28.7 C
Jakarta
Sunday, April 14, 2024

Bupati Tidak Mau Insentif Bidan di Kota dan di Pelosok Sama

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Keluhan para bidan terhadap insentif mereka yang belum cair akhirnya mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pemkab menjanjikan untuk memberikan dana insentif tersebut pada awal tahun mendatang.

“Insya Allah awal tahun depan kita bayarkan,”ucap Bupati Kotim, H Halikinnor saat menghadiri hari ulang tahun ke-71 Ikatan Bidan Indonesia (IBI), belum lama ini.

Halikin mengatakan, tenaga kesehatan khususnya bidan memiliki tugas yang berat terutama yang bertugas di wilayah pedalaman. Sehingga adanya dana insentif ini sangat membantu mereka dalam bertugas. Dalam kesempatan itu, Halikin mengungkapkan, pihaknya akan mempelajari lebih dalam terhadap insentif yang akan diberikan kepada bidan yang bertugas di dalam kota.

Baca Juga :  Ada Sekolah Terbengkalai Akibat Kurangnya Peserta Didik

“Kita tidak mau insentif bidan di kota dan dipelosok sama. Tapi akan kami pikirkan untuk memberikan apresiasi dalam bentuk lain seperti penghargaan,” terangnya.

Dirinya mengaku, tidak ingin tenaga kesehatan maupun bidan yang ada di pelosok berbondong-bondong pindah ke kota karena dana intensif yang diterima berjumlah sama rata. Maka dari itu, perlu kajian lebih lanjut menenai dana intensif bagi tenaga kesehatan yang bertugas di kota.

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Keluhan para bidan terhadap insentif mereka yang belum cair akhirnya mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pemkab menjanjikan untuk memberikan dana insentif tersebut pada awal tahun mendatang.

“Insya Allah awal tahun depan kita bayarkan,”ucap Bupati Kotim, H Halikinnor saat menghadiri hari ulang tahun ke-71 Ikatan Bidan Indonesia (IBI), belum lama ini.

Halikin mengatakan, tenaga kesehatan khususnya bidan memiliki tugas yang berat terutama yang bertugas di wilayah pedalaman. Sehingga adanya dana insentif ini sangat membantu mereka dalam bertugas. Dalam kesempatan itu, Halikin mengungkapkan, pihaknya akan mempelajari lebih dalam terhadap insentif yang akan diberikan kepada bidan yang bertugas di dalam kota.

Baca Juga :  Ada Sekolah Terbengkalai Akibat Kurangnya Peserta Didik

“Kita tidak mau insentif bidan di kota dan dipelosok sama. Tapi akan kami pikirkan untuk memberikan apresiasi dalam bentuk lain seperti penghargaan,” terangnya.

Dirinya mengaku, tidak ingin tenaga kesehatan maupun bidan yang ada di pelosok berbondong-bondong pindah ke kota karena dana intensif yang diterima berjumlah sama rata. Maka dari itu, perlu kajian lebih lanjut menenai dana intensif bagi tenaga kesehatan yang bertugas di kota.

Terpopuler

Artikel Terbaru