25.5 C
Jakarta
Saturday, January 17, 2026

BRI-Danantara Turun Langsung ke Aceh Tamiang, Korban Banjir Bandang Dapat Bantuan Lengkap

ACEH TAMIANG – BRI yang tergabung dalam ekosistem Danantara kembali menunjukkan aksi nyata dalam penanganan bencana alam di Sumatera. Kali ini, bantuan kemanusiaan disalurkan langsung kepada warga terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, wilayah yang tercatat mengalami dampak terparah.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria bersama Direktur Utama BRI Hery Gunardi pada Jumat (19/12). Kehadiran pimpinan Danantara dan BRI di lokasi menegaskan komitmen BUMN untuk hadir sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.

Bantuan disalurkan melalui Posko BUMN Peduli di Kecamatan Karang Baru dan Kota Kuala Simpang, serta diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. BRI juga menerjunkan relawan ke berbagai titik terdampak untuk memastikan bantuan sampai langsung ke warga yang membutuhkan.

Dony Oskaria mengatakan, kehadiran Danantara dan BUMN di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk tanggung jawab sebagai perusahaan milik negara.

“BUMN adalah milik rakyat. Setiap kali masyarakat membutuhkan, kehadiran kami bukan pilihan, tapi kewajiban. Sejak awal bencana, kami memastikan BUMN hadir bukan sekadar simbol, melainkan pendamping nyata bagi warga,” ujar Dony.

Baca Juga :  BRI Genap 130 Tahun, Begini Perjalanan Panjang Bank Rakyat Indonesia

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menambahkan, sejak awal bencana pihaknya langsung bergerak melalui unit kerja terdekat untuk memetakan kebutuhan di lapangan agar bantuan tepat sasaran.

“Pendekatan kami tidak hanya cepat, tapi juga sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Karena itu, relawan BUMN kami terjunkan langsung ke lokasi,” kata Hery.

Electronic money exchangers listing

Tak berhenti di fase darurat, BRI juga aktif mendukung pemulihan pascabencana. Melalui program BRI Peduli, ratusan Relawan Tanggap Bencana BUMN dikerahkan untuk membantu distribusi bantuan, operasional posko, hingga proses pemulihan di wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Hery menegaskan, komitmen BRI mencakup pemulihan jangka menengah dan panjang. Di Provinsi Aceh, BRI menyiapkan renovasi fasilitas pendidikan, puskesmas, layanan publik, serta perbaikan sistem air bersih dan sanitasi. Sementara di Sumatera Utara, fokus pemulihan meliputi renovasi sekolah dan puskesmas terdampak banjir dan longsor, serta sarana air bersih. Adapun di Sumatera Barat, pemulihan difokuskan pada perbaikan ruang kelas, fasilitas kesehatan tingkat pertama, drainase, dan akses jalan lingkungan. BRI juga menyiapkan pembangunan hunian sementara, khususnya di Aceh dan Sumatera Utara.

Baca Juga :  Holding UMi Perkuat Permodalan Nasional, Pembiayaan Tembus Rp632 Triliun hingga September 2025

Pada fase tanggap darurat, BRI Group telah melaksanakan 40 aksi kemanusiaan di berbagai wilayah terdampak bencana hingga 18 Desember 2025, dengan dukungan lima posko darurat. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, distribusi bantuan, serta layanan kemanusiaan agar bantuan tersalurkan cepat dan tepat.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 3.250 paket makanan siap santap, 63.500 paket sembako, 700 paket survival kit, serta 1.680 unit kasur dan selimut. Selain itu, BRI Group juga mendistribusikan 23 truk air bersih, 3.800 paket obat-obatan, 5.800 unit peralatan kebersihan, serta mengerahkan dua perahu karet untuk mobilisasi di area banjir. Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau 70.550 warga terdampak.

“Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, BRI berharap langkah ini memberi dampak luas dan berkelanjutan. Kami berkomitmen hadir dari fase darurat hingga pemulihan jangka panjang demi mendukung ketahanan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Hery. ***

ACEH TAMIANG – BRI yang tergabung dalam ekosistem Danantara kembali menunjukkan aksi nyata dalam penanganan bencana alam di Sumatera. Kali ini, bantuan kemanusiaan disalurkan langsung kepada warga terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, wilayah yang tercatat mengalami dampak terparah.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria bersama Direktur Utama BRI Hery Gunardi pada Jumat (19/12). Kehadiran pimpinan Danantara dan BRI di lokasi menegaskan komitmen BUMN untuk hadir sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.

Bantuan disalurkan melalui Posko BUMN Peduli di Kecamatan Karang Baru dan Kota Kuala Simpang, serta diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. BRI juga menerjunkan relawan ke berbagai titik terdampak untuk memastikan bantuan sampai langsung ke warga yang membutuhkan.

Electronic money exchangers listing

Dony Oskaria mengatakan, kehadiran Danantara dan BUMN di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk tanggung jawab sebagai perusahaan milik negara.

“BUMN adalah milik rakyat. Setiap kali masyarakat membutuhkan, kehadiran kami bukan pilihan, tapi kewajiban. Sejak awal bencana, kami memastikan BUMN hadir bukan sekadar simbol, melainkan pendamping nyata bagi warga,” ujar Dony.

Baca Juga :  BRI Genap 130 Tahun, Begini Perjalanan Panjang Bank Rakyat Indonesia

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menambahkan, sejak awal bencana pihaknya langsung bergerak melalui unit kerja terdekat untuk memetakan kebutuhan di lapangan agar bantuan tepat sasaran.

“Pendekatan kami tidak hanya cepat, tapi juga sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Karena itu, relawan BUMN kami terjunkan langsung ke lokasi,” kata Hery.

Tak berhenti di fase darurat, BRI juga aktif mendukung pemulihan pascabencana. Melalui program BRI Peduli, ratusan Relawan Tanggap Bencana BUMN dikerahkan untuk membantu distribusi bantuan, operasional posko, hingga proses pemulihan di wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Hery menegaskan, komitmen BRI mencakup pemulihan jangka menengah dan panjang. Di Provinsi Aceh, BRI menyiapkan renovasi fasilitas pendidikan, puskesmas, layanan publik, serta perbaikan sistem air bersih dan sanitasi. Sementara di Sumatera Utara, fokus pemulihan meliputi renovasi sekolah dan puskesmas terdampak banjir dan longsor, serta sarana air bersih. Adapun di Sumatera Barat, pemulihan difokuskan pada perbaikan ruang kelas, fasilitas kesehatan tingkat pertama, drainase, dan akses jalan lingkungan. BRI juga menyiapkan pembangunan hunian sementara, khususnya di Aceh dan Sumatera Utara.

Baca Juga :  Holding UMi Perkuat Permodalan Nasional, Pembiayaan Tembus Rp632 Triliun hingga September 2025

Pada fase tanggap darurat, BRI Group telah melaksanakan 40 aksi kemanusiaan di berbagai wilayah terdampak bencana hingga 18 Desember 2025, dengan dukungan lima posko darurat. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, distribusi bantuan, serta layanan kemanusiaan agar bantuan tersalurkan cepat dan tepat.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 3.250 paket makanan siap santap, 63.500 paket sembako, 700 paket survival kit, serta 1.680 unit kasur dan selimut. Selain itu, BRI Group juga mendistribusikan 23 truk air bersih, 3.800 paket obat-obatan, 5.800 unit peralatan kebersihan, serta mengerahkan dua perahu karet untuk mobilisasi di area banjir. Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau 70.550 warga terdampak.

“Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, BRI berharap langkah ini memberi dampak luas dan berkelanjutan. Kami berkomitmen hadir dari fase darurat hingga pemulihan jangka panjang demi mendukung ketahanan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Hery. ***

Terpopuler

Artikel Terbaru