PROKALTENG.CO– Tak lama lagi, masyarakat akan menyambut Tahun Baru Imlek 2026. Perayaan ini selalu identik dengan suasana hangat, warna-warni dekorasi, serta berbagai ritual yang sarat makna.
Bagi banyak orang, Imlek bukan hanya soal pergantian tahun menurut kalender Tionghoa, tetapi juga momen penting untuk “mengatur ulang” energi kehidupan.
Tradisi-tradisi kecil yang dilakukan menjelang dan saat Imlek dipercaya mampu memengaruhi suasana hati, keharmonisan keluarga, hingga harapan akan keberuntungan di sepanjang tahun.
Menariknya, hal-hal yang diyakini membawa energi positif ini sering kali terlihat sederhana dan mudah dilakukan. Meski tidak selalu bisa dijelaskan secara ilmiah, praktik-praktik tersebut tetap dilestarikan karena memberi rasa tenang, optimisme, dan makna mendalam.
Berikut lima hal kecil yang diyakini memengaruhi energi Imlek dan masih banyak dijalani hingga kini:
- Membersihkan Rumah Sebelum Imlek
Membersihkan rumah sebelum Imlek menjadi ritual penting yang hampir selalu dilakukan. Bukan sekadar menyapu dan merapikan, aktivitas ini dimaknai sebagai proses membuang energi negatif yang menumpuk sepanjang tahun. Barang rusak, tumpukan tak terpakai, hingga sudut rumah yang berdebu dipercaya dapat menghambat aliran energi positif.
Dengan membersihkan rumah, dipercaya ruang menjadi lebih “lega” untuk menyambut keberuntungan baru. Namun, tradisi ini biasanya dihentikan saat hari Imlek tiba karena menyapu atau membersihkan rumah di hari perayaan dianggap dapat mengusir hoki yang baru masuk.
- Dekorasi dengan Warna Merah dan Emas
Nuansa merah dan emas hampir tak pernah absen dari perayaan Imlek. Dalam kepercayaan Tionghoa, merah melambangkan kebahagiaan, perlindungan, dan semangat hidup, sementara emas identik dengan kemakmuran dan kesejahteraan.
Menghias rumah dengan lampion, hiasan pintu, atau ornamen bernuansa merah dan emas dipercaya mampu memperkuat energi positif di dalam rumah. Selain mempercantik suasana, warna-warna ini juga memberi efek psikologis yang hangat dan penuh optimisme.
- Menyusun Hidangan Imlek dengan Makna Filosofis
Hidangan Imlek bukan hanya tentang kumpul keluarga dan makan bersama, tetapi juga penuh simbol. Ikan melambangkan kelimpahan rezeki, mie panjang melambangkan umur panjang, dan kue keranjang mencerminkan keharmonisan serta kelekatan keluarga.
Menyajikan makanan-makanan ini dipercaya sebagai bentuk doa dan harapan agar energi keberuntungan menyertai keluarga sepanjang tahun.
- Melunasi Utang dan Menyelesaikan Urusan Lama
Menjelang Imlek, banyak orang berusaha menyelesaikan utang atau urusan yang tertunda. Secara energi, hal ini dimaknai sebagai membersihkan beban emosional dan finansial agar tidak terbawa ke tahun baru. Kebiasaan ini juga memberi efek mental yang positif agar perasaan lebih lega, tenang, dan siap memulai tahun dengan pikiran jernih.
- Menghindari Aktivitas yang Dianggap “Memotong” Energi
Beberapa aktivitas seperti menggunakan benda tajam, menyapu rumah, atau memecahkan barang dipercaya dapat “memotong” energi baik saat Imlek. Karena itu, banyak orang memilih menunda aktivitas tersebut demi menjaga aliran energi positif tetap utuh selama perayaan berlangsung.
Itulah beberapa hal yang memengaruhi energi saat Imlek. Meski berasal dari kepercayaan turun-temurun, praktik-praktik kecil ini tetap relevan karena menciptakan suasana positif, kebersamaan keluarga, dan refleksi diri.
Dengan memahami maknanya, Imlek bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum menyambut energi baru dengan hati yang lebih siap dan penuh harapan. (jpg)


