28.8 C
Jakarta
Tuesday, May 21, 2024
spot_img

HAFECS Gelar Seminar Penguatan Soft Skill Guru, Begini Kata Siti Nafsiah

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – HAFECS atau Highly Functioning Education Consulting Services adalah Lembaga Konsultan Pendidikan Yayasan Hasnur Centre yang terdaftar sebagai Organisasi Penggerak Mitra Kemendikbud dalam Merdeka Belajar episode IV.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng Dra. Hj. Siti Nafsiah, M.Si

Dalam Program Organsiasi Penggerak ini, sejak 2021 HAFECS telah melakukan pendampingan penguatan kompetensi mengajar bagi 60 sekolah dan >600 guru dan kepala sekolah tingkat PAUD, SD dan SMP di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan hingga berakhir di Juli 2023.

Dalam melaksanakan program ini, HAFECS juga berkolaborasi dan mendapatkan dukungan Pemerintah Daerah dalam hal ini diantaranya Dinas Pendidikan di delapan kabupaten/kota sasaran.

Bertempat di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalteng, Jalan Tjilik Riwut, Sabtu (20/1), HAFECS kembali menggelar seminar yang ditujukan untuk para alumni Program Organisasi Penggerak (POP) periode 2021-2023 sebagai komitmen HAFECS melanjutkan kolaborasinya dalam mempercepat transformasi pendidikan di Indonesia, yang kali ini berkolaborasi dengan Komisi III DPRD Kalimantan Tengah.

Danang mengatakan, POP ini diikuti 60 sekolah di Kalteng dan Kalsel di tiga jenjang PAUD, SD dan SMP, dan kegiatan POP ini sebenarnya sudah berakhir di tahun 2023, tetapi sebagai bentuk kontribusi kami, Yayasan Hasnur Centre, untuk pendidikan di Kalimantan Tengah dan Selatan.

“Kami berinisiatif untuk melakukan temu alumni sekaligus penyegaran kembali wawasan Teaching Mastery Framework (TMF) yang telah dipelajari rekan-rekan guru POP dalam Workshop Penguatan Soft Skills terutama yang ada di Kota Palangkaraya ini, dan ini sudah kita lakukan yang kedua kalinya, dimana sebelumnya itu sudah kita lakukan pada tahun 2023 berlolaborasi dengan Paguyuban PAUD Kota Palangkaraya,” jelasnya dilansir dari Kalteng Pos.

Baca Juga :  Lawan Tindakan Intoleransi, Radikalisme dan Segala Bentuk Penindasan

Dalam seminar itu Deputi Riset dan Pengembangan HAFECS juga memperkenalkan Generator Modul Pembelajaran, yaitu aplikasi bebas pakai untuk guru membuat Alur atujuan Pembelajaran (ATP) dan Modul Ajar Merdeka berbasis Blooms Taxonomy dan Reverse Design Wiggins yang dapat diakses kapan saja oleh para guru di alamat http://gen.hafecs.id . Aplikasi ini dikembangkan oleh Digitaliz (digitaliz.net) dan HAFECS untuk membantu guru di semua jenjang sekolah, baik umum maupun khusus, dalam pembuatan Modul Pembelajaran Kurikulum Merdeka atau RPP (Rencana Pembelajaran).

“Aplikasi ini dapat secara otomatis menyusun alur tujuan pembelajaran berdasarkan capaian pembelajaran yang sudah ditetapkan kemendikbud, sehingga proses menyusun RPP/Modul Ajar Kurikulum Merdeka menjadi lebih mudah dan ringan,” kata Danang.

Di tempat yang sama Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Dra. Hj. Siti Nafsiah, M.Si yang saat itu hadir secara langsung mengatakan, kondisi pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah masih sangat perlu untuk dikembangkan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusianya, sehingga situasi ini perlu perhatian. Meski begitu Siti Nafsiah mengajak para guru untuk tetap semangat dan berkomitmen dalam memberikan kontribusi untuk kemajuan dunia pendidikan di Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Olah TKP, Satreskrim Lakukan Penyelidikan Lebih Lanjut Terkait Insiden Kebakaran

Selain itu Ketua DPRD Kalteng Komisi 3 itu juga menekankan pentingnya menggalakkan kegiatan-kegiatan yang mendorong peningkatan mutu pendidik dan pengelolaan pendidikan secara keseluruhan, maka dirinya berharap agar instansi dinas pendidikan maupun organisasi lain terus menggelar kegiatan semacam ini sebagai upaya nyata untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas para pendidik.

“Apa pun kondisi dan situasinya, tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik harus tetap dilakukan dengan penuh dedikasi,” ujar Siti Nafsiah.

Selain menjalin kerjasama dengan eksekutif di tingkat kabupaten/kota HAFECS juga telah menjalin kolaborasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Komisi III DPRD Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun terakhir dalam menyelenggarakan seminar dan workshop bertema pendidikan, yang terbaru bersama Komisi III DPRD Kalteng, HAFECS melangsungkan Workshop Design Thinking dan TMF bersama Guru dan Kepala Sekolah SMA dan SMK di Kabupaten Gunung Mas dan Palangkaraya.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi HAFECS membersamai transformasi pendidikan di Kalimantan Tengah, HAFECS juga dianugerahi Piagam Penghargaan Sebagai Transformator Pendidikan Kalimantan Tengah yang diserahkan langsung oleh Dra. Hj. Siti Nafsiah, M.Si selaku Ketua Komisi III Bidang Kesra yang salah satu fokusnya pada pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, HAFECS juga memberikan apresiasi kepada Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah yang telah berkolaborasi dan terus memberikan dukungannya kepada HAFECS untuk kemajuan pendidikan khususnya di wilayah Kalimantan Tengah. (*mut/kpg)

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – HAFECS atau Highly Functioning Education Consulting Services adalah Lembaga Konsultan Pendidikan Yayasan Hasnur Centre yang terdaftar sebagai Organisasi Penggerak Mitra Kemendikbud dalam Merdeka Belajar episode IV.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng Dra. Hj. Siti Nafsiah, M.Si

Dalam Program Organsiasi Penggerak ini, sejak 2021 HAFECS telah melakukan pendampingan penguatan kompetensi mengajar bagi 60 sekolah dan >600 guru dan kepala sekolah tingkat PAUD, SD dan SMP di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan hingga berakhir di Juli 2023.

