Kabut asap mengurangi intensitas sinar matahari yang dibutuhkan tanaman untuk proses fotosintesis.
Pada perkebunan kelapa sawit, asap dapat mengganggu proses penyerbukan sehingga berdampakpada penurunan produksi beberapa bulan berikutnya.
Selain itu, aktivitas panen sering terganggu karena pekerja mengalamigangguan kesehatan atau harus dilibatkan dalam upaya pemadaman kebakaran.
Dari sisi tenaga kerja, produktivitas juga mengalami penurunan.
Paparan asap menyebabkan meningkatnya kasus Infeksi Saluran pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan gangguan kesehatan lainnya.
Ketika pekerja sakit atau mengurangi aktivitas di luar ruangan, maka produktivitas ekonomi ikut menurun.
Penelitian bahkan menunjukkan bahwa kabut asap meningkatkan pengeluaran kesehatan rumah tangga secara signifikan.
Dampak berikutnya dirasakan sektor perdagangan dan UMKM.
Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat cenderungmengurangi aktivitas di luar rumah.
Akibatnya, omzet pedagang pasar, warung makan, usaha transportasi, hingga sektor jasamengalami penurunan.
Kabut asap di Palangka Raya mendorong DPRD mengusulkan agar guru juga diperbolehkan menjalani PJJ demi…
Terdakwa Ahmad Hari didakwa menjadi perantara jual beli sabu seberat 4,025 kilogram. Dalam dakwaan JPU,…
Karhutla masih mengancam wilayah Lamandau. Kapolsek Delang meminta warga tidak hanya melapor, tetapi segera bertindak…
Delapan warga sempat terjebak akibat meluasnya karhutla di Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya.Setelah dua jam…
Pemko Palangka Raya mengusulkan 42 sumur bor untuk memperkuat ketersediaan sumber air di kawasan rawan…
Jalan Simpang Sepaku-Simpang Perigi menjadi akses vital bagi warga di empat kecamatan di Lamandau. DPRD…