Tradisi Manginang atau menyirih masih tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat suku Dayak Tomun, di Desa Penyombaan, Kudangan, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau
Baru-baru ini. Seorang fotografer Indonesia bernama Acid. Berkesempatan mengunjungi Desa Penyombaan dan menghabiskan waktu bersama Pak Damar. Selain dibagikan pengalamannya melalui akun media sosial
Di tengah hujan deras dan panas terik, mereka tetap berdiri tegak di bawah tiang listrik. Tangan berlumur lumpur, wajah disinari cahaya senter, sementara malam menelan suara sekitar.
Pandangan Wardah menyapu ruangan yang sunyi. Ia seorang diri di sana. Hening. Hanya terdengar suara jam dinding yang berderak. Jarumnya menunjuk pukul dua dini hari.
Kepala Pegadaian Palangka Raya, Hermin Pongtuluran, menjelaskan bahwa bunga di Pegadaian dihitung per 15 hari. Bukan per bulan. Jadi kalau pinjaman dibayar sebelum satu bulan, maka bunganya otomatis lebih ringan. Bahkan bisa hanya setengah dari total bunga.
Kantor Pegadaian tidak seperti bayangan lama saya. Terang. Bersih. Tidak ada antrean berdesakan. Petugas ramah. Tidak ada aroma kekhawatiran seperti dulu. Saya datang sebagai pewarta, tapi seperti tamu yang hendak menyimpan emas.
Hermin Pongtuluran, SE. Kepala Cabang Pegadaian Palangka Raya. Ia berbicara dengan semangat, bukan seperti pegawai biasa. Ia seperti sedang menjual masa depan. Bukan untuk dirinya, tapi untuk masyarakat.