27.1 C
Jakarta
Saturday, April 27, 2024

Kemenkominfo Desak MiChat Blokir Akun Prostitusi Online

PROKALTENG.CO – Menkominfo Johnny G. Plate mendesak penyelenggara
aplikasi pesan instan memblokir akun yang digunakan untuk praktik prostitusi.

“Kami sudah meminta komitmen
dari pengelola aplikasi pesan instan melakukan take down akun yang
disalahgunakan untuk kegiatan ilegal atau melanggar hukum, termasuk prostitusi
online,” kata Johnny, dalam keterangan pers, Minggu (21/3/2021).

Kemenkominfo sudah mengetahui ada
pengguna internet yang menyalahgunakan aplikasi pesan instan untuk kegiatan
prostitusi dalam jaringan. Johnny mengaku sudah meminta aplikasi MiChat untuk
segera menutup akun-akun yang menjalankan praktik prostitusi online.

“MiChat sendiri sudah ada
perwakilannya di Indonesia, dan sudah berkomitmen melakukan take down akun-akun
yang disalahgunakan untuk promosi prostitusi online, sesuai laporan polisi atau
masyarakat,” kata dia.

Baca Juga :  Piaggio Incar Pasar Milenial yang Peduli Gaya Hidup

Saat ini, menurut Johnny, belum
ada permintaan resmi dari kepolisian mengenai akun di aplikasi pesan instan
yang berkaitan dengan praktik prostitusi daring. Namun, Kemenkominfo
berkomitmen untuk bersikap proaktif dengan terus memantau dan berkoordinasi
dengan pihak-pihak lain untuk menjaga ruang digital di Indonesia bersih dan
bermanfaat.

“Belum ada formal request
dari Polri, tetapi Tim Cyber Drone Kemenkominfo akan berkoordinasi bersama
Polri terkait pemanfaatan konten MiChat,” kata Johnny.

Data Kemenkominfo pada 2020,
terdapat 1.068.926 konten pornografi yang ditangani tim AIS Direktorat Jenderal
Aplikasi Informatika. Di antara jutaan konten pornografi itu, terdapat 10
konten yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak.

PROKALTENG.CO – Menkominfo Johnny G. Plate mendesak penyelenggara
aplikasi pesan instan memblokir akun yang digunakan untuk praktik prostitusi.

“Kami sudah meminta komitmen
dari pengelola aplikasi pesan instan melakukan take down akun yang
disalahgunakan untuk kegiatan ilegal atau melanggar hukum, termasuk prostitusi
online,” kata Johnny, dalam keterangan pers, Minggu (21/3/2021).

Kemenkominfo sudah mengetahui ada
pengguna internet yang menyalahgunakan aplikasi pesan instan untuk kegiatan
prostitusi dalam jaringan. Johnny mengaku sudah meminta aplikasi MiChat untuk
segera menutup akun-akun yang menjalankan praktik prostitusi online.

“MiChat sendiri sudah ada
perwakilannya di Indonesia, dan sudah berkomitmen melakukan take down akun-akun
yang disalahgunakan untuk promosi prostitusi online, sesuai laporan polisi atau
masyarakat,” kata dia.

Baca Juga :  Piaggio Incar Pasar Milenial yang Peduli Gaya Hidup

Saat ini, menurut Johnny, belum
ada permintaan resmi dari kepolisian mengenai akun di aplikasi pesan instan
yang berkaitan dengan praktik prostitusi daring. Namun, Kemenkominfo
berkomitmen untuk bersikap proaktif dengan terus memantau dan berkoordinasi
dengan pihak-pihak lain untuk menjaga ruang digital di Indonesia bersih dan
bermanfaat.

“Belum ada formal request
dari Polri, tetapi Tim Cyber Drone Kemenkominfo akan berkoordinasi bersama
Polri terkait pemanfaatan konten MiChat,” kata Johnny.

Data Kemenkominfo pada 2020,
terdapat 1.068.926 konten pornografi yang ditangani tim AIS Direktorat Jenderal
Aplikasi Informatika. Di antara jutaan konten pornografi itu, terdapat 10
konten yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak.

Terpopuler

Artikel Terbaru