32.8 C
Jakarta
Sunday, June 16, 2024
spot_img

Hari Ini KPK Panggil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Terkait Pencarian Harun Masiku

PROKALTENG.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, pada Senin (10/6). Hasto akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan suap calon anggota legislatif (caleg) pergantiab antarwaktu (PAW) yang menjerat daftar pencarian orang (DPO) Harun Masiku.

Disinyalir, Hasto akan didalami terkait DPO Harun Masiku yang sampai saat ini sudah lebih dari empat tahun buron.

“Benar, dijadwalkan Senin (10/6) sebagaimana dijadwalkan penyidik. Jadi tidak ada perubahan,” kata juru bicara KPK Tessa Mahardika Sugiarto dikonfirmasi, Senin (10/6).

Meski demikian, KPK sampai saat ini belum menerima konfirmasi kehadiran Hasto. Namun, Tessa meyakini Hasto akan kooperatif menjalani pemeriksaan di KPK.

“Belum ada info terkait konfirmasi kehadiran. Namun melihat pemberitaan belakangan yang disampaikan Pak Hasto di media, kami yakin beliau akan hadir di waktu yang telah dijadwalkan,” ucap Tessa.

Baca Juga :  Politisasi Bansos, Hasto: Itu Penyalahgunaan Politik yang Sangat Serius

Terpisah, Hasto menyatakan dirinya siap untuk memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.

“Kalau dipanggil KPK juga datang, cukup didampingi penasihat hukum. Kan KPK yang dirikan Bu Mega (Presiden ke-5 RI). Nanti kalau saya enggak datang kualat, maka datang,” ucap Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Kamis (6/6).

Hasto menambahkan, saat dirinya dipanggil oleh Polda Metro Jaya, pada Rabu (5/6), banyak kader PDIP yang ingin mendampinginya. Namun, ia menginstruksikan kepada Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun untuk mengingatkan seluruh kader partai tak perlu melakukan pendampingan.

“Tetapi kemarin banyak mau temenin, Pak Komar mau kerahkan ribuan Satgas. Pada mau datang, tetapj saya bilang enggak usah, nanti malah enggak bagus. Kita seperti Bung Karno gitu, membuat naskahnya di toilet, pakai dus,” tegasnya.

Baca Juga :  Sistem Kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan Dihapus, Diganti Kelas Rawat Inap Standar (KRIS)

Dalam pencarian Harun Masiku, KPK juga telah memeriksa seorang pelajar atau mahasiswa bernama Melita De Grave, Jumat (31/5). Dalam pemeriksaan tersebut, KPK mencecar Melita mengenai pihak yang diduga mengamankan keberadaan Harun Masiku. Melita diduga memiliki informasi yang dibutuhkan KPK terkait keberadaan Harun.

Tak hanya Melita, KPK juga telah memeriksa seorang pengacara bernama Simeon Petrus dan seorang pelajar lainnya bernama Hugo Ganda. Keduanya dinilai memiliki informasi penting yang dibutuhkan tim penyidik KPK dalam menelusuri keberadaan Harun Masiku.

Selain soal keberadaan, KPK mengendus adanya upaya menghalangi pencarian Harun Masiku. Sebab, saat pemeriksaan Simeon Petrus dan Hugo Ganda, KPK mendalami dugaan adanya pihak yang menyembunyikan Harun Masiku. (pri/jawapos.com)

PROKALTENG.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, pada Senin (10/6). Hasto akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan suap calon anggota legislatif (caleg) pergantiab antarwaktu (PAW) yang menjerat daftar pencarian orang (DPO) Harun Masiku.

Disinyalir, Hasto akan didalami terkait DPO Harun Masiku yang sampai saat ini sudah lebih dari empat tahun buron.

“Benar, dijadwalkan Senin (10/6) sebagaimana dijadwalkan penyidik. Jadi tidak ada perubahan,” kata juru bicara KPK Tessa Mahardika Sugiarto dikonfirmasi, Senin (10/6).

Meski demikian, KPK sampai saat ini belum menerima konfirmasi kehadiran Hasto. Namun, Tessa meyakini Hasto akan kooperatif menjalani pemeriksaan di KPK.

“Belum ada info terkait konfirmasi kehadiran. Namun melihat pemberitaan belakangan yang disampaikan Pak Hasto di media, kami yakin beliau akan hadir di waktu yang telah dijadwalkan,” ucap Tessa.

Baca Juga :  Politisasi Bansos, Hasto: Itu Penyalahgunaan Politik yang Sangat Serius

Terpisah, Hasto menyatakan dirinya siap untuk memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.

“Kalau dipanggil KPK juga datang, cukup didampingi penasihat hukum. Kan KPK yang dirikan Bu Mega (Presiden ke-5 RI). Nanti kalau saya enggak datang kualat, maka datang,” ucap Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Kamis (6/6).

Hasto menambahkan, saat dirinya dipanggil oleh Polda Metro Jaya, pada Rabu (5/6), banyak kader PDIP yang ingin mendampinginya. Namun, ia menginstruksikan kepada Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun untuk mengingatkan seluruh kader partai tak perlu melakukan pendampingan.

“Tetapi kemarin banyak mau temenin, Pak Komar mau kerahkan ribuan Satgas. Pada mau datang, tetapj saya bilang enggak usah, nanti malah enggak bagus. Kita seperti Bung Karno gitu, membuat naskahnya di toilet, pakai dus,” tegasnya.

Baca Juga :  Sistem Kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan Dihapus, Diganti Kelas Rawat Inap Standar (KRIS)

Dalam pencarian Harun Masiku, KPK juga telah memeriksa seorang pelajar atau mahasiswa bernama Melita De Grave, Jumat (31/5). Dalam pemeriksaan tersebut, KPK mencecar Melita mengenai pihak yang diduga mengamankan keberadaan Harun Masiku. Melita diduga memiliki informasi yang dibutuhkan KPK terkait keberadaan Harun.

Tak hanya Melita, KPK juga telah memeriksa seorang pengacara bernama Simeon Petrus dan seorang pelajar lainnya bernama Hugo Ganda. Keduanya dinilai memiliki informasi penting yang dibutuhkan tim penyidik KPK dalam menelusuri keberadaan Harun Masiku.

Selain soal keberadaan, KPK mengendus adanya upaya menghalangi pencarian Harun Masiku. Sebab, saat pemeriksaan Simeon Petrus dan Hugo Ganda, KPK mendalami dugaan adanya pihak yang menyembunyikan Harun Masiku. (pri/jawapos.com)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru