjadi tenaga kebersihan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pambalah Batung selama enam tahun.

Setiap habis menyapu dan mengepel lantai, bau karbol untuk cairan pembersih lantai akan menempel di badan dan pakaiannya. “Badan bau karbol. Jadi harus sering-sering dibawa mandi,” kenangnya.

Setelah itu, diangkat sebagai honorer yang bertugas di bagian administrasi umum pada rumah sakit terbesar di Kota Amuntai tersebut pada tahun 1989-2004. Ia juga pernah menjaga layanan poli, dan tugasnya memanggil para pasien bergiliran untuk masuk ke ruangan diperiksa dokter umum.

“Cleaning service pernah, jaga loket di rumah sakit juga pernah. Jadi intinya senang mengerjakan pekerjaan yang dipercayakan kepada saya, dan jangan jadikan beban,” ujar ayah dua anak tersebut, Senin (1/4) lalu.

Suami dari Mahrita Dewi ini masuk ke PKB karena diajak tiga teman. KH Hamdan Khalid Lc sebagai Mustasyar DPC PKB HSU. KH Hamdan juga merupakan salah satu tokoh ulama panutannya, dan kharismatik di Kabupaten HSU. “KH Hamdan Khalid banyak memberikan wejangan dan petuah yang baik bagi saya. Beliau salah satu ulama kharismatik di kabupaten ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bagi Ari Krisnanda Bermain Kecapi Memiliki Sensasi tersendiri

Selain itu, ada juga nama Muhsin Haita (Ketua DPC PKB HSU 2004), dan H Hormansyah saat itu sebagai pengurus DPC PKB HSU. “Tiga nama itu membuat saya bisa sampai di partai PKB, dan berbuat untuk rakyat,” ungkapnya.

Walau aktif dalam aktivitas perlindungan anak dan perempuan di Kabupaten HSU, Bang Junai sempat kurang yakin apakah bisa bersaing memperebutkan kursi di DPRD HSU. Mengingat saat itu didominasi para tokoh masyarakat. “Saya berlatar belakang bukan dari keluarga berada. Jadi sempat minder,” ungkapnya.

Namun, Bang Junai mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan teman. Akhirnya memberanikan diri untuk maju. “Pada tahun 2009 lalu, dapat tembus ke kursi parlemen HSU,” ujar Junaidi.

Selama menjadi anggota DPRD HSU dari tahun 2004, sudah banyak aspirasi warga yang diperjuangkannya. Di bidang infrastruktur seperti jalan, jembatan, titian kayu bagi warga di daerah pemilihannya. Selain itu bidang baik pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, olahraga, keagamaan dan sebagainya.

Sebagai Ketua Badan Legislasi (Bapemperda) dari tahun 2014, sudah ada 29 perda inisiatif DPRD yang dihasilkannya bersama wakil rakyat lainnya.

Mulai dari Perda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, Perda tentang Bantuan Hukum bagi Warga Miskin, Perda tentang Pemenuhan dan Perlindungan Hak Penyandang Disabilitas. Ada juga Perda tentang Perlindungan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, Perda tentang Pelarangan Minuman Beralkohol, Penyalahgunaan Alkohol, Minuman dan Obat Oplosan, dan Zat Adiktif lainnya. Selanjutnya, Perda tentang Fasilitasi Pondok Pesantren, Perda tentang Penyelenggaraan Pertanian, Perda tentang Budi Daya Ikan Air Tawar Berkelanjutan.

Adakah kiat khusus bisa bertahan sebagai petahana, di tengah banyaknya caleg pendatang baru dengan latar belakang yang juga mumpuni? Bang Junai hanya membagikan kiat singkat. Ketika terpilih, jangan pernah meninggalkan konstituen. Hanya datang ketika perlu. Bahkan baru bertemu lima tahun sekali ketika ada hajat pileg. “Datang hanya pas mau pemilihan saja, itu tidak boleh. Yakin akan sulit untuk mendapat tempat di hati pemilih,” ingat Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten HSU itu.

Baca Juga :  Upaya Pelaku Usaha Bertahan Saat Objek Wisata di Palangka Raya Tutup

Meski lima kali terpilih, Bang Junai tetap hidup sederhana di Desa Pekacangan, Kecamatan Amuntai Utara. Rumahnya berlantai dua dengan ukuran 5×11 meter persegi. “Ini lah saya, mengabdi melayani masyarakat lewat jalur politik,” katanya.

Torehan suara Bang Junai sangat meningkatkan dibanding pada pemilu 2019-2024. “Alhamdulillah suara pribadi di pileg 2024 ini meraih 3.488 suara, sementara pada pileg 2019 sebanyak 1.256 suara. Total suara partai PKB di Dapil 4 Amuntai Selatan, Amuntai Utara dan Haur Gading berjumlah 5.976 suara,” lengkapnya.

Ini memberi motivasi untuk para pemuda di HSU yang ingin menjadi calon legislatif. Kalau ingin meraih sukses perlu proses dan semangat. “Pacu dirimu dan lakukan yang terbaik untuk dirimu dan orang lain. Supaya hidup lebih bermanfaat,” tuntasnya.

JUNAIDI

Pendidikan:
– SDN Ciptasari Amuntai tamat tahun 1982.
– SMP Negeri 3 Amuntai tamat tahun 1985.
– SMEA Negeri Amuntai tamat tahun 1988.
– STIA Amuntai.

Ayah: Juhranie.
Ibu: Siti Rohana.
Nama istri: Mahrita Dewi

Nama anak:
– Ahmad Hudaturrahman (Bekerja di RSUD Pambalah Batung Amuntai)
– Nazila ‘Aina (Siswa MAN 2 Amuntai)
Partai: Partai Kebangkitan Bangsa.
Karir Politik : Terpilih di DPRD HSU 5 Kali

(jpg)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru