alexametrics
24.6 C
Palangkaraya
Wednesday, August 17, 2022

Mudah Emosi, Mutrianto Bacok Kepala Warga, Kini Diamankan Polisi

BUNTOK, PROKALTENG.CO – Akibat salah paham dan memiliki temperamen tinggi, Mutrianto warga Desa Kayumban, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan (Barsel) harus berurusan dengan pihak kepolisian. Ya,karena dia telah membacok Ahmad Berkatulah di kepala bagian belakang, sehingga mengalami luka yang cukup serius, Senin (27/9) pukul 22.30 WIB.

Awalnya, personil SPKT Polsek GBA mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa telah ditemukan seseorang tegeletak di depan rumah salah satu warga dengan keadaan luka di bagian kepala.

Setelah di lakukan penulusuran di Tempat Kejadian Perkara (TKP), teman korban bernama Biance Tornado memberikan keterangan, bahwa saat hendak membayar Bahan Bakar Minyak (BBM), di ruko simpang Desa Kayumban, Jl.PP Dinan, Tabak Kanilan sekitar pukul 21.30, korban didatangi tersangka dan langsung membacok korban di bagian belakang kepala dengan menggunakan pisau berukuran panjang.

Baca Juga :  Brakkk ! Pengendara Motor Tewas di Tempat

Melihat kejadian tersebut, Biance langsung bergegas melarikan diri menggunakan sepeda motor dengan membawa korban yang mengalami luka. Setelah kabur dan merasa aman, Biance singgah dan membawa korban ke rumah salah satu warga Supiyati, yang berdekatan dengan Jembatan Desa Tabak Kanilan.

Kapolsek GBA, AKP Rahmat Simamora mengatakan, bahwa benar telah terjadi penganiyayan cukup berat yang dilakukan oleh Mutrianto terhadap korban Ahmad Berkatulah.

"Untuk motif sekarang, dapat disimpulkan tersangka salah paham dan memiliki tempramen tinggi. Sehingga melakukan hal tersebut," ungkapnya kepada Prokalteng.co, Selasa (28/9).

Akibat kejadian tersebut, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tabak Kanilan. Namun, dengan luka yang cukup serius, akhirnya korban dirujuk ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok.

Baca Juga :  Proses Pengadaan Vaksin dan APD Akuntabel, Tepat Sasaran, Aman dan Efe

"Untuk barang bukti kita amankan pisau panjang (parang tanpa kumpang), satu buah topi milik korban yang robek akibat hunusan pisau, dan pakaian korban yang berlumuran darah,"tutupnya.

BUNTOK, PROKALTENG.CO – Akibat salah paham dan memiliki temperamen tinggi, Mutrianto warga Desa Kayumban, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan (Barsel) harus berurusan dengan pihak kepolisian. Ya,karena dia telah membacok Ahmad Berkatulah di kepala bagian belakang, sehingga mengalami luka yang cukup serius, Senin (27/9) pukul 22.30 WIB.

Awalnya, personil SPKT Polsek GBA mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa telah ditemukan seseorang tegeletak di depan rumah salah satu warga dengan keadaan luka di bagian kepala.

Setelah di lakukan penulusuran di Tempat Kejadian Perkara (TKP), teman korban bernama Biance Tornado memberikan keterangan, bahwa saat hendak membayar Bahan Bakar Minyak (BBM), di ruko simpang Desa Kayumban, Jl.PP Dinan, Tabak Kanilan sekitar pukul 21.30, korban didatangi tersangka dan langsung membacok korban di bagian belakang kepala dengan menggunakan pisau berukuran panjang.

Baca Juga :  Ini Rincian Rp792 Juta yang Ditilep Kades Pantai Kapuas

Melihat kejadian tersebut, Biance langsung bergegas melarikan diri menggunakan sepeda motor dengan membawa korban yang mengalami luka. Setelah kabur dan merasa aman, Biance singgah dan membawa korban ke rumah salah satu warga Supiyati, yang berdekatan dengan Jembatan Desa Tabak Kanilan.

Kapolsek GBA, AKP Rahmat Simamora mengatakan, bahwa benar telah terjadi penganiyayan cukup berat yang dilakukan oleh Mutrianto terhadap korban Ahmad Berkatulah.

"Untuk motif sekarang, dapat disimpulkan tersangka salah paham dan memiliki tempramen tinggi. Sehingga melakukan hal tersebut," ungkapnya kepada Prokalteng.co, Selasa (28/9).

Akibat kejadian tersebut, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tabak Kanilan. Namun, dengan luka yang cukup serius, akhirnya korban dirujuk ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok.

Baca Juga :  Brakkk ! Pengendara Motor Tewas di Tempat

"Untuk barang bukti kita amankan pisau panjang (parang tanpa kumpang), satu buah topi milik korban yang robek akibat hunusan pisau, dan pakaian korban yang berlumuran darah,"tutupnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/