Dalam melaksanakan program ini, HAFECS juga berkolaborasi dan mendapatkan dukungan Pemerintah Daerah dalam hal ini diantaranya Dinas Pendidikan di delapan kabupaten/kota sasaran.

Bertempat di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalteng, Jalan Tjilik Riwut, Sabtu (20/1), HAFECS kembali menggelar seminar yang ditujukan untuk para alumni Program Organisasi Penggerak (POP) periode 2021-2023 sebagai komitmen HAFECS melanjutkan kolaborasinya dalam mempercepat transformasi pendidikan di Indonesia, yang kali ini berkolaborasi dengan Komisi III DPRD Kalimantan Tengah.

Danang mengatakan, POP ini diikuti 60 sekolah di Kalteng dan Kalsel di tiga jenjang PAUD, SD dan SMP, dan kegiatan POP ini sebenarnya sudah berakhir di tahun 2023, tetapi sebagai bentuk kontribusi kami, Yayasan Hasnur Centre, untuk pendidikan di Kalimantan Tengah dan Selatan.

“Kami berinisiatif untuk melakukan temu alumni sekaligus penyegaran kembali wawasan Teaching Mastery Framework (TMF) yang telah dipelajari rekan-rekan guru POP dalam Workshop Penguatan Soft Skills terutama yang ada di Kota Palangkaraya ini, dan ini sudah kita lakukan yang kedua kalinya, dimana sebelumnya itu sudah kita lakukan pada tahun 2023 berlolaborasi dengan Paguyuban PAUD Kota Palangkaraya,” jelasnya dilansir dari Kalteng Pos.

Baca Juga :  Lawan Tindakan Intoleransi, Radikalisme dan Segala Bentuk Penindasan

Dalam seminar itu Deputi Riset dan Pengembangan HAFECS juga memperkenalkan Generator Modul Pembelajaran, yaitu aplikasi bebas pakai untuk guru membuat Alur atujuan Pembelajaran (ATP) dan Modul Ajar Merdeka berbasis Blooms Taxonomy dan Reverse Design Wiggins yang dapat diakses kapan saja oleh para guru di alamat http://gen.hafecs.id . Aplikasi ini dikembangkan oleh Digitaliz (digitaliz.net) dan HAFECS untuk membantu guru di semua jenjang sekolah, baik umum maupun khusus, dalam pembuatan Modul Pembelajaran Kurikulum Merdeka atau RPP (Rencana Pembelajaran).

“Aplikasi ini dapat secara otomatis menyusun alur tujuan pembelajaran berdasarkan capaian pembelajaran yang sudah ditetapkan kemendikbud, sehingga proses menyusun RPP/Modul Ajar Kurikulum Merdeka menjadi lebih mudah dan ringan,” kata Danang.

Di tempat yang sama Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Dra. Hj. Siti Nafsiah, M.Si yang saat itu hadir secara langsung mengatakan, kondisi pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah masih sangat perlu untuk dikembangkan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusianya, sehingga situasi ini perlu perhatian. Meski begitu Siti Nafsiah mengajak para guru untuk tetap semangat dan berkomitmen dalam memberikan kontribusi untuk kemajuan dunia pendidikan di Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Olah TKP, Satreskrim Lakukan Penyelidikan Lebih Lanjut Terkait Insiden Kebakaran

Selain itu Ketua DPRD Kalteng Komisi 3 itu juga menekankan pentingnya menggalakkan kegiatan-kegiatan yang mendorong peningkatan mutu pendidik dan pengelolaan pendidikan secara keseluruhan, maka dirinya berharap agar instansi dinas pendidikan maupun organisasi lain terus menggelar kegiatan semacam ini sebagai upaya nyata untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas para pendidik.

“Apa pun kondisi dan situasinya, tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik harus tetap dilakukan dengan penuh dedikasi,” ujar Siti Nafsiah.

Selain menjalin kerjasama dengan eksekutif di tingkat kabupaten/kota HAFECS juga telah menjalin kolaborasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Komisi III DPRD Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun terakhir dalam menyelenggarakan seminar dan workshop bertema pendidikan, yang terbaru bersama Komisi III DPRD Kalteng, HAFECS melangsungkan Workshop Design Thinking dan TMF bersama Guru dan Kepala Sekolah SMA dan SMK di Kabupaten Gunung Mas dan Palangkaraya.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi HAFECS membersamai transformasi pendidikan di Kalimantan Tengah, HAFECS juga dianugerahi Piagam Penghargaan Sebagai Transformator Pendidikan Kalimantan Tengah yang diserahkan langsung oleh Dra. Hj. Siti Nafsiah, M.Si selaku Ketua Komisi III Bidang Kesra yang salah satu fokusnya pada pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, HAFECS juga memberikan apresiasi kepada Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah yang telah berkolaborasi dan terus memberikan dukungannya kepada HAFECS untuk kemajuan pendidikan khususnya di wilayah Kalimantan Tengah. (*mut/kpg)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru