26.3 C
Jakarta
Monday, May 20, 2024
spot_img

Nakes di Wilayah Desa Terdampak Banjir Diminta Tidak Meninggalkan Tempat Bertugasnya

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menyalurkan bantuan terhadap warga yang menjadi korban banjir  di Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu, dan juga di Desa Merah, Luwuk Sampun dan Tanjung Jorong Kecamatan Tualan hulu pada Minggu (25/2).

“Sesuai instruksi Bupati H.Halikinnor, kami kembali menyalurkan bantuan untuk warga yang menjadi korban banjir di Desa Tombang Koling Kecamatan Cempaga Hulu, dan juga di Desa Merah, Luwuk Sampun dan Tanjung Jorong Kecamatan Tualan hulu,” sampai Wakil Bupati Kabupaten Kotim Irawati, Senin (26/2).

Menurutnya di Desa Tumbang Koling Kecamatan Cempaga Hulu, ada 84 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir dan kondisi saat ini airnya sudah surut, sementara di Kecamatan Tualan Hulu di Desa Tumbang Mujam ada 151 KK, Desa Merah ada 12 KK, Desa Luwuk Sampun dan Tanjung Jorong masing-masing 10 KK dan kondisi airnya juga sudah surut, sebelumnya ketinggian air bervariasi mulai 30 centimeter hingga 1,60 centimeter.

Baca Juga :  Bupati : Anak Muda Pemikirannya Kritis, Jadi Harusnya Tidak Golput

“Kita berharap dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban warga kita yang terdampak akan banjir, karena banjir yang melanda di wilayah tersebut banjir musiman apabila terjadi musim penghujan dan saat ini airnya sudah surut dan kita berharap tidak terjadi banjir lagi,” ujar Irawati.

Dirinya juga meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan setempat untuk membuat surat instruksi kepada Tenaga Kesehatan (nakes)  terutama untuk desa yang terkena banjir jangan meninggalkan tempatnya bertugas, dan semua pasilitas pelayanan baik itu Pustu ataupun Puskesmas harus tetap dibuka agar masyarakat tetap dengan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Saya meminta tenaga kesehatan yang ada diwilayah desa terdampak banjir  tidak meninggalkan tempat bertugasnya, karena saya mendengar keluhan Kepala Desa dan masyarakat saat meninjau banjir di beberapa desa, serta obat-obatan juga segera dikirim karena dikhawatirkan terputus akses jalan dan susah mengantarkannya. biasanya banjir pasti muncul penyakit diare, penyakit kulit dan penyakit lainnya,” tutupnya.(bah/kpg)

Baca Juga :  ASSIK Bukan Hanya Mencari Uang, Juga Membantu Membangun Daerah

 

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menyalurkan bantuan terhadap warga yang menjadi korban banjir  di Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu, dan juga di Desa Merah, Luwuk Sampun dan Tanjung Jorong Kecamatan Tualan hulu pada Minggu (25/2).

“Sesuai instruksi Bupati H.Halikinnor, kami kembali menyalurkan bantuan untuk warga yang menjadi korban banjir di Desa Tombang Koling Kecamatan Cempaga Hulu, dan juga di Desa Merah, Luwuk Sampun dan Tanjung Jorong Kecamatan Tualan hulu,” sampai Wakil Bupati Kabupaten Kotim Irawati, Senin (26/2).

Menurutnya di Desa Tumbang Koling Kecamatan Cempaga Hulu, ada 84 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir dan kondisi saat ini airnya sudah surut, sementara di Kecamatan Tualan Hulu di Desa Tumbang Mujam ada 151 KK, Desa Merah ada 12 KK, Desa Luwuk Sampun dan Tanjung Jorong masing-masing 10 KK dan kondisi airnya juga sudah surut, sebelumnya ketinggian air bervariasi mulai 30 centimeter hingga 1,60 centimeter.

Baca Juga :  Bupati : Anak Muda Pemikirannya Kritis, Jadi Harusnya Tidak Golput

“Kita berharap dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban warga kita yang terdampak akan banjir, karena banjir yang melanda di wilayah tersebut banjir musiman apabila terjadi musim penghujan dan saat ini airnya sudah surut dan kita berharap tidak terjadi banjir lagi,” ujar Irawati.

Dirinya juga meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan setempat untuk membuat surat instruksi kepada Tenaga Kesehatan (nakes)  terutama untuk desa yang terkena banjir jangan meninggalkan tempatnya bertugas, dan semua pasilitas pelayanan baik itu Pustu ataupun Puskesmas harus tetap dibuka agar masyarakat tetap dengan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Saya meminta tenaga kesehatan yang ada diwilayah desa terdampak banjir  tidak meninggalkan tempat bertugasnya, karena saya mendengar keluhan Kepala Desa dan masyarakat saat meninjau banjir di beberapa desa, serta obat-obatan juga segera dikirim karena dikhawatirkan terputus akses jalan dan susah mengantarkannya. biasanya banjir pasti muncul penyakit diare, penyakit kulit dan penyakit lainnya,” tutupnya.(bah/kpg)

Baca Juga :  ASSIK Bukan Hanya Mencari Uang, Juga Membantu Membangun Daerah

 

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru