26.8 C
Jakarta
Thursday, March 12, 2026

Program 3 Juta Rumah Dapat Tenaga Baru, BRI Sudah Salurkan KPP Rp2,3 Triliun

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp2,30 triliun sepanjang Januari hingga Februari 2026. Pembiayaan perumahan dari BRI itu telah dinikmati oleh 17.443 debitur dan menjadi bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.

Realisasi penyaluran KPP BRI tersebut sudah mencapai 28,75 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp8 triliun. Capaian ini sekaligus menegaskan peran BRI dalam memperluas akses pembiayaan rumah terjangkau bagi masyarakat.

Dari sisi nasional, capaian itu menempatkan BRI sebagai bank dengan penyaluran KPP tertinggi. Kontribusinya mencapai sekitar 52,2 persen dari total penyaluran KPP secara nasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan optimalisasi penyaluran KPP menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Target penyaluran KPP sebesar Rp8 triliun pada 2026 didukung kekuatan fundamental BRI, mulai dari basis nasabah yang besar hingga jaringan layanan yang menjangkau pelosok Indonesia,” kata Hery.

Baca Juga :  Soal Efek Larangan Pengecer LPG 3 Kg, Bahlil Akui Kesalahannya

Menurutnya, dengan jaringan luas tersebut, pembiayaan sektor perumahan bisa tersalurkan lebih merata. Termasuk bagi pelaku UMKM yang berada di rantai pasok konstruksi.

Hery menambahkan, penguatan pembiayaan perumahan tidak hanya menyasar sisi konsumsi, tetapi juga sektor produksi. Dukungan diberikan kepada pelaku usaha bahan bangunan, kontraktor skala kecil hingga distributor di daerah.

Electronic money exchangers listing

“Dengan begitu, KPP diharapkan mampu menciptakan ekosistem perumahan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya ungkit ekonomi lokal,” jelasnya.

Apresiasi atas kinerja BRI juga datang dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Dia menilai peran BRI sangat strategis dalam mendukung keberhasilan program perumahan rakyat, termasuk penyaluran KUR Perumahan atau KPP.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BRI atas komitmennya memastikan KUR Perumahan terserap dengan sangat baik. Hingga saat ini BRI merupakan bank penyalur terbesar KUR Perumahan. Dukungan BRI tentu sangat strategis bagi program perumahan rakyat,” ujar Maruarar.

Baca Juga :  Simak! Ini Alasan Saham BBRI Menarik untuk Dikoleksi

Sebagai informasi, KPP merupakan fasilitas pembiayaan investasi dan modal kerja dengan dukungan subsidi pemerintah. Skema ini dirancang untuk mendorong aktivitas ekonomi, khususnya bagi UMKM di sektor bahan bangunan dan konstruksi.

Program tersebut tidak hanya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga menciptakan multiplier effect yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, BRI memastikan penyaluran KPP akan terus dipercepat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang terukur. Dengan langkah tersebut, BRI optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai pemimpin penyaluran KPP nasional sekaligus memperkuat peran sebagai bank yang hadir memberi solusi keuangan bagi masyarakat. ***

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp2,30 triliun sepanjang Januari hingga Februari 2026. Pembiayaan perumahan dari BRI itu telah dinikmati oleh 17.443 debitur dan menjadi bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.

Realisasi penyaluran KPP BRI tersebut sudah mencapai 28,75 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp8 triliun. Capaian ini sekaligus menegaskan peran BRI dalam memperluas akses pembiayaan rumah terjangkau bagi masyarakat.

Dari sisi nasional, capaian itu menempatkan BRI sebagai bank dengan penyaluran KPP tertinggi. Kontribusinya mencapai sekitar 52,2 persen dari total penyaluran KPP secara nasional.

Electronic money exchangers listing

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan optimalisasi penyaluran KPP menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Target penyaluran KPP sebesar Rp8 triliun pada 2026 didukung kekuatan fundamental BRI, mulai dari basis nasabah yang besar hingga jaringan layanan yang menjangkau pelosok Indonesia,” kata Hery.

Baca Juga :  Soal Efek Larangan Pengecer LPG 3 Kg, Bahlil Akui Kesalahannya

Menurutnya, dengan jaringan luas tersebut, pembiayaan sektor perumahan bisa tersalurkan lebih merata. Termasuk bagi pelaku UMKM yang berada di rantai pasok konstruksi.

Hery menambahkan, penguatan pembiayaan perumahan tidak hanya menyasar sisi konsumsi, tetapi juga sektor produksi. Dukungan diberikan kepada pelaku usaha bahan bangunan, kontraktor skala kecil hingga distributor di daerah.

“Dengan begitu, KPP diharapkan mampu menciptakan ekosistem perumahan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya ungkit ekonomi lokal,” jelasnya.

Apresiasi atas kinerja BRI juga datang dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Dia menilai peran BRI sangat strategis dalam mendukung keberhasilan program perumahan rakyat, termasuk penyaluran KUR Perumahan atau KPP.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BRI atas komitmennya memastikan KUR Perumahan terserap dengan sangat baik. Hingga saat ini BRI merupakan bank penyalur terbesar KUR Perumahan. Dukungan BRI tentu sangat strategis bagi program perumahan rakyat,” ujar Maruarar.

Baca Juga :  Simak! Ini Alasan Saham BBRI Menarik untuk Dikoleksi

Sebagai informasi, KPP merupakan fasilitas pembiayaan investasi dan modal kerja dengan dukungan subsidi pemerintah. Skema ini dirancang untuk mendorong aktivitas ekonomi, khususnya bagi UMKM di sektor bahan bangunan dan konstruksi.

Program tersebut tidak hanya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga menciptakan multiplier effect yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, BRI memastikan penyaluran KPP akan terus dipercepat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang terukur. Dengan langkah tersebut, BRI optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai pemimpin penyaluran KPP nasional sekaligus memperkuat peran sebagai bank yang hadir memberi solusi keuangan bagi masyarakat. ***

Terpopuler

Artikel Terbaru