Kalimantan Tengah memiliki sumber daya untuk menjadi mesin pertumbuhan baru Indonesia. Tetapi sumber daya alam saja tidak cukup.
Yang dibutuhkan adalah kemampuan mengubah komoditas menjadi nilai tambah, investasi menjadi lapangan kerja, APBD menjadi produktivitas, dan PAD menjadi kemandirian fiskal.
Jika transformasi tersebut berhasil dilakukan, pertumbuhan 6 persen bukan sekadar target nasional.
Ia dapat menjadi momentum bagi daerah untuk naik kelas dari sekadar penyedia bahan mentah menjadi pusat produksi, investasi, inovasi, dan kesejahteraan.
*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya.
Pemkab Kotim dan Kanwil Kemenkum Kalteng memperkuat kerja sama untuk mendorong perlindungan kekayaan intelektual melalui…
Nama Sandiaga Uno kembali muncul di tengah menguatnya wacana perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih.
Dua Raperbup Katingan dibahas melalui harmonisasi untuk memastikan regulasi pembangunan kependudukan dan hak keuangan DPRD…
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara buka suara terkait insiden pecah ban yang…
Polda Kalteng menetapkan 24 tersangka dalam kasus karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 293,83 hektare.
Paparan asap karhutla mulai memicu batuk dan flu pada sejumlah orangutan di pusat rehabilitasi BOSF.