28.7 C
Jakarta
Sunday, April 14, 2024

Strategi Penanganan Stunting Dilakukan Spesifik dan Sensitif

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Permasalahan stunting atau gagal tumbuh pada anak hingga kini masih menjadi permasalahan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Berbagai upaya serta inovasi dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim untuk menekan angka kasus gagal tumbuh anak yang ada di di daerah itu.

Mengoptimalkan peran puskesmas, kader kesehatan dan kader Posyandu untuk lebih aktif lagi menangani masalah stunting menjadi salah satu jurus yang diandalkan. Selain itu, berbagai program seperti pemberian makanan tambahan, peningkatan edukasi kepada ibu soal pola asuh, melakukan promotif dan preventif di masyarakat juga akan di galakan.

“Kita optimalkan untuk menekan kasus stunting ini. Strategi penanganan stunting dilakukan secara spesifik dan sensitif. Intervensi secara spesifik dilakukan dengan pemberian makanan tambahan, suplementasi gizi, dan pelayanan kesehatan," ungkap Plt Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, Rabu (3/11).

Baca Juga :  Jalan Pertanian akan Dilebarkan Hingga 4 Meter

Menurutnya, Dinkes Kabupaten Kotim membutuhkan peran aktif dari instansi lain dalam mengatasi masalah stunting. Contohnya, pemenuhan kebutuhan air bersih. Dengan memastikan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi. Selain itu, kerja sama lintas sektor dengan pemerintah dan pihak swasta juga turut mendukung upaya penanganan stunting.

“Harapan kita angka stunting di Kotim terus menurun. Pada tahun 2020 telah dilaksanakan rembuk stunting dan telah disepakati lokus stunting dari 10 desa tersebut menjadi 29 desa di tahun 2021-2020,” tandasnya.

Dikatakannya, dengan bertambahnya lokus stunting, maka hal itu tentu menjadi program prioritas dalam penanganannya. Adapun, lokus paling banyak berada di Kecamatan Bukit Santuai yakni ada 10 desa. Sementara 19 desa lainnya tersebar di kecamatan lain yakni Kecamatan Mentaya Hulu di Desa Bawan dan Tumbang Batur.

Baca Juga :  Penerangan Jalan Trans Kalimantan Perlu Perhatian

Kemudian di Kecamatan Telaga Antang yakni Desa Tumbang Mangkup dan Rantau Suang. Kemudian di Kecamatan Telawang yakni Desa Biru Maju, Kecamatan Cempaga Hulu di Desa Pelantaran dan Tumbang Koling.

Selanjutnya di Kecamatan Parenggean yakni Desa Karya Bersama, Tehang, Barunang Miri dan Bukit Harapan. Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yakni Desa Samuda Besar, Sebamban dan Handil Sohor. Kecamatan Pulau Hanaut yakni Desa Hantipan dan Babaung, Kecamatan Seranau yakni Desa Batuah dan terakhir Kecamatan Teluk Sampit yakni Desa Lampuyang dan Ujung Pandaran.

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Permasalahan stunting atau gagal tumbuh pada anak hingga kini masih menjadi permasalahan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Berbagai upaya serta inovasi dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim untuk menekan angka kasus gagal tumbuh anak yang ada di di daerah itu.

Mengoptimalkan peran puskesmas, kader kesehatan dan kader Posyandu untuk lebih aktif lagi menangani masalah stunting menjadi salah satu jurus yang diandalkan. Selain itu, berbagai program seperti pemberian makanan tambahan, peningkatan edukasi kepada ibu soal pola asuh, melakukan promotif dan preventif di masyarakat juga akan di galakan.

“Kita optimalkan untuk menekan kasus stunting ini. Strategi penanganan stunting dilakukan secara spesifik dan sensitif. Intervensi secara spesifik dilakukan dengan pemberian makanan tambahan, suplementasi gizi, dan pelayanan kesehatan," ungkap Plt Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, Rabu (3/11).

Baca Juga :  Jalan Pertanian akan Dilebarkan Hingga 4 Meter

Menurutnya, Dinkes Kabupaten Kotim membutuhkan peran aktif dari instansi lain dalam mengatasi masalah stunting. Contohnya, pemenuhan kebutuhan air bersih. Dengan memastikan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi. Selain itu, kerja sama lintas sektor dengan pemerintah dan pihak swasta juga turut mendukung upaya penanganan stunting.

“Harapan kita angka stunting di Kotim terus menurun. Pada tahun 2020 telah dilaksanakan rembuk stunting dan telah disepakati lokus stunting dari 10 desa tersebut menjadi 29 desa di tahun 2021-2020,” tandasnya.

Dikatakannya, dengan bertambahnya lokus stunting, maka hal itu tentu menjadi program prioritas dalam penanganannya. Adapun, lokus paling banyak berada di Kecamatan Bukit Santuai yakni ada 10 desa. Sementara 19 desa lainnya tersebar di kecamatan lain yakni Kecamatan Mentaya Hulu di Desa Bawan dan Tumbang Batur.

Baca Juga :  Penerangan Jalan Trans Kalimantan Perlu Perhatian

Kemudian di Kecamatan Telaga Antang yakni Desa Tumbang Mangkup dan Rantau Suang. Kemudian di Kecamatan Telawang yakni Desa Biru Maju, Kecamatan Cempaga Hulu di Desa Pelantaran dan Tumbang Koling.

Selanjutnya di Kecamatan Parenggean yakni Desa Karya Bersama, Tehang, Barunang Miri dan Bukit Harapan. Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yakni Desa Samuda Besar, Sebamban dan Handil Sohor. Kecamatan Pulau Hanaut yakni Desa Hantipan dan Babaung, Kecamatan Seranau yakni Desa Batuah dan terakhir Kecamatan Teluk Sampit yakni Desa Lampuyang dan Ujung Pandaran.

Terpopuler

Artikel Terbaru