24.8 C
Jakarta
Saturday, March 7, 2026

BRI Targetkan Rp8 Triliun KUR Perumahan, Kontribusi Nasional Tembus 49 Persen

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BRI menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebesar Rp8 triliun sepanjang 2026. Target agresif ini menegaskan peran dominan BRI dalam pembiayaan rumah subsidi, dengan kontribusi mencapai 49 persen dari total penyaluran KUR Perumahan nasional.

Hingga 2026, realisasi penyaluran KUR Perumahan secara nasional tercatat sebesar Rp3.547 triliun. Dari jumlah tersebut, BRI berkontribusi Rp1.774 triliun atau hampir separuh dari total pembiayaan, sejalan dengan dukungan perseroan terhadap Program 3 Juta Rumah dan Asta Cita pemerintah di sektor perumahan rakyat.

Capaian ini disampaikan dalam pertemuan antara Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati bersama Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi, serta Menteri PKP Maruarar Sirait. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian PKP, Senin (9/2).

Baca Juga :  Jaga Keandalan Transaksi Nasabah, BRI Raih ISO 2230:2019 - BCMS 

Sri Haryati menilai kontribusi BRI menjadi faktor penting dalam mempercepat akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurut dia, peran perbankan, khususnya BRI, sangat menentukan keberhasilan program perumahan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan target Rp8 triliun KUR Perumahan pada 2026 didukung oleh kekuatan jaringan dan basis nasabah BRI yang tersebar hingga pelosok Indonesia.

“Dengan jaringan layanan yang luas dan basis nasabah yang besar, penyaluran KPR subsidi bisa dilakukan lebih merata dan efektif, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Hery.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi kontribusi BRI dalam pembiayaan rumah subsidi. Ia mencatat tren peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Mengolah Produk Kearifan Lokal, Pisang Sale Mades Makin Berkembang lewat Pemberdayaan BRI

“Pada 2024, sekitar 16 ribu unit rumah subsidi dibiayai oleh BRI. Tahun 2025 meningkat menjadi 32 ribu unit. Tahun 2026, BRI menargetkan penyaluran hingga 60 ribu unit rumah subsidi. Artinya, 60 ribu rakyat akan bisa menikmati rumah,” kata Maruarar. ***

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BRI menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebesar Rp8 triliun sepanjang 2026. Target agresif ini menegaskan peran dominan BRI dalam pembiayaan rumah subsidi, dengan kontribusi mencapai 49 persen dari total penyaluran KUR Perumahan nasional.

Hingga 2026, realisasi penyaluran KUR Perumahan secara nasional tercatat sebesar Rp3.547 triliun. Dari jumlah tersebut, BRI berkontribusi Rp1.774 triliun atau hampir separuh dari total pembiayaan, sejalan dengan dukungan perseroan terhadap Program 3 Juta Rumah dan Asta Cita pemerintah di sektor perumahan rakyat.

Capaian ini disampaikan dalam pertemuan antara Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati bersama Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi, serta Menteri PKP Maruarar Sirait. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian PKP, Senin (9/2).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Jaga Keandalan Transaksi Nasabah, BRI Raih ISO 2230:2019 - BCMS 

Sri Haryati menilai kontribusi BRI menjadi faktor penting dalam mempercepat akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurut dia, peran perbankan, khususnya BRI, sangat menentukan keberhasilan program perumahan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan target Rp8 triliun KUR Perumahan pada 2026 didukung oleh kekuatan jaringan dan basis nasabah BRI yang tersebar hingga pelosok Indonesia.

“Dengan jaringan layanan yang luas dan basis nasabah yang besar, penyaluran KPR subsidi bisa dilakukan lebih merata dan efektif, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Hery.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi kontribusi BRI dalam pembiayaan rumah subsidi. Ia mencatat tren peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

Baca Juga :  Mengolah Produk Kearifan Lokal, Pisang Sale Mades Makin Berkembang lewat Pemberdayaan BRI

“Pada 2024, sekitar 16 ribu unit rumah subsidi dibiayai oleh BRI. Tahun 2025 meningkat menjadi 32 ribu unit. Tahun 2026, BRI menargetkan penyaluran hingga 60 ribu unit rumah subsidi. Artinya, 60 ribu rakyat akan bisa menikmati rumah,” kata Maruarar. ***

Terpopuler

Artikel Terbaru