PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran terjadi di sebuah bangunan milik Houla Cafe di Jalan Nyai Balau, Kelurahan Langkai, Kota Palangka Raya, Rabu dini hari (4/3/2026).
Peristiwa tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 04.15 WIB, tidak lama setelah warga sekitar menyelesaikan santap sahur dan bersiap menunaikan salat Subuh.
Anggota Relawan Pemadam Kebakaran Enggang Emergency, Bayu. Mengatakan kobaran api pertama kali diketahui warga saat suasana lingkungan masih relatif sepi menjelang waktu ibadah.
“Saat kami tiba di lokasi, api sudah cukup besar dan membakar bagian belakang bangunan. Dugaan sementara titik awalnya dari area dapur, tetapi itu masih perlu penyelidikan lebih lanjut,” ujar Bayu.
Dia menjelaskan. Proses pemadaman melibatkan tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya bersama sejumlah relawan, yang langsung melakukan upaya penyekatan, agar api tidak merambat ke bangunan lain di kawasan permukiman padat tersebut.
“Alhamdulillah setelah warga selesai salat Subuh, kondisi api sudah masuk tahap pendinginan. Proses pemadaman juga cukup terbantu dengan turunnya hujan sehingga kobaran lebih cepat dikendalikan,” tambahnya.
Bayu menegaskan, hingga saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Sementara itu, terkait penyebab pasti kebakaran maupun total kerugian yang ditimbulkan, pihaknya menyebutkan masih belum dapat dipastikan dan menunggu hasil pendataan serta penyelidikan lebih lanjut dari instansi berwenang. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran terjadi di sebuah bangunan milik Houla Cafe di Jalan Nyai Balau, Kelurahan Langkai, Kota Palangka Raya, Rabu dini hari (4/3/2026).
Peristiwa tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 04.15 WIB, tidak lama setelah warga sekitar menyelesaikan santap sahur dan bersiap menunaikan salat Subuh.
Anggota Relawan Pemadam Kebakaran Enggang Emergency, Bayu. Mengatakan kobaran api pertama kali diketahui warga saat suasana lingkungan masih relatif sepi menjelang waktu ibadah.
“Saat kami tiba di lokasi, api sudah cukup besar dan membakar bagian belakang bangunan. Dugaan sementara titik awalnya dari area dapur, tetapi itu masih perlu penyelidikan lebih lanjut,” ujar Bayu.
Dia menjelaskan. Proses pemadaman melibatkan tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya bersama sejumlah relawan, yang langsung melakukan upaya penyekatan, agar api tidak merambat ke bangunan lain di kawasan permukiman padat tersebut.
“Alhamdulillah setelah warga selesai salat Subuh, kondisi api sudah masuk tahap pendinginan. Proses pemadaman juga cukup terbantu dengan turunnya hujan sehingga kobaran lebih cepat dikendalikan,” tambahnya.
Bayu menegaskan, hingga saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Sementara itu, terkait penyebab pasti kebakaran maupun total kerugian yang ditimbulkan, pihaknya menyebutkan masih belum dapat dipastikan dan menunggu hasil pendataan serta penyelidikan lebih lanjut dari instansi berwenang. (adr)