Pelemahan rupiah dan tingginya harga komoditastidak otomatis memperkuat APBD daerah penghasil.
Selama desain fiskal nasional belum mampu menghubungkan kekayaansumber daya alam dengan kesejahteraan fiskal daerah, paradoksitu akan terus berulang.
Sawit dan tambang menghasilkan triliunan rupiah, tetapi daerah penghasil tetap kesulitan membiayai pembangunannya sendiri.
*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya dan Ketua Dewan Pengarah ISEI Cabang PalangkaRaya untuk Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
Sebanyak 54 warga korban kebakaran di Pasar Besar Palangka Raya mulai menerima bantuan dari Dinas…
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan pembangunan tetap menjadi prioritas meski daerah menghadapi efisiensi anggaran.…
BPBD Kota Palangka Raya memetakan empat kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan…
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mempercepat penanganan karhutla sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Tengah.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office Palangka Raya menggelar Apresiasi Nasabah…
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi. Mengajak masyarakat Palangka Raya untuk taat membayar pajak sebagai…