alexametrics
23.2 C
Palangkaraya
Monday, August 15, 2022

Stok Beras Aman, Manufaktur Terimbas Wabah Korona

Menteri
Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menuturkan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah
skenario untuk menekan dampak negatif wabah SARS-CoV-2 terhadap perekonomian.
Di antaranya, penundaan pajak penghasilan pasal 21 (PPh pasal 21).

Menurut
Menkeu, skema tersebut pernah diterapkan pada 2008–2009, ketika krisis keuangan
global terjadi. Opsi lainnya, lanjut dia, bisa melalui pemberian insentif pajak
kepada hotel dan restoran.

Kendati
begitu, perempuan yang biasa disapa Ani itu menegaskan, semuanya masih dikaji.
Pemerintah sedang meneliti feedback dari dunia usaha. ”Dan ini kan bukan hanya
soal korona. Dua tiga bulan lagi sudah puasa dan Lebaran. Jadi, kita masih
mengkaji semuanya. Timing harus tepat,” tegasnya.

Menurut
dia, bakal ada satuan tugas (satgas) yang dibentuk pemerintah untuk menghadapi
dampak negatif dari wabah korona. Satgas akan dikoordinasi Menteri Koordinator
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Menteri
Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Tidak hanya masalah kesehatan yang bakal
dibahas, tapi juga dampak lain yang menyertainya.

Ani
memastikan, pemerintah akan mengerahkan instrumen fiskal lainnya untuk
penguatan berbagai sektor, mulai konsumsi hingga produksi. Sebelumnya,
pemerintah mengeluarkan beberapa opsi kebijakan untuk memitigasi wabah Covid-19
itu. Di antaranya, penambahan anggaran kartu sembako hingga diskon tarif tiket
pesawat. Dia memastikan, fiskal Indonesia bisa fleksibel sehingga dapat
diberikan langsung ke konsumen melalui skema-skema yang tengah dikaji.

Baca Juga :  Bertemu Pansel Capim KPK, Jokowi Janji Tidak Intervensi

Dia
mengakui, virus korona berdampak negatif sangat besar pada proses produksi.
Sebab, terjadi karantina, self karantina, lockdown, sampai pelarangan
penerbangan. Semuanya menimbulkan disrupsi dari sisi produksi. ”Kita lihat PMA
(penanaman modal asing, Red) Tiongkok turun, kemarin 35, sekarang jadi 25–26.
Itu kan sangat drastis. Berarti, banyak proses produksi tidak terjadi,”
ungkapnya.

Karena
itu, pemerintah sedang benar-benar mendiagnosis industri manufaktur apa saja
yang terimbas. Jika awalnya di Wuhan, Hubei, yang erat dengan industri
elektronik dan otomotif, kini merembet ke Jepang dan Korea Selatan. Dua negara
itu juga terkait erat dengan dunia otomotif, elektronik, bahan kimia, dan
tekstil. ”Kita akan lihat semua aspek ini. Kalau langkah yang kemarin kita umumkan
lebih pada merespons dropnya tourism sekitar 2 juta dari RRT. Sekarang, ketika
merembet ke sektor produksi, kita harus memformulasikan kembali. Akan kita
umumkan segera,” paparnya.

Di sisi
lain, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memutuskan
untuk menunda insentif dan promosi ke beberapa negara. Menteri Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyatakan bahwa negara yang dimaksud
adalah negara yang terdampak Covid-19. ”Seperti Korea Selatan, Jepang, Iran,
Italia, dan lain-lain di mana sudah dilakukan kepada Tiongkok sebelumnya,” kata
Wishnutama. Tindakan itu bertujuan melindungi masyarakat Indonesia. Tujuan
lainnya, mencegah titik awal penularan meluas menjadi sebuah wabah di dalam
negeri.

Baca Juga :  Contoh Kesederhanaan, Bupati Ini Hanya Pilih Avanza Jadi Mobil Dinas

Untuk
memastikan pasokan pangan dan obat aman, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick
Thohir mengecek langsung ke lapangan kemarin (4/3). Erick mengunjungi gudang
beras milik Bulog di Jakarta Utara dan Apotek Kimia Farma di Jakarta Pusat.
Menteri BUMN memastikan bahwa pasokan beras dan perobatan, khususnya masker,
aman. ”Stok cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 1,65 juta ton. Stok
tersebut cukup untuk menghadapi tingginya permintaan,” ujar Erick. Dia mengakui
bahwa aksi panic buying karena virus korona memang tidak bisa dihindari. Namun,
dia memastikan bahwa pihaknya bersama dengan Perum Bulog akan berupaya meredam
potensi mafia beras yang ingin mengambil keuntungan.

Erick
mengatakan bahwa Bulog memiliki stok beras sekitar 1,65 juta ton yang tersebar
di seluruh Indonesia. Menurut dia, keterse-diaan beras juga akan bertambah
dengan adanya pasokan panen raya dalam waktu dekat. ”Rencana panen raya juga
agak maju dari biasanya, mudah-mudahan angkanya stabil. Jadi, stok ini ditambah
hasil panen raya, insya Allah mencukupi,” paparnya.(jpc)

 

Menteri
Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menuturkan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah
skenario untuk menekan dampak negatif wabah SARS-CoV-2 terhadap perekonomian.
Di antaranya, penundaan pajak penghasilan pasal 21 (PPh pasal 21).

Menurut
Menkeu, skema tersebut pernah diterapkan pada 2008–2009, ketika krisis keuangan
global terjadi. Opsi lainnya, lanjut dia, bisa melalui pemberian insentif pajak
kepada hotel dan restoran.

Kendati
begitu, perempuan yang biasa disapa Ani itu menegaskan, semuanya masih dikaji.
Pemerintah sedang meneliti feedback dari dunia usaha. ”Dan ini kan bukan hanya
soal korona. Dua tiga bulan lagi sudah puasa dan Lebaran. Jadi, kita masih
mengkaji semuanya. Timing harus tepat,” tegasnya.

Menurut
dia, bakal ada satuan tugas (satgas) yang dibentuk pemerintah untuk menghadapi
dampak negatif dari wabah korona. Satgas akan dikoordinasi Menteri Koordinator
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Menteri
Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Tidak hanya masalah kesehatan yang bakal
dibahas, tapi juga dampak lain yang menyertainya.

Ani
memastikan, pemerintah akan mengerahkan instrumen fiskal lainnya untuk
penguatan berbagai sektor, mulai konsumsi hingga produksi. Sebelumnya,
pemerintah mengeluarkan beberapa opsi kebijakan untuk memitigasi wabah Covid-19
itu. Di antaranya, penambahan anggaran kartu sembako hingga diskon tarif tiket
pesawat. Dia memastikan, fiskal Indonesia bisa fleksibel sehingga dapat
diberikan langsung ke konsumen melalui skema-skema yang tengah dikaji.

Baca Juga :  Begini Cara Praktis Validasi Tes Kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta

Dia
mengakui, virus korona berdampak negatif sangat besar pada proses produksi.
Sebab, terjadi karantina, self karantina, lockdown, sampai pelarangan
penerbangan. Semuanya menimbulkan disrupsi dari sisi produksi. ”Kita lihat PMA
(penanaman modal asing, Red) Tiongkok turun, kemarin 35, sekarang jadi 25–26.
Itu kan sangat drastis. Berarti, banyak proses produksi tidak terjadi,”
ungkapnya.

Karena
itu, pemerintah sedang benar-benar mendiagnosis industri manufaktur apa saja
yang terimbas. Jika awalnya di Wuhan, Hubei, yang erat dengan industri
elektronik dan otomotif, kini merembet ke Jepang dan Korea Selatan. Dua negara
itu juga terkait erat dengan dunia otomotif, elektronik, bahan kimia, dan
tekstil. ”Kita akan lihat semua aspek ini. Kalau langkah yang kemarin kita umumkan
lebih pada merespons dropnya tourism sekitar 2 juta dari RRT. Sekarang, ketika
merembet ke sektor produksi, kita harus memformulasikan kembali. Akan kita
umumkan segera,” paparnya.

Di sisi
lain, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memutuskan
untuk menunda insentif dan promosi ke beberapa negara. Menteri Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyatakan bahwa negara yang dimaksud
adalah negara yang terdampak Covid-19. ”Seperti Korea Selatan, Jepang, Iran,
Italia, dan lain-lain di mana sudah dilakukan kepada Tiongkok sebelumnya,” kata
Wishnutama. Tindakan itu bertujuan melindungi masyarakat Indonesia. Tujuan
lainnya, mencegah titik awal penularan meluas menjadi sebuah wabah di dalam
negeri.

Baca Juga :  Bertemu Pansel Capim KPK, Jokowi Janji Tidak Intervensi

Untuk
memastikan pasokan pangan dan obat aman, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick
Thohir mengecek langsung ke lapangan kemarin (4/3). Erick mengunjungi gudang
beras milik Bulog di Jakarta Utara dan Apotek Kimia Farma di Jakarta Pusat.
Menteri BUMN memastikan bahwa pasokan beras dan perobatan, khususnya masker,
aman. ”Stok cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 1,65 juta ton. Stok
tersebut cukup untuk menghadapi tingginya permintaan,” ujar Erick. Dia mengakui
bahwa aksi panic buying karena virus korona memang tidak bisa dihindari. Namun,
dia memastikan bahwa pihaknya bersama dengan Perum Bulog akan berupaya meredam
potensi mafia beras yang ingin mengambil keuntungan.

Erick
mengatakan bahwa Bulog memiliki stok beras sekitar 1,65 juta ton yang tersebar
di seluruh Indonesia. Menurut dia, keterse-diaan beras juga akan bertambah
dengan adanya pasokan panen raya dalam waktu dekat. ”Rencana panen raya juga
agak maju dari biasanya, mudah-mudahan angkanya stabil. Jadi, stok ini ditambah
hasil panen raya, insya Allah mencukupi,” paparnya.(jpc)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/