Ketahanan pangan dan energi membutuhkan pembiayaan.
Namun uang negara memiliki batas.
APBN bukan rekening tanpa batas.
Setiap tambahan belanja harus memiliki sumber pembiayaan yang jelas.
Setiap utang harus memiliki alasan produktif.
Dan setiap program pemerintah harus dapat menjawab pertanyaanpaling sederhana: berapa manfaat ekonominya bagi masyarakat?
Karena itu, tantangan Suahasil bukan hanya menjaga defisit di bawah 3 persen.
Tantangannya adalah memastikan bahwa setiap rupiah APBN menghasilkan multiplier effect yang lebih besar bagi perekonomian.
Di sinilah persoalan kualitas belanja menjadi lebih pentingdaripada sekadar besarnya belanja.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau SMAN 1 Cempaga Kotim pascakebakaran dan memastikan pembangunan kembali gedung…
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin serah terima jabatan (sertijab) 27 perwira tinggi Polri di…
Ada satu hal yang sering dilupakan oleh seorang pemimpin. Pekerja tidak hanya datang ke kantor untuk…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas mengaku tidak mengantongi data terkait luasan maupun keberadaan…
Sabtu (3/10/2026) menjadi hari yang sangat sibuk bagi jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat)…
Mitchell Baker mencetak lima gol saat Timnas Indonesia menghajar Bangladesh 9-2 di Stadion Utama Gelora…