Kelapa sawit, misalnya, tidak boleh berhenti pada produksi tandan buah segar dan crude palm oil.
Rantai nilai perlu diperpanjang menuju produk turunan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Hal serupa berlaku untuk mineral, hasil hutan, dan komoditas pertanian.
Di sinilah investasi menjadi sangat penting.
Pemerintah menetapkan target realisasi investasi Kalimantan Tengah pada 2026 sebesar Rp 26,75 triliun, meningkat 3,1 persen dibandingkan target tahun sebelumnya.
Target tersebut menunjukkan besarnya ekspektasi terhadap Kalteng sebagai salah satu tujuan investasi.
Tetapi investasi tidak boleh dinilai hanya berdasarkan besarnya rupiah yang masuk.
Ukuran keberhasilannya harus lebih substantif: berapa banyak tenaga kerja lokal yang terserap, berapa besar nilai tambah yang tercipta, berapa banyak UMKM yang masuk rantai pasok, dan berapa besar kontribusinya terhadap pendapatan daerah.
Pertumbuhan ekonomi tanpa lapangan kerja yang berkualitas akan kehilangan makna sosialnya. Karena itu, setiap proyek investasi seharusnya memiliki keterkaitan yang kuat dengan ekonomi lokal.
Pemerintah daerah juga perlu memperkuat Pendapatan Asli Daerah.
Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah aset milik para tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi…
Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2026 pada 31 Agustus…
Udang menjadi salah satu bahan makanan laut yang mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Teksturnya yang…
Kabupaten Kapuas mendapat kepercayaan besar dari pemerintah pusat. Daerah berjuluk Bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung…
Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Palangka Raya mendorong keterlibatan lebih besar perusahaan swasta…
Isenmulang Kalteng FC kurang beruntung saat melakoni laga pembuka BRI Super League 2026/2027 melawan Arema…