26.5 C
Jakarta
Friday, February 20, 2026

BI Kalteng Bekali 50 Trainer, UMKM Kalteng Makin Siap Susun Laporan Keuangan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tancap gas memperkuat pencatatan keuangan UMKM lewat Training of Trainers (TOT) Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) pada 12–13 Februari 2026. Sebanyak 50 calon trainer disiapkan agar pelaku UMKM dan klaster usaha di Kalteng tak lagi asal catat pemasukan dan pengeluaran.

Pelatihan SIAPIK yang digelar di Palangka Raya ini menjadi langkah konkret Bank Indonesia Kalteng untuk meningkatkan literasi keuangan, tata kelola usaha, dan akses pembiayaan formal bagi UMKM sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Fokusnya jelas: laporan keuangan harus rapi, akuntabel, dan bisa dibaca lembaga keuangan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, UIN Palangka Raya melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Kalimantan Tengah.

Acara turut dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Palangka Raya Dr. Muhammad Nasir, Dekan FEBI Dr. Tri Hidayati, Sekretaris Umum MES Kalteng H. Heru Hidayat, Wakil Ketua MUI Kalteng H. Abdul Wahid Aha, perwakilan Kementerian Agama Kalteng Gundo Utomo, serta sejumlah pemangku kepentingan daerah.

Baca Juga :  Dukung Ketersediaan Stok Darah, BI Kalteng Gelar Donor Darah

Materi pelatihan dibawakan Akhmad Jaeroni yang bekerja sama dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Inklusif (DEIH) Bank Indonesia. Dia menegaskan, SIAPIK dirancang sebagai alat pencatatan keuangan yang sederhana, terstandar, dan mudah dipakai pelaku usaha.

“SIAPIK ini membantu UMKM menyusun laporan keuangan secara sistematis. Tidak ribet, tapi sesuai standar. Kalau laporan rapi, peluang akses pembiayaan juga makin terbuka,” ujarnya saat sesi pemaparan.

Pelatihan tak hanya teori. Peserta langsung praktik menggunakan aplikasi SIAPIK, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan sederhana. Pendekatannya dibuat aplikatif agar mudah ditularkan kembali ke pelaku usaha di daerah masing-masing.

Electronic money exchangers listing

Sebanyak 50 peserta terdiri atas 28 perwakilan MES kabupaten/kota se-Kalteng dan 22 dosen FEBI UIN Palangka Raya. Mereka dipersiapkan menjadi trainer dan pendamping bagi UMKM binaan Bank Indonesia di berbagai klaster usaha.

Baca Juga :  Jual Kerajinan dari Bahan Baku Rotan, Untuk Harga Bervariasi

Tujuan utamanya meningkatkan keterampilan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan laporan yang tertib, UMKM diharapkan lebih kredibel dan tidak kesulitan saat mengajukan pembiayaan ke perbankan.

Dalam kesempatan yang sama, Bank Indonesia Kalteng juga menyosialisasikan program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP). Peserta diharapkan bisa mengedukasi UMKM agar tak sekadar menggunakan rupiah, tetapi juga memahami cara mengelolanya dengan bijak.

Lewat TOT SIAPIK 2026 ini, Bank Indonesia dan para mitra berharap ekosistem pencatatan keuangan UMKM di Kalimantan Tengah makin profesional. Targetnya bukan hanya tertib administrasi, tetapi juga memperkuat ekonomi umat dan mendorong sektor riil daerah tumbuh berkelanjutan. (pri)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tancap gas memperkuat pencatatan keuangan UMKM lewat Training of Trainers (TOT) Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) pada 12–13 Februari 2026. Sebanyak 50 calon trainer disiapkan agar pelaku UMKM dan klaster usaha di Kalteng tak lagi asal catat pemasukan dan pengeluaran.

Pelatihan SIAPIK yang digelar di Palangka Raya ini menjadi langkah konkret Bank Indonesia Kalteng untuk meningkatkan literasi keuangan, tata kelola usaha, dan akses pembiayaan formal bagi UMKM sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Fokusnya jelas: laporan keuangan harus rapi, akuntabel, dan bisa dibaca lembaga keuangan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, UIN Palangka Raya melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Kalimantan Tengah.

Electronic money exchangers listing

Acara turut dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Palangka Raya Dr. Muhammad Nasir, Dekan FEBI Dr. Tri Hidayati, Sekretaris Umum MES Kalteng H. Heru Hidayat, Wakil Ketua MUI Kalteng H. Abdul Wahid Aha, perwakilan Kementerian Agama Kalteng Gundo Utomo, serta sejumlah pemangku kepentingan daerah.

Baca Juga :  Dukung Ketersediaan Stok Darah, BI Kalteng Gelar Donor Darah

Materi pelatihan dibawakan Akhmad Jaeroni yang bekerja sama dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Inklusif (DEIH) Bank Indonesia. Dia menegaskan, SIAPIK dirancang sebagai alat pencatatan keuangan yang sederhana, terstandar, dan mudah dipakai pelaku usaha.

“SIAPIK ini membantu UMKM menyusun laporan keuangan secara sistematis. Tidak ribet, tapi sesuai standar. Kalau laporan rapi, peluang akses pembiayaan juga makin terbuka,” ujarnya saat sesi pemaparan.

Pelatihan tak hanya teori. Peserta langsung praktik menggunakan aplikasi SIAPIK, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan sederhana. Pendekatannya dibuat aplikatif agar mudah ditularkan kembali ke pelaku usaha di daerah masing-masing.

Sebanyak 50 peserta terdiri atas 28 perwakilan MES kabupaten/kota se-Kalteng dan 22 dosen FEBI UIN Palangka Raya. Mereka dipersiapkan menjadi trainer dan pendamping bagi UMKM binaan Bank Indonesia di berbagai klaster usaha.

Baca Juga :  Jual Kerajinan dari Bahan Baku Rotan, Untuk Harga Bervariasi

Tujuan utamanya meningkatkan keterampilan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan laporan yang tertib, UMKM diharapkan lebih kredibel dan tidak kesulitan saat mengajukan pembiayaan ke perbankan.

Dalam kesempatan yang sama, Bank Indonesia Kalteng juga menyosialisasikan program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP). Peserta diharapkan bisa mengedukasi UMKM agar tak sekadar menggunakan rupiah, tetapi juga memahami cara mengelolanya dengan bijak.

Lewat TOT SIAPIK 2026 ini, Bank Indonesia dan para mitra berharap ekosistem pencatatan keuangan UMKM di Kalimantan Tengah makin profesional. Targetnya bukan hanya tertib administrasi, tetapi juga memperkuat ekonomi umat dan mendorong sektor riil daerah tumbuh berkelanjutan. (pri)

Terpopuler

Artikel Terbaru