28.6 C
Jakarta
Monday, July 22, 2024
spot_img

Wacana Bantuan Ponsel Harus Dipertimbangkan

SAMPIT,KALTENGPOS.CO-Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur
(Kotim) dari daerah pemilihan (Dapil) V, Hendra Sia angkat bicara terkait
wacana bantuan telepon seluler atau ponsel untuk pelajar tidak mampu di
Kabupaten Kotim.

 

“Saya
mengapresiasi rencana pemerintah daerah yang disampaiakan oleh sekda yang akan
membantu ponsel untuk para pelajar yang tidak mampu. Tetapi itu perlu
dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan masalah di kemudian
hari,” ujar Hendra Sia saat di bincangi di ruang kerjannya, Selasa (5/8).

 

Dirinya
mempertayakan bagaimana dengan pelajar di pelosok di daerah terpencil, seperti
Dapil V yang belum terjangkau jaringan internet, apakah akan diberikan juga dan
dipasangkan jaringan juga, sehingga mereka dapat mengikuti pembelajar secara
daring. Kalau mereka tidak diberikan, ini akan menimbulkan kecemburuan social. Ini
yang harus dipikirkan pemerintah daerah terlebih dahulu.

Baca Juga :  Fokus Gali PAD, Legislator Serukan Hal Ini

 

“Saya
berharap niat baik program bantuan tersebut malah menimbulkan masalah di kemudian
hari, seperti kecemburuan sosial karena ponsel tersebut merupakan barang yang
lumayan mahal dan perlu pertimbangan yang matang untuk mengalokasikan anggaran
karena harus melihat skala prioritas. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini,
keuangan daerah cukup terkuras untuk menangani wabah virus mematikan itu dan
dampak yang ditimbulkannya,” terang Hendra Sia.

 

Politisi
Partai Perindo ini juga mengatakan, sistem luring masih bisa dioptimalkan agar
semua siswa bisa tetap mengikuti pelajaran, termasuk mereka yang tidak memiliki
ponsel canggih. Masalah ini, diperlukan keikhlasan pihak sekolah dan guru untuk
membantu seluruh peserta didik agar tetap bisa mendapatkan pendidikan yang
terbaik meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Baca Juga :  Pembangunan Kotim ke Depannya Diarahkan Pada Hilirisasi Industri

 

“Saya hanya
meminta pembelajaran pada saat pendemi Covid-19 jangan sampai memberatkan
orangtua murid. Kalau memang ada opsi lain yang juga efektif untuk sistem
belajar seperti luar jaringan, maka itu bisa juga dilakukan, sehingga tidak
memaksakan pengadaan ponsel tersebut,” tutupnya.

SAMPIT,KALTENGPOS.CO-Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur
(Kotim) dari daerah pemilihan (Dapil) V, Hendra Sia angkat bicara terkait
wacana bantuan telepon seluler atau ponsel untuk pelajar tidak mampu di
Kabupaten Kotim.

 

“Saya
mengapresiasi rencana pemerintah daerah yang disampaiakan oleh sekda yang akan
membantu ponsel untuk para pelajar yang tidak mampu. Tetapi itu perlu
dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan masalah di kemudian
hari,” ujar Hendra Sia saat di bincangi di ruang kerjannya, Selasa (5/8).

 

Dirinya
mempertayakan bagaimana dengan pelajar di pelosok di daerah terpencil, seperti
Dapil V yang belum terjangkau jaringan internet, apakah akan diberikan juga dan
dipasangkan jaringan juga, sehingga mereka dapat mengikuti pembelajar secara
daring. Kalau mereka tidak diberikan, ini akan menimbulkan kecemburuan social. Ini
yang harus dipikirkan pemerintah daerah terlebih dahulu.

Baca Juga :  Fokus Gali PAD, Legislator Serukan Hal Ini

 

“Saya
berharap niat baik program bantuan tersebut malah menimbulkan masalah di kemudian
hari, seperti kecemburuan sosial karena ponsel tersebut merupakan barang yang
lumayan mahal dan perlu pertimbangan yang matang untuk mengalokasikan anggaran
karena harus melihat skala prioritas. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini,
keuangan daerah cukup terkuras untuk menangani wabah virus mematikan itu dan
dampak yang ditimbulkannya,” terang Hendra Sia.

 

Politisi
Partai Perindo ini juga mengatakan, sistem luring masih bisa dioptimalkan agar
semua siswa bisa tetap mengikuti pelajaran, termasuk mereka yang tidak memiliki
ponsel canggih. Masalah ini, diperlukan keikhlasan pihak sekolah dan guru untuk
membantu seluruh peserta didik agar tetap bisa mendapatkan pendidikan yang
terbaik meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Baca Juga :  Pembangunan Kotim ke Depannya Diarahkan Pada Hilirisasi Industri

 

“Saya hanya
meminta pembelajaran pada saat pendemi Covid-19 jangan sampai memberatkan
orangtua murid. Kalau memang ada opsi lain yang juga efektif untuk sistem
belajar seperti luar jaringan, maka itu bisa juga dilakukan, sehingga tidak
memaksakan pengadaan ponsel tersebut,” tutupnya.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru