NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Sangat disayangkan, petugas yang sudah bersiaga 24 jam dengan peralatan canggih demi memberikan bantuan kilat, ternyata masih saja tak dimanfaatkan dengan benar oleh beberapa oknum masyarakat. Realita yang dihadapi jajaran Polres Lamandau di awal tahun 2026 ini, membuat miris bagi para petugas yang mendedikasikan dirinya untuk memberikan pelayanan yang cepat.
Bagaimana tidak? niat tulus untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui Hotline 110, ternyata masih berbenturan dengan mentalitas oknum masyarakat yang sekadar berbuat iseng.
Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai efektivitas layanan darurat bebas pulsa tersebut. Menurutnya, dalam sepekan terakhir, pusat panggilan (call center) 110 Polres Lamandau dibanjiri puluhan panggilan. Namun, dari sekian banyak dering telepon yang masuk, mayoritas hanyalah keisengan belaka.
“Dari puluhan panggilan yang masuk dalam sepekan terakhir, hanya satu laporan yang benar-benar valid dan bisa ditindaklanjuti. Selebihnya? hanya panggilan iseng, misscall, atau bahkan prank,” ungkap AKBP Joko dengan nada prihatin, Senin (2/2).
Padahal, Hotline 110 menurutnya telah dirancang sebagai “tali penyelamat” bagi warga yang berada dalam kondisi genting. Layanan ini aktif 24 jam dan dapat diakses tanpa biaya sepeser pun (gratis). Melalui layanan ini, polisi berkomitmen untuk hadir dalam hitungan menit di lokasi kejadian.
“Tindak kriminalitas, kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan penanganan medis dan evakuasi dan gangguan kamtibmas atau situasi darurat lainnya,” tuturnya.
Dia mengatakan, Polres Lamandau tidak tinggal diam. Melalui Polsek-Polsek di tingkat kecamatan hingga desa, personel kepolisian terus turun ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat. Mereka menjelaskan bahwa 110 adalah jalur prioritas untuk keamanan, bukan sarana untuk bercanda.
“Kami sudah menyosialisasikan ini lewat media sosial hingga tatap muka langsung. Kami ingin masyarakat memanfaatkan layanan ini dengan benar. Jangan sampai saat ada warga yang benar-benar butuh bantuan, jalurnya justru terhambat oleh panggilan iseng,” tegas Kapolres.
Dengan semangat di awal tahun 2026, AKBP Joko Handono menegaskan bahwa pihaknya tetap siap siaga. Namun, ia mengetuk hati masyarakat agar lebih bijak. Sebab, layanan 110 adalah bukti polisi siap hadir, tapi efektivitasnya sangat bergantung pada kedewasaan penggunanya. (bib)


