Sebagian besar manfaat ekonomi memang mengalir kepemerintah pusat melalui penerimaan negara dan kepada korporasi melalui keuntungan usaha.
Daerah memperolehbagian melalui mekanisme transfer fiskal. Ketika transfer tersebut berkurang, daerah penghasil menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Akibatnya, muncul fenomena yang dikenal sebagai resource-rich but fiscally poor region daerahkaya sumber daya tetapi miskin kapasitas fiskal.
Karena itu, sudah saatnya hubungan keuangan pusat dan daerah dievaluasi secara lebih adil.
Formula Dana Bagi Hasil perlu memperhitungkan kontribusi riil daerah terhadap perekonomian nasional sekaligus beban lingkungan, sosial, dan infrastrukturyang harus ditanggung daerah penghasil.
Tidak adil jika daerahhanya menjadi lokasi ekstraksi sumber daya, sementara manfaatfiskal terbesar dinikmati di luar wilayah penghasil.
Pada saat yang sama, pemerintah daerah juga harusmempercepat reformasi pendapatan daerah.
Optimalisasi pajakdaerah berbasis digital, hilirisasi industri sawit, pengembangankawasan industri, perdagangan karbon, dan pemanfaatan asetdaerah harus menjadi agenda utama.
Ketergantungan yang terlalu besar pada transfer pusat terbukti menimbulkan risikofiskal yang tinggi.
Kasus Kalimantan Tengah memberikan pelajaran penting bagi Indonesia.
Kanwil Kemenkum Kalteng memulai rangkaian peringatan Hari Pengayoman ke-81 dengan menggelar Turnamen Badminton antarpegawai di…
Timnas Indonesia akan menghadapi ujian berat saat menjamu Vietnam pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 di…
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Hasrat SAg memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas…
Kementerian P2MI dan BPJS Kesehatan memperkuat pelindungan pekerja migran melalui MoU untuk memastikan akses JKN…
Angin segar berembus bagi dunia pendidikan di Kecamatan Montallat. Anak-anak usia dini hingga sekolah dasar…
Tenda pengungsian korban kebakaran di kawasan Pasar Besar, Palangka Raya, akhirnya rampung didirikan.