Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalteng dan Partai Gerindra dalam upaya membangun daerah.
Kalimantan Tengah (Kalteng) akan berganti kepemimpinan Gubernur di periode 2025-2030. Agustiar Sabran dan Edy Pratowo, Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih akan dilantik pada Kamis (20/2) di Jakarta.
Sosok Agustiar Sabran tak asing di mata masyarakat Kalteng dengan pengalaman politiknya yang moncer.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) terpilih periode 2025-2030, H. Agustiar Sabran, resmi bergabung dengan Partai Gerindra. Langkah ini semakin memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan di Kalteng. Sebagai Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Agustiar membawa kekuatan politik yang signifikan untuk mendukung visi pembangunan yang berkelanjutan.
Lima kursi kosong di barisan terdepan tamu undangan menjadi sorotan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/2).
Manuver politik H. Agustiar Sabran semakin menarik perhatian. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) terpilih periode 2025-2030 itu resmi bergabung dengan Partai Gerindra. Langkah ini dinilai strategis, mengingat Gerindra adalah partai pemenang Pemilu 2024 dan dikomandoi oleh Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) terpilih, H. Agustiar Sabran secara resmi menerima tanda anggota Partai Gerindra dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menegaskan komitmennya untuk menindak tegas menteri yang dinilai tidak bekerja demi kepentingan rakyat.Â
Ancaman ini menuai respons berbeda dari dua partai koalisinya, Golkar dan Gerindra, yang masing-masing memiliki pandangan tersendiri terkait kebijakan tersebut.Â
Tensi politik terkait kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen, kian menghangat. Partai Gerindra menyindir PDIP yang seperti lempar batu sembunyi tangan dalam bersikap mengenai kenaikan PPN.
Partai Gerindra melayangkan kritik tajam kepada Gus Miftah, Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto untuk Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, terkait pernyataannya kepada seorang penjual es teh dalam acara pengajian Magelang Bersholawat. Gerindra menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan ajaran yang diajarkan oleh Presiden Prabowo