34 C
Jakarta
Monday, May 20, 2024
spot_img

Penempatan Nakes dan Guru di Katingan Harus Dievaluasi

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Anggota DPRD Kabupaten Katingan, Firdaus menilai keberadaan tenaga kesehatan dan tenaga guru, dinilai sangat kurang merata. Tak hanya di wilayah hulu, namun juga di wilayah hilir.

“Oleh sebab itu, kami memminta kepada instansi teknis di Pemerintah Kabupaten Katingan, agar mengevaluasi penempatan tenaga kesehatan dan tenaga guru ini,” kata Firdaus, Jumat (16/7).

Diungkapkan politikus PAN ini, ketika mereka reses mereka ada menemukan sebuah pustu, tetapi tidak ada tenaga kesehatannya. Pasalnya petugas yang ditempatkan di pustu di wilayah hilir tersebut, sebagian berstatus bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS), melainkan hanya tenaga sukarela. "Sehingga, mereka mungkin tidak optimal untuk melayani kesehatan masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga :  Terima Remisi Bebas, Somedi Sujud Syukur

Dia khawatir, jika dengan kondisi demikian, tentu pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak maksimal. Apalagi di tengah situasi pandemi covid 19.

Oleh karena itu, dirinya minta dalam penempatan pegawai dari tenaga kesehatan dan tenaga guru, harus merata di setiap desa dan kecamatan. "Jangan menumpuk di suatu tempat. Apalagi di perkotaan," ucapnya.

Begitu juga untuk tenaga pendidik, ada sekolah yang kelebihan tenaga pendidik, harus di evaluasi. "Tempatkan di tempat yang kekurangan guru. Sehingga seluruh masyarakat kita bisa terlayani secara baik dan merata," tandasnya.

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Anggota DPRD Kabupaten Katingan, Firdaus menilai keberadaan tenaga kesehatan dan tenaga guru, dinilai sangat kurang merata. Tak hanya di wilayah hulu, namun juga di wilayah hilir.

“Oleh sebab itu, kami memminta kepada instansi teknis di Pemerintah Kabupaten Katingan, agar mengevaluasi penempatan tenaga kesehatan dan tenaga guru ini,” kata Firdaus, Jumat (16/7).

Diungkapkan politikus PAN ini, ketika mereka reses mereka ada menemukan sebuah pustu, tetapi tidak ada tenaga kesehatannya. Pasalnya petugas yang ditempatkan di pustu di wilayah hilir tersebut, sebagian berstatus bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS), melainkan hanya tenaga sukarela. "Sehingga, mereka mungkin tidak optimal untuk melayani kesehatan masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga :  Terima Remisi Bebas, Somedi Sujud Syukur

Dia khawatir, jika dengan kondisi demikian, tentu pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak maksimal. Apalagi di tengah situasi pandemi covid 19.

Oleh karena itu, dirinya minta dalam penempatan pegawai dari tenaga kesehatan dan tenaga guru, harus merata di setiap desa dan kecamatan. "Jangan menumpuk di suatu tempat. Apalagi di perkotaan," ucapnya.

Begitu juga untuk tenaga pendidik, ada sekolah yang kelebihan tenaga pendidik, harus di evaluasi. "Tempatkan di tempat yang kekurangan guru. Sehingga seluruh masyarakat kita bisa terlayani secara baik dan merata," tandasnya.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru