27.8 C
Jakarta
Thursday, February 12, 2026

DPRD Palangka Raya Minta Keakuratan Data Kasus DBD Dipastikan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – DPRD Kota Palangka Raya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) setempat memastikan keakuratan data kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tercatat oleh Dinas Kesehatan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, menyebutkan berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, saat ini terdapat 16 kasus DBD. Namun, data tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh di lapangan.

“Informasi dari Dinas Kesehatan sudah ada 16 kasus. Nah, data ini harus benar-benar ditelusuri dan dipastikan,” ucap Hasan pada Jumat (6/2/2026).

Legislator Partai Golkar DPRD Palangka Raya ini menekankan pentingnya memastikan asal kasus tersebut.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan penderita DBD berasal dari luar daerah, namun baru menunjukkan gejala berat saat berada di Kota Palangka Raya.

Baca Juga :  Kreatif dan Inovatif Salah Satu Cara Mengembangkan Tempat Wisata

“Makanya perlu dicek dulu kebenarannya. Kasus itu muncul dari mana? Bisa saja orang dari luar masuk ke sini dalam kondisi sudah terjangkit,” ujarnya.

Hasan menambahkan, apabila nantinya kasus tersebut benar berasal dari warga Kota Palangka Raya, maka Dinas Kesehatan harus segera mengambil langkah cepat, termasuk melakukan isolasi wilayah atau penanganan di lokasi yang ditemukan kasus.

Electronic money exchangers listing

Meski DBD telah menjadi penyakit endemik yang hampir setiap tahun terjadi, Hasan menilai pemerintah tidak boleh lengah. Ia meminta Pemkot Palangka Raya tetap memberi perhatian serius untuk menekan angka kasus DBD.

“DBD memang sudah endemik, tapi bukan berarti kita abai. Pemerintah harus terus menaruh perhatian untuk menekan kasusnya setiap tahun,” tegasnya.

Baca Juga :  Optimalkan Sumber Daya Alam, Dorong Penguatan Sektor Perikanan Palangka Raya

Selain peran pemerintah, Hasan juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Baginya, upaya pencegahan dapat dimulai dari lingkungan sekitar rumah agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Tidak harus selalu menunggu tindakan dari pemerintah. Masyarakat diharapkan punya kesadaran sendiri, mulai dari menjaga kebersihan rumah, lingkungan sekitar, sampai aktif kerja bakti,” tutupnya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – DPRD Kota Palangka Raya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) setempat memastikan keakuratan data kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tercatat oleh Dinas Kesehatan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, menyebutkan berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, saat ini terdapat 16 kasus DBD. Namun, data tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh di lapangan.

“Informasi dari Dinas Kesehatan sudah ada 16 kasus. Nah, data ini harus benar-benar ditelusuri dan dipastikan,” ucap Hasan pada Jumat (6/2/2026).

Electronic money exchangers listing

Legislator Partai Golkar DPRD Palangka Raya ini menekankan pentingnya memastikan asal kasus tersebut.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan penderita DBD berasal dari luar daerah, namun baru menunjukkan gejala berat saat berada di Kota Palangka Raya.

Baca Juga :  Kreatif dan Inovatif Salah Satu Cara Mengembangkan Tempat Wisata

“Makanya perlu dicek dulu kebenarannya. Kasus itu muncul dari mana? Bisa saja orang dari luar masuk ke sini dalam kondisi sudah terjangkit,” ujarnya.

Hasan menambahkan, apabila nantinya kasus tersebut benar berasal dari warga Kota Palangka Raya, maka Dinas Kesehatan harus segera mengambil langkah cepat, termasuk melakukan isolasi wilayah atau penanganan di lokasi yang ditemukan kasus.

Meski DBD telah menjadi penyakit endemik yang hampir setiap tahun terjadi, Hasan menilai pemerintah tidak boleh lengah. Ia meminta Pemkot Palangka Raya tetap memberi perhatian serius untuk menekan angka kasus DBD.

“DBD memang sudah endemik, tapi bukan berarti kita abai. Pemerintah harus terus menaruh perhatian untuk menekan kasusnya setiap tahun,” tegasnya.

Baca Juga :  Optimalkan Sumber Daya Alam, Dorong Penguatan Sektor Perikanan Palangka Raya

Selain peran pemerintah, Hasan juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Baginya, upaya pencegahan dapat dimulai dari lingkungan sekitar rumah agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Tidak harus selalu menunggu tindakan dari pemerintah. Masyarakat diharapkan punya kesadaran sendiri, mulai dari menjaga kebersihan rumah, lingkungan sekitar, sampai aktif kerja bakti,” tutupnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru