Investor melihat Suahasil sebagai teknokrat yang lebih familiar dan memiliki pengalaman panjang dalam kebijakan fiskal.
Reuters mencatat bahwa pengangkatannya dipandang dapat memberikan stabilitas dan prediktabilitas kebijakan.
Namun, jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa persoalan selesai hanya karena Menteri Keuangan telah berganti.
Masalah sesungguhnya bukan siapa Menteri Keuangannya, melainkan bagaimana arah fiskal negara ditentukan.
Jika kebijakan fiskal tetap sulit diprediksi, pergantian figur hanya memberikan ketenangan sementara.
Pasar akan kembali bertanya: apakah pemerintah benar-benar berkomitmen pada disiplin fiskal?
Pertanyaan itu penting karena Fitch dan Moody’s yang adalahlembaga pemeringkat kredit internasional (credit rating agencies) telah memberikan outlook negatif terhadap Indonesia.
Fitch, misalnya, memperkirakan defisit fiskal 2026 berada di sekitar 2,9 persen PDB dan utang pemerintah meningkat.
Kementerian Keuangan juga mencatat posisi outlook Indonesia dari Fitch dan Moody’s telah berada pada kategori negatif.
Sementara S&P (Standard & Poor’s) yang merupakan lembaga pemeringkat kredit internasional untuk menilai kemampuan suatu negara, perusahaan, atau penerbit surat utang dalammemenuhi kewajiban finansialnya masih memberikan outlook stabil.
Di tengah arus media sosial yang deras, kehidupan anak muda kini lebih dekat dengan berbagai tren. Dari tempat nongkrong yang sedang…
Indonesia kembali diingatkan mengenai risiko gempa besar setelah Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024…
PS Barito Putera harus mengakui keunggulan Persela Lamongan di Stadion 17 Mei Banjarmasin pada lanjutan…
Upaya pencarian korban kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 kembali membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan…
Dentuman musik berhenti, puluhan personel gabungan TNI, Polri, imigrasi, hingga Satpol PP langusng merangsek masuk.…
Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan itu kembali memunculkan…