Ia berharap kehadiran negara benar-benar memberikan rasa keadilan, serta aturan ditegakkan secara proporsional.
“Kalau benar ini milik negara, harus disesuaikan dengan pengaturan negara, bukan lagi ada negara dalam negara,” kata Panji.
Menurutnya, wilayah tersebut sudah menyimpan rekam jejak konflik lahan yang panjang antara masyarakat dan pihak perusahaan, jauh sebelum penyitaan oleh negara dilakukan. Upaya mediasi pun sebelumnya kerap bergulir di ranah pemerintah daerah setempat.
”Dengan dikelolanya negara ini, sehingga negara lebih berwenang, lebih berkuasa untuk menyelesaikan poin-poin tersebut. Dan harapan ke depannya, apapun yang menjadi keputusan negara terkait wilayah ini, kami akan mendukung penuh untuk ke depannya,” ujar Panji lagi.
Menyikapi transisi pengelolaan lahan, masyarakat juga mendesak adanya transparansi penuh terkait status operasional yang dijalankan oleh PT Agrinas dan PT AJP saat ini.
“Kami ingin memastikan apakah lahan tersebut benar-benar sudah dikelola oleh negara melalui PT Agrinas atau justru masih digarap oleh manajemen perusahaan yang lama,” tegas Panji.
Sebab sejauh ini, tambah Panji, warga belum merasakan dampak positif dari penyitaan tersebut. Sebelum polemik ini muncul, tuntutan utama masyarakat sejatinya adalah pemenuhan hak kemitraan atau realisasi kebun plasma sebesar 20 persen dari Hak Guna Usaha (HGU) dari PT BJAP.
“Tapi karena status lahan saat ini telah menjadi sitaan negara akibat statusnya kawasan hutan, kami mengikuti aturan hukum yang berlaku, sesuai keputusan pemerintah,” ujar Panji.
Tahun 2018 menjadi titik balik yang mengubah seluruh jalan hidup Indrawati. Perempuan berusia 50 tahun…
Enam DIPA Kanwil Kemenkum Kalteng meraih IKPA sempurna 100 dari KPPN Palangka Raya.
Perum Bulog memastikan stok pangan di Kalimantan Tengah dalam kondisi aman dan mencukupi. Hal itu…
Kemenkum Kalteng diuji TPN menuju WBBM dengan memaparkan empat inovasi pelayanan unggulan.
Pengadilan Negeri (PN) Nanga Bulik resmi menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 7 tahun kepada terdakwa…
Terik matahari di pertengahan Agustus menyengat bumi Kabupaten Lamandau. Di Desa Kawa, Kecamatan Lamandau, asap…