Dengan layanan tersebut, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk mengisi bahan bakar.
“Untuk Pertalite aman, apalagi Pertamax. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM di Palangka Raya,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan antrean yang masih terlihat di beberapa SPBU bukan semata-mata disebabkan tingginya permintaan BBM, melainkan karena proses transaksi menggunakan barcode MyPertamina yang terkadang melambat akibat gangguan jaringan internet.
“Kadang-kadang yang membuat antrean itu proses pemindaian barcode Pertalite agak lambat. Apalagi Palangka Raya masih mengalami pemadaman listrik bergilir sehingga sinyal menjadi terganggu dan proses transaksi memerlukan waktu lebih lama,” jelasnya.
Selama pemantauan berlangsung, DPKUKMP Kota Palangka Raya terus berkoordinasi dengan Pertamina dan Satpol PP.
Sebanyak dua hingga tiga petugas ditempatkan di 11 SPBU untuk melakukan pengawasan mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tidak terjadi kepanikan di masyarakat.
“Sementara pemantauan kami lakukan hari ini sambil melihat perkembangan di lapangan. Intinya kami tetap memantau. Kalau ada hal-hal yang berulang atau ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tegur terlebih dahulu. Yang jelas, stok BBM di Palangka Raya aman dan masyarakat tidak perlu panik,” pungkasnya. (adr)
Page: 1 2
Menjelang pesta akbar warga Nahdliyin, Muktamar Nahdlatul Ulama yang berlangsung 27–30 Agustus di Pondok Pesantren…
Bulog Kalteng mencatat distribusi beras SPHP telah mencapai 59,42 persen dari target 2026. Pasokan beras…
Komisi III DPRD Palangka Raya menyoroti kerusakan fasilitas di dua sekolah, mulai dari MCK hingga…
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Palangka Raya akhirnya menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi…
Kejati Kalteng terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi dana hibah Pilkada KPU Kotim. Selain mendalami peran…
Kejati Kalteng mengingatkan pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dijerat hukuman lebih berat. Langkah tersebut…